Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 111


__ADS_3

2 jam mereka berjalan dalam kegelapan namun tanda-tanda akan keluar dari kebun itu belum juga terlihat, sana sini hanya ada kegelapan dan bunyi hewan malam yang saling menyahut.


Lagit seakan memperparah keadaan mereka karena satu pun bintang tidak tampak diatas langit malam yang gelap. Bahkan angin seperti sengaja bergerak cepat membuat rasa dingin mengerogoti tulang mereka.


Miranti memahami situasi dan tahu bahwa mereka akan terjebak disana jika terus berjalan dengan kecepatan mereka saat ini. Ia pun tidak mau membawa orang lain celaka karena kecerobohannya. "Mia, kau jalanlah lebih dulu dan cari pertolongan, aku kan duduk disini menunggu"


Mia mengerutkan keningnya karena ia tentunya tidak akan meninggalkan Miranti sendirian di tengah kebun yang gelap dan menakutkan ini, lagi pula ia juga merasa takut jika harus berjalan sendirian. "Bu, saya tidak mungkin meninggalkan anda sendirian disini, bagaimana jika malah memperburuk keadaan, apa lagi Ibu sungguh kesakitan"


"Mia, akan lebih sakit lagi kalau aku memaksa berjalan dan lagi pula kalau kamu pergi duluan mencari bantuan dan kembali menjemputku" Miranti berusaha meyakinkan Mia karena tentu ini adalah pilihan terbaik mereka, apa lagi hujan sepertinya akan turun mengingat langit yang sangat gelap dan angin terlalu kencang bertiup.


"Begitukah? Lalu aku akan meninggalkan anda disini, tapi ambillah ponselku dan gunakan untuk penerangan. Sayang sekali disini tidak ada jaringan"

__ADS_1


Miranti tentu saja tidak mau menerima ponsel itu, lalu dengan apa Mia akan menerangi jalannya jika ia meninggalkan ponselnya. "Tidak perlu cemas bawalah itu bersamamu, lagi pula aku masih punya ponsel yang ini" Mia menunjukkan ponsel model lama yang menjadi ponsel miliknya ketika masih di sekolah menegah, menki pun itu bukanlah android dan cahayanya tentu tidak terllau terang tapi masih bisa membantunya mencari jalan pulang.


"Baiklah, kalau begitu kamu harus hati-hati"


Mia menyerahkan ponselnya pada Miranti dan juga melepaskan jaketnya untuk menghangatkan wanita itu "Aku akan kembali dengan cepat" Mia segera berlalu meningalkan Miranti dan menghilang dibalik semak-semak dan malam yang gelap.


Berjalan mencari jalan yang seharusnya menjadi jalur untuk keluar dari tengah kebun itu tapi ia kesulitan karena ia sering salah arah akibat pencahayaan ponselnya yang terlalu minim. Setelah beberapa saat berjalan ponselnya tidka bersahabat dan mati karena kehabisan batrei. Ponsel jadul itu memang memiliki batrei yang lemah hingga seharusnya ia tidak mengandalkannya.


Entah pijakan keberapa ia tiba-tiba terperosot ke bawah selokan yang berisi air hingga setengah badannya telah basah oleh air selokan itu.


Belum sempat ia keluar dari selokan dan hujan telah turun menetes di permukaan tubuhnya membuat basah seluruh kain yang membungkus dirinya. Mia berusaha menenangkan diri dan keluar dari parit dengan hati-hati. Beberapa bagian kulitnya terasa nyeri entah itu karena tergores oleh semak atau karena gigitan hewan kecil.

__ADS_1


Setelah berhasil keluar dari parit dengan tergesa ia berbalik ke arah belakang dan mencari jalan untuk menemukan Miranti. Langkahnya tergesa-gesa dan akhirnya jatuh dan kehilangan arah. Ia sudah tidak tahu kemana arah depan dan belakang. Kemana ia harus melangkah untuk kembali ke arah Miranti.


"Bu!!!! Bu Miranti!!!


Beberapa kali ia berteriak tapi derasnya hujan tentu membuat suaranya tenggelam dan akhirnya ia hanya bisa mengikuti instingnya dan kembali meraba mencari jalan untuk kembali ke tempat semula ia meninggalkan Miranti.


Tubuhnya sudah mengigil karena pakaian yang ia kenakan hanya kemeja putih yang tipis dan kini telah basah menyerap dingin. Tubuhnya bergetar menahan dingin namun ia tidak berhenti dan hanya berjalan merabah jalan.


Entah berapa waktu telah berlalu dan ia masih berusaha mencari jalan hingga sebuah cahaya terlihat di depannya. Cahaya yang berasal dari lampu senter memberinya secercah harapan.


"Ada orang disana? Tolong!!! Mia merasa lega karena gerakan cahaya itu semakin mendekat padanya.

__ADS_1


__ADS_2