Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 239


__ADS_3

Malam itu ketika Mia kembali, Keti sedang duduk di ruang tamu bersama Deon. Mereka menonton bersama.


Mia masuk dan langsung tersenyum ke arah mereka, tapi kemudian Mia duduk dan mematikan TV yang sedang menyala itu.


Kedua orang yang sedang menikmati film langsung mengerutkan keningnya dan memandang ke arah Mia.


"Aku rasa aku menilai Wixel dengan salah. Hari ini dia mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan masa lalunya. Aku mungkin pernah bertemu dengannya ketika aku masih remaja. Lalu, pria itu menyatakan perasaannya ladaku. Aku merasa biasa saja, tapi ketika ia kemudian berbalik pergi ada sesuatu yang terasa aneh" Mia menjelaskan dengan cepat sambil memandang dua orang itu. Ia berharap akan ada masukan yang ia dapat. Lagi pula ia sedang malas memikirkannya. Ia perlu seseorang membantunya memikirkan persoalan rumit itu.


Keti memandang dengan bingung ketika ia mendengar Deon sudah berbicara "Jangan melakukan apa pun"


Jangan melakukan apa pun? Mia teringat pesan itu. Dari mana Deon mengetahuinya?


Pikirannya melayang ketika ia ingat orang yang selalu mengirim pesan padanya selalu berhubungan dengan seseorang.

__ADS_1


Orang itu selalu memberi saran tentang segala sesuatu yang akan terjadi. Pertama dia diperingatkan untuk tidak mempercayai siapa pun. Kemudian peringatan berikutnya jangan melakukan apa pun.


Ketika ia mengalami kecelakaan, orang yang menyelamatkannya adalah Wixel. Kemudian pesan terakhir, Wixel menyatakan perasaannya.


Apa itu kebetulan?


"Dari mana kamu menemukan kata-kata itu? Maksdudku, baru saja seseorang mengirim pesan padaku. Pesan itu sama persis dengan yang kau katakan. Mia menatap Deon.


"Kapan kau memegang komputerku?" Keti segera melirik aneh ke arah Deon. Setahunya pria di sampingnya tidak pernah menyentuh komputernya.


"Kapan? Makanya jangan tidur seperti bab*! Sekarang lihat kan? Kau tidak tahu kalau aku memeriksa komputermu" Deon menjitak halus kepala gadis itu.


Keti hanya terperangah dan tidak mengubris lagi. Memang ia masih terlalu banyak tidur untuk mengistirahatkan pikirannya. Itu tidak salah sama sekali.

__ADS_1


"Baiklah, saling tatapnya nanti ajah" Mia mendengus kesal melihat Love Bird di depannya. "Alu ingin tahu apa yang kalian sarankan untukku"


Keti tersipu ketika ia mengalihkan pandangannya dari Deon dan kembali menatap Mia. "Memangnya kau tidak ingat apa pun tentang pria itu di masa lalumu?"


Mia menggelengkan keplanya dengan pasrah. Ia sudah berusaha mengingatnya selama perjalanan ke apartemen. Tapi sama sekali tidak ada ingatan apa pun tentang pria itu.


"Tapi kau bilang dia terlihat tulus, mungkin dia memang tulus. Kau bisa mempertimbangkannya. Lagi pula bersama orang yang mencintai kita jauh lebih baik dari pada mengejar orang yang tidak mencintai kita bukan?" Keti dengan senang hati memberi saran.


Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk Mia memulai lembaran baru. Ia selalu tidak tahan setiap kali melihat gadis itu terus tersneyum seperti orang gila ketika menatap foto Andra.


Wanita itu selalu tersenyum menatap bintang di langit menganggap ia sedang bertatapan dengan Andra. Bahkan anak kecil tidak akan percaya lelucon seperti itu!


"Tidak! Aku tidak setuju! Lagi pula Wixel adalah pengusaha sukses yag sudah pandai bernegosiasi dengan mitra kerjanya. Memberikan ekspresi tulus seperti itu sudah biasa ia lakukan. Jangan peecaya!" Deon saja bisa melakukannya selama berbulan-bulan. Apa lagi orang itu!

__ADS_1


__ADS_2