
Geri ada di kantornya sednag melakukan rapat. Ua ditemani oleh sekertarisnya yang cantik. Beberapa anggota rapat diruangan itu adalah orang yang lebih tua dari Geri, namun mereka sangat hormat padanya karena Geri adalah atasan mereka.
Geri pun adalah orang yang pandai hingga meski usianya muda ia dengan keahliannya dapat memimpin dan menguasai orang yang lebih tua darinya.
Setelah rapat selesai ia menyuruh Nando untuk masuk ke ruangannya.
"Persiapkan semua perlengkapan untuk acara besok"
" Baik Pak" Nando segera keluar dari ruangan dan melakukan semua tugasnya.
Keesokan harinya, Carri dijemput seseorang untuk melakukan perawatan di tempat biasa ia melakukannya.
Geri sudah memberi tahunya bahwa ia tidak perlu belajar hari itu karena mereka akan menghadiri pernikahan papanya nanti.
Carri sedikit takut ketika tiba di tempat itu, karena disana dulu ia dilecehkan, namun begitu masuk ia telah disambut menejer baru.
Sepertinya menejernya telah diganti, Carri berpikir dalam hati dan hanya mngikuti dan menerima setiap pelayanan disana.
Siang harinya, Geri menjemputnya untuk makan siang.
__ADS_1
"Ingin makan apa?
"Aku ingin makan pizza"
"Oke". Geri sebenarnya tidka mengukai makanan sepeti itu karena tidka sehat bagi mereka, namun karena istrinya suka maka ia akan membiarkannya,lagi pula ini pertama kalinya mereka makan pizza.
Setelah selesai makan Carri mengikuti Geri ke kantornya, ia menuju ruang baca dan mendapati bahwa buku disnaa semuanya telah diganti dengan yang baru.
Ia membaca sebuah buku lalu tertidur. Setelah sore Carri terbangun oleh suara Geri.
Mereka pergi ke warung pinggir jalan untuk makan, itu juga adalah permintaan Carri. Carri merasa senang bahwa suaminya tidka gengsi makan di tempat kumuh seperti itu.
Mereka menghabiskan makanan lalu kembali ke apartemen dengan semua penata rias sudah menunggu disana. Ia du make up dengan cantik dan mengenakan gaun pesanan mereka dulu.
Gaun panjang yang berwarna biru dengan renda bunga di sekitar leher turun ke perut.
Ia terlihat cantik di depan Geri hingga Geri bahkan tidak dapat menahan senyumannya ketika memandang istrinya yang cantik sedang berdiri dei depannya.
Ia memandang dengan kagum sebentar sampai ia akhirnya mendekat dan mencium Carri dengan kagum.
__ADS_1
Geri kemudian menuntun Carri turun ke lantai dasar apartemen laku merek abernagkat ke tempat resepsi itu akan berlangsung.
Sepanjang perjalanan Geri memegang tangan Carri dengan lembut dan meremasnya dengan ringan sampai akhirnya mereka tiba.
Geri membuka pintu dan keluar lalu merai tangan Carri dan mernagkulnya dengan erat, ia takut bahwa jepretan kamaera akan menakitinya.
Semua wartawan telah siap dnegan senjata dan langsung mengarahkannya pada pasangan serasi yang baru turun dari mobil.
Suara kamera dan lampu tanpa berhenti berkedip membuat Geri semakin hawatir hingga ia memandang Carri dengan ragu.
Namun ia mala mendapati istrinya tersenyum cantik bersama dua lesung pipitnya yang memamerkan diri diana.
Carri yang merasakan pandnagan suaminya langsung mendongak melihat suaminya sambil tersenyum, itu membuat Geri langsung terkejut karena melihat wajah istrinya seperti itu membuat ia tanpa sengaja tertunduk dan mengecup ringan bibir mungil itu
Ini adalah momen paling menegangkan bagi semua wartawan hingga mereka terkejut dan lupa mengambil gambarnya.
Setelah kecupan singkat itu selesai para wartawan baru sadar dari rasa kejut mereka dan akhirnya baru menyadari bahwa mereka telah melewatkan satu momen paling penting.
Kemudian mereka menyuruh pasangan itu untuk mngulangi momen tersebut karena mereka membutuhkan gambar itu untuk artikel mereka.
__ADS_1
Geri tertawa lembut mendengar ucapan para wartawan. "Jika istriku tidak keberatan"
Sekali lagi para wartawan menjadi heboh karena pengakuan Geri, pernikahan mereka memang belum dipublikasikan, hanya para rekan bisnis dan keluarga yang tau, namun publik belum tau sama sekali bahwa pengusaha muda yang sukses itu sebenarnya telah menikah diam-diam.