
Keti tersenyum dan berlari mengejar Mia. "Ai tunggu!
Mia berhenti dan berbalik memandang Keti yang sementara berlari ke arahnya "apa lagi?
"Itu,, pasangan itu mencarimu, CEO hangat itu" mata Keti berbinar bahkan hanya membicarakan Geri. "Dan juga istrinya,, dia sangat lembut,"
"Benarkah, dimana mereka? Mia begitu bersemangat hingga ia mencengkram pundak Keti dengan sedikit kasar.
Keti merasa kesal, selama ini Mia merahasiakannya padahal ia tahu kalau Keti sangat mengidolakan kedua orang itu, ia bahkan membeli setiap gaun yang dikenakan Carri dan karena itu pula uang jajannya selalu habis dan harus memutar akal mencari uang tambahan dari neneknya."Hei!! Kau ini saudaraku bukan sih? Mengapa tidak pernah membicarakannya denganku, kau tahu kan aku sangat mengidolakannya. Aku hampir mati ditempat ketika mereka menyapaku" Keti memperlihatkan ekspresi sedih dan marahnya pada Mia.
"Siapa yang salah, kau tidak pernah mengatakannya, mereka bahkan datang di acara pernikahanku, apa kau tidak melihatnya? Mari bicarakan itu nanti dan kita bisa menemuinya sekarang" Mia menarik tangan Keti dan berlalu membelah kerumunan mencari Carri.
"Nona, kalian mencari siapa? Deon menghampiri mereka dengan ekspresi polosnya.
"Itu,, apa kau melihat pasangan yang berbicara denganku sebelumnya?" Keti bertanya dengan acuh sambil terus mengelilingkan pandangannya di ruangan itu. Ia kehilangan kesempatan emasnya bertemu sang idola.
__ADS_1
"Ohh, tidak, mungkin mereka telah pulang, apakah ada hal penting,,"
"Tentu saja itu sangat penting, kau tahu mereka sangat sangat sangat,, ah sudahla, kenapa aku harus menjelaskannya padamu, apa yang kau tahu! aduuh" Keti mengeluh dan akhirnya duduk menyerah.
Nasib apa yang digariskan padanya, mengapa tidak ada yang baik, semuanya buruk. Mungkin di kehidupan sebelumnya ia adalah seorang nenek sihir yang mebantai manusia demi kepentinagnnya sendiri sehingga dikehidupan ini ia adalah anak yang malang.
"Kamu dimana? Ohh,, ya baiklah,, hubungi aku nanti,, ok,, ya hati hati" Mia menjadi lesu dan menutup telponnya "mereka sudah pulang"
"Haaaahhh ini tidak baik! ini buruk! sekarang memang benar bahwa nasibku dikehidupan ini sungguh buruk" Keti menghentakakn kakinya dengan kesal.
"Apa aku terlihat seperti pria sungguhan?" Sari memutar tubuhnya di depan cermin melihat bagaimana dirinya berada dalam penampilan pria.
Kalau bukan karena Tuan Henry akan hadir di acara amal itu maka ia tidak akan bergabung dalam drama kecil dan norak itu.
Dari kabar yang mereka pastikan, Tuan Henry memilih setiap pemeran utamanya melalui cara yang tidak terduga. Banyak artis yang terkenal tiba-tiba karena secara tidak sengaja bertemu dengan Tuan Henry di acara kecil seperti acara amal.
__ADS_1
Sari sudah bersusah payah mencari informasi dari asisten Tuan Henry, jadi ia harus berhasil kali ini. Lagi pula ia hanya bisa menarik perhatian sang legenda itu dengan cara ini karena ia terkenal jujur, bersih, dan tidak menyukai cara curang sekecil apa pun itu.
"Nona, kau terlihat seperti pria sungguhan, aku bahkan akan jatuh cinta jika aku tidak tahu kau adalah perempuan" Im memuji Sari sambil memperbaiki sedikit kerutan di baju Sari.
Sari tersenyum, ia bangga pada dirinya sendiri, tentu saja ia adalah yang terbaik, tidak ada yang lebih baik darinya!
Drrrtt... Drrrttt...
"Oh, ponselku" Im berdiri merai ponsel diatas meja dan tersenyum berbalik ke arah Sari " Asisten Tua".
Seketika mata Sari berbinar penuh harapan, asisten Tuan menghubungi mereka, pasti ada kabar penting. "Angkat, angkat cepat!!"
"Halo Asisten Tua,, benarkah?,, Ya,, Tentu,, Baik,, Baik" Sari menutup telpon dengan cepat sebelum berbalik menatap Sari "Ayo ganti pakaianmu".
"Apa katanya? Kabar apa yang kau dapat?" Sari tidak bisa menahan perasaan bahagianya ia tahu kali ini kabar baik.
__ADS_1