
"Kacung, bagaimana ini? Sudah satu minggu berlalu dan Mia masih terus mengurung diri di kamar. Aku terus mengetok pintunya setiap pagi dan ia tidak pernah memberi respon. Ponselnya pun sudah dimatikan!"
"..."
"Dia tidak mencintainya, kau tidak pernah tahu bagaimana kisah mereka, bagaimana Andra telah melukai Mia sampai Mia sendiri ingin mati karenanya. Bagaimana Mia selalu menghindari pretemuan dengan Andra dan berharap dunianya bisa terbebas dari Andra."
"..."
"Tidka mungkin! Mustahil Mia akan jatuh cinta dnegan Andra. Aku rasa ia hanya merasa bersalah karena pertemuan terakhir mereka yang tragis. Kau ingatkan Mia tidak mengatakan apa pun?"
"..."
"Tidak, pokoknya itu tidak mungkin!"
"..."
"Ya!!! Aku sama sekali tidak besuka cita, aku hanya ingin Mia tetap bahagia. Bagimana pun juga aku adalah sala satu orang yang bertanggung jawab atas keadaan Mia sekarang"
"..."
"Enyahla kau!"
__ADS_1
Keti melemparkan HPnya ke tempat tidur. Bagaimana bisa si kacung itu terus membela Andra dibanding dirinya. Kacung itu tidak mengenal Andra tapi terus saja menyalahkannya ketika Keti terus mengatakan hal buruk tentang Andra. Apakah semua orang memang cenderung membela sejenisnya ketimbang mempertimbangkan salah dan benarnya perbuatan orang itu?
Keti keluar dari kamarnya dengan kesal. Kali ini ia harus membuat Mia membuka pintunya.
Ia melangkah ke pintu ketika suara HPnya kembali berbunyi.
Sialan! Siapa yang berani mengganggunya disaat seprti ini?
Keti meraih HPnya dan melihat nama pemanggil Asisten Tua.
Keti sedikit ragu untuk menerima telpon itu, ia tahu kalau Asisten Tua akan membahas tentang promosi film 'Tempat Terbaik'. Akhirnya Keti hanya memandang layar HPnya sampai panggilan itu mati dengan sendirinya.
"Ya?"
"..."
"Baiklah, terima kasih atas informasinya Asisten Tua"
Keti segera melempar sembarang HPnya ke atas tempat tidur dan berlalu keluar kamar.
Andra sialan! Bahkan disaat seprti ini ia masih terus dibuat marah oleh orang itu.
__ADS_1
Kali ini ia harus berhasil membuat Mia keluar dari kamarnya. Kalau Mia tidak menyukai cara yang lembut maka ia akan menggunakan cara kasar.
Ia berhenti di tengah jalan ketika melihat di depannya ada dua orang yang sangat dikaguminya. Carri sedang berada di gendongan Geri.
Kenapa ada adegan romantis dari sepasang selebriti di rumahnya?
Keti menepuk-nepuk kepalanya menyadarkan dirinya. Ia sedang berhalusinasi karena terlalu marah. Dengan langkah berantakan ia kembali kekamarnya meraih obat penenang.
Obat itu sudah menemaninya selama seminggu karena pikirannya yang terus melayang kemana-mana setiap kali ia menyadari kalau Mia sedang mengurung dirinya di kamar.
Biasanya ia membayangkan hal buruk terjadi pada mia atau bermimpi Andra datang merebut Mia darinya. Atau sekedar menyaksikan Mia sedang tenggelam dalam lautan air matanya sendiri.
Tapi sepertinya keadaanya makin parah sehingga ia membayangkan Geri dan Carri sedang berada di rumahnya melakukan adegan mesra.
Ia terlalu menyukai kedua orang itu hingga pikirannya melayang membayangkan mereka ketika ia dalam keadaan kacau. Bisa-bisanya ia mengurusi orang lain disaat saudaranya sudah sekarat membutuhkan pertolongannya.
Tindakannya kali ini adalah sebuah penghianatan pada saudaranya sendiri!
Pikirannya masih lebih mementingkan kesenangannya dari pada kakak iparnya sendiri. Saudara macam apa dirinya itu?
Keti menelan 2 pil obat penenang itu sebelum kembali ke tempat tidurnya. Ia perlu menunggu reaksi kedua obat itu sebelum melanjutkan kembali rencananya.
__ADS_1