
Setelah hari itu Regan tidak lagi menghubungi atau menemui Indah, namun setiap pagi ia akan mendapat kiriman bekal dari Regan dengan sebuah pesan romantis disana.
"Indah mulai kembali seperti semula ia mendapatkan semangat dan senyumnya kembali, bahkan kini ia selalu bersemangat ke sekolah untuk menerima bekal titipan dari Regan.
Setiap hari itu juga Regan selalu bangun pagi dan membantu pelayan membuat bekal untuk Indah.
Bahkan kakek dan pamannya merasa bingung dengan anak itu.
Tapi bibinya dan anaknya Andre merasa resah dengan perubahan Regan hingga mereka kembali menyusunnya rencana untuk menjatuhkan Regan.
Suara ketukan pintu terdengar di tengah percakapan mereka bertiga.
Carri berlalu membuka pintu dan seornag pelayan datang meminta mereka untuk turun karena makan malam telah siap.
Nereka bertiga segera turun untuk makan. Disana sudah ada Kakek, Paman Doni dan istrinya serta Andre.
Carri dan Geri memperkenalkan diri terlebih dahulu pad Bibi dan Andre, kemudian mereka makan malam bersama.
Setelah makan malam mereka duduk di ruang keluarga dan berbincang bersama, itu adalah obrolan ringan yang tidak terlalu lenting.
Kakek hanya sebentar saja mengobrol bersama mereka dan kembali ke kamarnya dia antar oleh pelayan.
Paman doni dna istrinya juga masuk ke kamarnya dan terakhir Andre pamit untuk belajar.
"Kak, disini memang seperti itu, kita harus tidur tepat waktu, atau kalau kalian tidak bisa tidur tepat waktu kalian bisa tetap diam di kamar, Aku akan masuk juga ke kamarku"
"Baiklah, kau juga harus belajar"
"Iya, terima kasih Kak"
__ADS_1
Pasangan itu segera naik ke lantai 2 dan masuk ke kamar mereka. Carri masih duduk di meja dan menyelesaikan tugasnya yang sengaja ia bawa, karena belakangan tugas mereka memang sangat menumpuk.
Geri duduk di atas tempat tidur dan memeriksa beberapa email di laptopnya.
Setelah mereka selesai Carri langsung naik ke tempat tidur dan memeluk suaminya hingga mereka larut dalam mimpi.
Pagi hari pintu kamar mereka di ketuk, seorang pelayan memanggil Carri untuk membantu di dapur.
Carri merasa heran namun tetap mengikuti pelayan itu turun ke dapur.
Disana sudah ada istri pamannya yang sementara memasak. Ia hanya sendirian, bahkan pelayan yang tadi memanggil Carri telah pergi entah kemana.
"Bibi, apa yang bisa ku bantu"
"Kau bangun sangat lambat, apa semua anak muda memang seperti itu, bagaimana kau mengurus suamimu jika kau tidak bisa bangun cepat?
Carri merasa kesal dengan omongan Bibinya itu, tapi ia tetap mempertahankan wajah tenangnya.
Pergi ke kebun dan petik beberapa sayur.
Carri tidak menjawab dan hanya berlalu ke kebun. Karena itu amsih subuh, jadi langit masih gelap, namun ada lampu yang dipasang disana hingga ia bisa lebih muda melihat beberapa sayuran dan memetiknya.
Karena ia tidak tahu jumlah yang disuruhkan Carri memetik lebih banyak, namun ia merasa bahagia ini sepeti memetik sayur yang ia tanam sendiri.
"Kenapa kau lama sekali"
Carri menoleh dan mendapati bibinya sudah ada didekatnya memegang sebuah keranjang.
"Masukkan sayur yang kamu petik kesini, petik juga beberapa sayur di dekat kolam, itu baik untuk kesehatan Kakek"
__ADS_1
Carri melihat sayur yang tumbuh subur di pinggir kolam, ia perlahan memasukkan sayur yang telah ia petik kedalam keranjang dan berjalan menuju sayur yang ditunjukkan padanya.
Ketika ia sedang memetik Bibinya datang disampingnya dan memperhatikannya.
"Bukan seperti itu caranya Kamu harus melepas satu persatu pelepahnya supaya nanti akan tumbuh lagi pelepah yang baru"
Carri mngikuti perintah Bibinya namun ternyata cara seperti itu agak sulit hingga ia sedikit merusak tanamannya.
Bibinya merasa geram dengan Carri dan menunduk melihat lebih dekat pada Carri yang sedang berusaha memperbaiki bagian yang rusak.
Seketika Badan Carri menjadi panas karena berusaha menenagkan pikirannya, bahkan keringatnya sudah muncul di dahinya. Bibinya ini benar-benar menyebalkan.
Carri tidka takut pada bibinya hanya ia takut kakeknya akan marah jika ia tahu Carri telah merusak sayur yang ia pelihara dengan sepenuh hati.
Namun ditengah perjuangnnya ia tersenggol dan kehilangan keseimbangan lalu tercebur kedalam kolam disampingnya.
Carri tidka bisa berenang jadi ia hanya menahan nafasnya ketika ia jaguh dan mencari pijakan, namun ia merasa dirinya telah jatuh lebih dalam, kolam itu benar-benar dalam.
Bibinya merasa kaget dan wajahnya langsung pucat seketika, karena Carri ternyata tidak bisa berenang dan ia bahkan tidak lagi muncul ke atas permukaan. Bahkan air itu sudah tenang namun Carri masih belum muncul.
Kolam itu sangat dalam, dan ada banyak batu yang diletakkan diaana sebagai tempat persembunyuian ikan-ikan, hingga jika ada kesalahan dan kepala Carri terbentu ke batu maka akan menyebkan kecelakaan yang fatal.
Geri telah mencari Carri karena ia merasa bingung istrinya tidak ada di kamar pada jam 4 subuh. Bahkan Carri tidak pernah bangun pada pukul 5 hinngga ia sedikit hawatir, apa lagi mereka tidak sedang berada di rumah.
Namun begitu ia berjalan menuju kolam ia mendengar suara air yang keras seperti ada benda yang tercebur. Geri segera berlari ke arah kolam, karena kolamnya agak jauh di tengah taman hingga ketika ia tiba airnya telah tenang dan hanya ada Bibi yang berdiri disana menatap ke arah kolam.
Tanpa pikir panjang ia segera melompat kedalam kolam. Ia bergerak berenang di sekitar batuan disana namun karena sangat gelap ia tidak dapat melihat apa pun, ia hanya meraba- raba dengan perasaan cemas hingga ia meraih sebuah tangan.
Geri segera bergerak mendekati Carri yang sudah berada didasar kolam, lalu ia memeluk dan membawanya ke permukaan.
__ADS_1
Ketika ia muncul disana sudah ada banyak orang termasuk beberapa pelayan disna telah berkumpul dan menyalakan senter ke arah kolam.