
Mia mengikuti semua perintah aisten Min dan akhirnya pagi hari tepat pada pukul 10.00 Mia sudah berada di ruangan Andra.
Ruangan dimana dia pernah mengalami ketakutan karena bertemu suaminya sendiri.
Mia memperhatikan seluruh tempat itu. Desainnya terlihat dingin mencerminkan sifat Andra. Semua warna yang di pilih ialah kombinasi warna-warna gelap. Tampak ada beberapa lukisan abstrak yang di pajang di ruangan itu menampakkan pemiliknya yang susah di selami.
"Nyonya, rapatnya akan mulai dalam 5 menit" Asisten Min membawa berkas tambahan untuk Mia.
"Menurutmu apakah aku bisa?" Mia bertanya penuh rasa hawatir. Ia sudah berpikir sepanjang malam bagaimana ia akan menghadapi semua pemegang saham. Mereka tentunya tidak akan setuju bahwa seorang wanita muda tanpa pengalaman menjadi CEO atas perusahaan besar.
"Saya percaya, Tuan tidak akan memilih orang yang salah" Asisten Min meyakinkan Mia.
"Kau benar" Mia kemudian mengikuti Asisten Min keruang rapat.
...
Di ruangan rapat telah menunggu beberapa orang yang menjadi pemegang saham.
Semua orang hening larut dalam pikirannya masing-masing. Mereka terlalu terkejut dengan kepergian Andra sebagai orang paling bertalenta dalam memajukan perusahaan mereka.
__ADS_1
Terlebih lagi Andra pergi dengan memberi mandat pada seorang gadis kecil yang tak berpengalaman untuk meneruskan jabatannya sebagai CEO.
Zora sebagai pemegang saham ke dua terbesar memecahkan keheningan. "Aku rasa kita semua disini memiliki pikiran yang sama"
Semua orang akhirnya dapat meninggalkan pikirannya dan menoleh pada Zora.
Zora menangkap semua tatapan orang di ruangan itu dan tersenyum penuh makna "Akan lebih baik bagi siapa pun selain orang tak berpengalaman yang memimpin perusahaan. Meski pun ia adalah istri Sang Legenda CEO Andra, tapi dia masih terlalu pucuk untuk menjadi pimpinan kita"
...
Mia memasuki ruangan rapat dengan sambutan kegaduhan suara berbisik semua pemegang saham menyatakan pendapat tidak setujunya.
Seketika ruangannya menjadi senyap.
Semua orang berdiri dengan enggan ketika Mia sudah menampakkan diri di hadapan mereka.
"Saya Miarani Rahani, adalah CEO baru untuk AN Group. Mohon kerja samanya" Mia memperkenalkan diri dengan baik.
Dihadapan semua orang ia seperti malaikat yang turun menyatakan kekuasaannya dan bersiap melenyapkan semua orang yang menentangnya.
__ADS_1
Sementara di belakang punggung Mia, keringat dinginnya bukan lagi menetes, tapi mengalir bagaikan air.
Di mulutnya ia berbicara dalam ketenangan dan keagungan tapi dalama hatinya ia mengumpat pada dirinya sendiri. Bagaimana ia akan menghadapi penolakan dari semua pemegang saham ini?
Setelah itu semua orang duduk kembali sebelum kegaduhan terjadi.
"Saya secara pribadi tidak akan menerima seorang CEO yang tidak berpengalaman" Dengan kata lain dia tidak mempermasalahkan umur atau pendidikan dan semua yang dimiliki Mia. Tapi ia tidak mau memberikan tanggung jawab yang besar untuk menjadi CEO pada orang yang sama sekali tidak memiliki pengalaman.
"Saya akan menjual saham saya dari pada merugi karena seorang perempuan tanpa pengalaman apa pun"
"Saya akan memilih jalur aman" Terlalu bahaya untuk tetap berada di atas kapal yang dinakodai oleh seorang tanpa pengalaman apa pun untuk mengarungi lautan luas.
Dengan begitu mereka menolak dengan keras jika Mia harus menjadi bagian dari mereka. Terlebih menjadi CEO AN Group.
Zora tersneyum penuh kemenangan. Ia hanya perlu sedikit berbicara dan orang lain akan meneruskan rencananya.
Jika Mia mengundurkan diri, maka ia akan mejadi CEO AN Group. Ia memiliki saham yang lebih banyak dari siapa pun setelah Andra.
__ADS_1