Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 160


__ADS_3

Sialan! Kenapa semua wajah gadis ini memerah. Akan merepotkan membawa mereka pulang nanti! Tapi ia kemudian memperhatiakan tatapan semua gadis itu menuju pintu masuk.


Ken!


Sialan! Ia mimisan!


"Kau baik-baik saja?" Rases segera memberinya sapu tangan. Tapi kemudian ia baru sadar ruangan yang tadinya dipenuhi suara gosip dan tawa menjadi hening bagai kuburan. Dan semua orang terperangah pada satu tempat saja.


"Oh ghost!" Pantas saja lelaki disampingnya ini mimisan tiba-tiba!


Ken muncul dengan menggunakan kemeja hitam lengan panjang yang digulung sampai siku. Satu kancing dibagian atas terbuka dan ia berjalan perlahan masuk.


Semua orang hampir mati menahan nafas menikmati kesempurnaaan yang sedang dipertunjukkan di depan mereka.


"Maaf, aku terlambat" Ken dengan sopan membungkukkan diri. Melihat semua ekpresi orang Ken menahan tawanya. Hanya beberapa orang yang lebih tua yang masih sadar dan mempersilahkan ia duduk.


"Apa dia pemain 'Tempat Terbaik'?"


"Aku rasa benar, aku tidak bisa berkomentar apa-apa, ia membutakanku dalam sekejap"


"Aku rasa aku menyesal telah memilih bergabung di 'senjah Merah' seharusnya aku tahu kalau ada aktor sempurna yang berada di 'Tempat Terbaik'. Aku sungguh iri pada keberuntungan semua gadis disana!"


"Sialan! Seharusnya Ken tidak usah datang hari ini, semua gadis di 'Senjah Merah' tidak berkedip sepanjang Ken melewati mereka!"


"Kau benar, lebih baik menikmati wajahnya di tempat syuting saja, tidak perlu melihat tetesan air liur para gadis itu!"

__ADS_1


Ketika itu Henry menyadari bahwa Mischa sudah lama menghilang. Ia segera berbisik pada Frilia untuk mencarinya.


"Tidak perlu mencarinya, ia sudah pulang" Ken menyelah diantara perkataan Tuan Henry.


"Apa? Mengapa dia pulang terllau cepat?"


"Sepertinya ia datang bulan" Ken mengatakannya tanpa rasa malu.


Seketika semua orang menjadi diam dan terutama para gadis merasa pipinya kepanasan mendengar kelantangan Ken membicarakan datang bulan di tempat umum.


"Baiklah, karena semua sudah lengkap maka mari kita bersulang untuk 'Tempat Terbaik'"


"Bersulang!"


"Hei, ayo bermain turth or dare!"


"Baiklah, kalau begitu putaran pertama akan kita berikan pada sutradara kita" Rases meletakkan sebuah botol di tengah meja.


"Hmm, baiklah" Henry mulai memutar botolnya. Karena terlalu kencang botol itu berputar agak lama.


Kegugupan melingkupi mereka semua. Siapa yang mau mendapat kesialan di putaran pertama!


"Sial! Kenapa mesti aku!"


"Hei ayolah Oming, sekarang pilih tantanganmu!' Rases menyerahkan dua tumpukan kartu pada Oming.

__ADS_1


Oming dengan enggan memilih namun setelah bimbang beberapa saat ia memilih kartu dare..


"Pilih seseorang untuk berciuman selama 10 menit!"


Seketika pipi Oming memerah, ia dikenal sebagai cowok dengan mantan pacar terbanyak, tapi ia tidak memerah untuk membayangkan mencium seorang gadis di meja itu. Ia malah memerah membayangkan memilih Ken sebagai patnernya untuk melkukan tantangannya.


"Hei! Kenapa wajahmu jadi memerah! Apa kau lupa caranya berciuman?" Seketika suasana menjadi hangat karena tawaan semua orang. Para gadis memandang Oming dengan tatapan mencibir.


"Apa yang kau katakan!" Kening oming berkerut "Aku hanya,, ha,, hanya,,"


"Hahaha, lihat bagaimana ia tidak bisa berkata lagi! Ia benar-benar lupa!" Rases merasa senang, dapat membuli Oming!


"Kalau kau tidak tahu caranya aku akan mengajarkanmu! Kemarilah!" Chico menjadi semangat! Akan lebih baik kalau berikutnya Ken yang mendapat giliran!


Karena kata-kata Chico semua orang kembali tertawa "Belajarlah pada Chico jika kau sudah lupa!"


"Ya, kami juga akan memberimu beberapa teori berguna!"


"Tentu saja seperti memulai dengan bermain lidah, atau dengan,,"


Pipi Oming semakin memerah "Siapa yang lupa! Aku hanya,,"


"Kau terlalu banyak berbicara cepat pilih orangnya!" Rases sudah tidka sabaran, ia ingin segera melangkah ke putaran berikutnya!


Sialan! Kenapa aku jadi gugup. Oming melirik Ken yang sedari tadi hanya diam tanpa ekspresi apa pun. Ia tidak mungkin memilih Ken! Apa kata semua orang nantinya.

__ADS_1


Pada akhirnya ia hanya memilih seorang gadis yang sudah lumayan mabuk.


__ADS_2