Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 203


__ADS_3

Akhirnya makanan pertama mereka jadi, omelet telur.


Wixel meletakkannya di atas meja dan memotretnya mendapatkan beberapa posisi yang menarik.


Ia kemudian mengunggahnya di akun media sosial.


Wixel terlihat mengetik beberapa kata sebelum tersenyum puas dan kemudian menyimpan kembali ponsel.


Ketiga orang yang melihat hal tersebut hanya bisa terdiam keheranan.


Wixel memandang ketiga orang di depannya dan tersenyum sambil mengulurkan ponselnya pada mereka. "Mari berteman di akun media sosial"


Tentu saja ketiga orang itu hanya menggeleng tak mau terlibat dengan CEO aneh di depan mereka.


Keti dan Deon sudah cukup melihat kegaduhan sepanjang acara memasak mereka.


Lagi pula makanan yang di buat Deon hanya cukup untuk dua orang. Jadi mereka mundur perlahan meningalkan kedua orang itu.


Mereka mau lari?


Wixel segera mencegahnya dan memanggil kembali "Duduk dan cicipi masakan pertamaku"


Keti hanya berbalik dengan wajah tidak senangnya.


"Kami sudah memasaknya dengan susah payah jadi kalian harus mencicipi" Wixel memberikan sumpit pada kedua orang di depannya.


Keti hanya tersenyum melihat adegan itu. Tentu saja omelet itu tidaklah enak seperti kelihatannya.


Wixel telah kecolongan dengan memasukkan terlalu banyak garam disana.


"Aku sungguh minta maaf, tapi aku alergi telur" Deon segera menyelah. Ia tidak akan pernah mau memcicipi masakan lelaki itu. Dia adalah seorang perebut istri! Lebih parahnya yang direbutnya adalah istri tuannya sendiri.


Bah!! Keti keduluan dengan alasan itu.


Ia menoleh ke arah Deon dengan tatapan melotot.


Katakan sesuatu!


Deon tidak bisa mengabaikan tatapan Keti yang terlalu kejam itu. Ia berdehem sebentar sebelum membuka mulutnya "Nonaku juga tidak bisa makan makanan buatan orang asing, kami akan pergi saja"


Wixel tersenyum mendengar alasan kedua orang itu "Tidak masalah masih ada masakan lain di hari berikutnya. Aku pastikan kami tidak akan memakai telur. Lagi, aku bukan orang asing, tapi aku calon kakak iparmu"

__ADS_1


Ketiga orang disana hanya bisa kembali murka karena perkataan Wixel.


Mia adalah yang paling pertama meletuskan amarahnya " Jangan berbicara sembarangan!" Mia segera mengangkat omelet di meja dan menarik Wixel keluar dari apartemennya. Suara bantingan pintu mengiringi kepergian Wixel.


Beraninya orang itu mengatakan kemustahilan konyolnya. Memang dia pikir siapa dirinya itu? Sedikit pun tak ada bandingannya dengan Andra!


Mia kembali kekamarnya tanpa memperdulikan dua orang yang sedang berdiri dari meja makan melihat adegan tak terduga itu.


"Masalahnya jadi lebih rumit!" Keti bergumam meratapi pekerjaannya yang semakin bertambah.


"Aku rasa kita memerlukan rencana baru", Deon menatap sedih pada pintu kamar yang tertutup itu.


Ia tidak bisa membiarkan dirinya mengecewakan tuannya. Ia telah berjanji melindungi Mia bahkan jika perlu seumur hidupnya.


"Ayo kekamarku" Keti mengajak Deon dengan segera.


Keti duduk di depan komputernya dengan semangat membara. Ada kemarahan di matanya dan otot serta otaknya bekerja dua kali lebih cepat dari biasanya.


Ini adalah masalah serius yang harus di selesaikan dengan cepat.


"Nona, aku rasa kau haru memulai dengan membuat akun palsu milik Mia" Deon dengan segera memberi usul. Mia tidak memiliki akun apa pun di media sosial karena ia terlalu sibuk bekerja untuk biaya hidupnya.


Dan setelah menikah Mia hanya menghabiskan waktunya bersama Keti untuk fokus pada kuliah.


Ini juga adalah keuntungan ketika memikirkan strategi pasar. Lebih bagusnya lagi Wixel pasti melakukan penelusuran untuk akun Mia. Ia akan segera mundur bila melihat fotonya.


Keti mengunggah beberapa foto pribadi milik Mia dan juga foto pernikahannya dengan Andra di jadikan foto depannya.


Beberapa menit mereka selesai pengikutnya sudah bertambah lebih banyak hampir mencapai jutaan.


Deon dan Keti hanya bisa terkgaum melihatnya. Akun Mia bahkan menjadi trending topik sebagai CEO wanita termuda yang mengembalikan kejayaan perusahaan suaminya dalam waktu singkat.


Siapa yang sangka ini semua karena Wixel berada di belakangnya menjadi rekan terbaik.


Keti menutup laman milik Mia dan mencari akun Wixel. "Ini bukan akun baru. Ada foto masa kecilnya dan juga unggahannya di Sekolah Menegah Atas" Keti melihat semua foto milik Wixel sebelum berhenti di sebuah foto masakan. Itu adalah masakan mereka malam ini.


'Dia kembali'


Apa yang dikatakan 'dia kembali'?


"Siapa yang kembali?" Keti mengerutkan keningnya membaca tulisan itu.

__ADS_1


"Mungkin saja itu bermakna 'apa yang kembali'" Deon berkata juga.


Keti mengerti ada sesuatu yang kembali, tapi entah itu orang atau benda atau masa siapa yang tahu. Tulisan itu tidak dapat menjelaskan secara spesifik, jadi mereka terlalu sulit untuk menjawab teka-tekinya.


Mengingat bagaimana Wixel tersenyum sangat bahagia, maka momen itu sangatlah berarti untuknya. Tapi apa yang kembali?


"Emnnh, Nona, cobalah periksa akunnya dengan baik" Deon memberi inisiatif.


Keti tidak membuang waktu lebih lama, ia segera menrikan tangannya diatas keyboard laptopnya.


Ada banyak kenagan yang diabadikan orang itu. Tapi kenangannya berputar pada masa lalunya di masa Sekolah Menegah Atas.


Tapi Keti dan Deon tidak bisa tingal diam dan harus mencari tahu apa arti dari kalimat itu.


Dengan cepat Keti menelusuri akun Wixel. Terlalu panjang untuk melihat semua potingannya, tapi kemudian mereka menghabiskan waktunya untuk menelusuri namun apa yang mereka cari tidak ditemukan.


Mereka hanya bisa menelan ludah karena keggagalan pencarinannya.


Siapa yang bisa menyaingi Wixel dengan kekayaan terbesar di usia mudanya. Karena ia besar di luar negeri maka ia tidak banyak memiliki kenangan di ibu kota. Bahkan dalam sejarah akunnya, tidka ada sekali pun di sebutkan kalau ia kembali ke Ibu Kota.


Keti memijit pangkal hidungnya memikirkan dari mana datangnya orang itu. Wixel bukanlah orang yang dengan mudah mereka singkirkan. Akan ada banyak cara baginya untuk terus menempel pada Mia sampai ia mendapat yang diinginkannya.


Kalau orang itu mengincar harta, maka jelas hartanya sudah sangat melimpah untuk menghidupi tujuh turunan.


Hanya ada satu alasan yang bisa dipastikan bahwa Wixel benar-benar mengincar Mia untuk menjadi kekasih atau apa pun itu.


Mereka tidak bisa memikirkan kemungkinan lain selain itu. Tapi dengan spekulasi itu bagaimana bisa seorang pemuda kaya raya menginginkan Mia?


Ada banyak wanita kaya raya yang jauh lebih baik dari Mia. Tapi mengapa harus Mia?


Dari mana pula Wixel mengenal Mia hingga dengan rela ia meningalkan seluruh kejayaannnya di luar negeri dan kembali ke Ibu Kota untuk seorang perempuan saja?


Namun tidak peduli bagaimana mereka berkenalan, atau bagaimana Wixel bisa tertarik pada Mia, lebih buruk lagi lelaki itu benar-benar membuang waktunya untuk datang ke Ibu Kota demi satu perempuan.


Orang itu pun datang di waktu yang tepat. Ia datang ketika Mia sangat sters dengan keadaannya yang hancur. Kemudian Wixel menolongnya memperbaiki saham perusahaan.


Meski hal seperti itu snagat wajar untuk bekerja sama dengan perusahaan besar, tapi waktunya terlalu mencurigakan.


Ketika semua perusahaan menarik kerja samanya, Wixel malah datang menawarkan kerja sama yang sangat menguntungkan. Bahkan bisa membalikkan keadaan dalam sekejap.


Siapa yang tidak akan luluh pada malaikat penolong sepeti itu?

__ADS_1


Keti menggelengkan kepalanya. Ia tidak bisa berpikir jernih saat ini.


__ADS_2