Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 136


__ADS_3

Tut,, tut,, tut,,.


"Mereka tak bisa dihubungi, bagaimana ini?"


"Apa? Pemeran utamanya tak datang?"


"Siapa yang akan mengantikannya, waktu tampil kita sebentar lagi"


"Oh tidak, aku tak tahan melihat wajah-wajah yang menantikan cerita kita"


"Aku memang sudah mengira jika Sari tidak pantas untuk menjadi pemeran utamanya, bahkan untuk menjadi patung pajangan saja tidak pantas, lihatlah yang terjadi, kita akan malu sebentar lagi"


"Aku rasa ia masuk dijurusan yang salah"


"Apa dia sengaja ya, ini sungguh buruk untuk kita, tidak ada orang yang bisa mengantikannya karena tidak ada yang bisa memerankan perannya"

__ADS_1


"Beginilah orang kaya, mereka selalu bertindak sesuka hati dan akhirnya membawa semua orang dalam kehancuran"


Mia melihat keseluruhan ruang tunggu, semua orang sedang sibuk menyalahkan Sari yang tidak datang di acara amal ini. Mereka tidak memberi kabar dan sekarang pertunjukan mereka akan dibatalkan.


Semua orang sudah tahu bahwa sebentar akan ada acara drama yang menceritakan kisah putri salju di masa modern. Tapi orang songong itu malah tidak muncul, dan Sari adalah pemeran utamanya, tentu mereka tidka bisa melanjutkannya kalau tidak ada Sari.


Seluruh pemeran dalam drama sudah siap dengan kostum mereka, Keti dan Mia bekerja keras mendandani semua pemerannya, tapi kerja keras mereka akan sia-sia.


Bukan hanya kerja keras mereka hari ini tapi kerja keras semua orang selam 3 minggu lebih lenyap karena satu orang yang datang membuat rusuh.


"Ai, ikut aku sebentar" Keti datang dengan wajah cerianya menyeret Mia ke ruang tata rias dimana sudah tidak ada orang lain disana. Ia kemudian mendudukkan Mia di kursi rias dan mulai menyiapkan peralatannya. Tak lupa keti memberi naskah drama ke tangan Mia.


Mia kebingungan dengan Keti, ia adalah satu-satunya orang yang tidak cemas dengan apa yang akan terjadi pada drama mereka. "Apa yang kau lakukan?


"Kau akan jadi pemeran utamanya, memerankan pangeran, sekarang baca naskah itu sambil aku mendandanimu" Keti tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Ini rencanamu lagi?" Mia mengerutkan keningnya melihat tajam ke mata Keti, anak ini sungguh membuat kejutan besar kali ini.


Di acara amal kali ini ada banyak orang penting yang hadir, mereka semua datang secara sukarela karena pihak kampus memberi berita di media resmi yang mengundang setiap orang untuk datang.


Karena kampusnya adalah kampus terkenal dengan banyak alumni hebat berasal dari sana maka banyak petinggi yang menyempatkan waktu luang mereka untuk hadir, apa lagi ini adalah akhir pekan. Mereka datang bersama keluarga sambil membawa beberapa hadiah untuk anak yatim.


Di acara kali ini pun tidak menutup kemungkinan ada orang dari industri hiburan yang datang dan tentunya mereka memiliki penglihatan yang baik untuk setiap pemeran dan adegan yang terjadi, mereka tidak mungkin membuat kacau sedikit pun hanya untuk menjadi bahan olokan.


Kalau mereka membuat kesalahan sedikit saja maka bisa jadi mereka akan mempermalukan kampus. Tentu saja yang paling bertanggungjawab adalah Mia, karena ia khusus ditugaskan untuk mengatur semua persiapan mengenai drama yang akan mereka bawakan.


"Mia, aku hanya memberi mereka sedikit pelajaran" Keti berbicara santai seperti hanya menghadapi masalah sepele.


"Kau,, tunggu bagianmu nanti kucing nakal" Mia memandang dengan senyum penuh arti.


"Kucing kecil ini menyukai ikan yang segar, tentu saja yang harganya mahal"

__ADS_1


Mereka berdua tertawa sambil terus melanjutkan pekerjaan mereka.


__ADS_2