Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 133


__ADS_3

"Ai,, kau hampir terlambat? Keti memperhatikan mia yang duduk di sebelahnya, ia masuk bersamaan dengan dosen.


"Aku melupakan naskahnya jadi aku kembali mendapatkannya dulu", Mia berbisik dengan santai sambil menyiapkan peralatan kuliahnya.


Keti ingin bertanya lagi tapi ia kemudian menahannya karena kelas telah dimulai.


Sepanjang malam ia tidak bisa tidur karena memikirkan Mia menulis alurnya. Seharusnya kemarin ia menginap di rumah Mia agar ia bisa melihat secara langsung bagaimana Mia merubah alur ceritanya. Tapi yang paling penting ialah Mia harus mendapatkan pemeran utamanya.


Kelas selesai dengan cepat dan mereka berkumpul di aula untuk membicarakan drama yang akan mereka perankan.


Dalam acaranya nanti bukan hanya drama, ada beberapa tarian dan musik, semua diperuntukkan untuk menghibur anak-anak panti asuhan. Mia Keti dna Deon mendaftar untuk drama karena hanya peetunjukan itu mereka bisa terus bersama.


Mia tidak memperlihatkan pada siapa pun alur cerita yang ia rubah hanya pada Pak agus saja. Hal ini membuat rasa penasaran Keti meningkat tajam.

__ADS_1


"Kenapa kau bahkan merahasiakannya dariku?" Keti berkata dengan kesal.


"Pada akhirnya kau juga akan tahu"


"Bah, sekarang kau sudah bemain rahasia denganku? Apa aku masih berarti bagimu?" Keti tidak sabaran karena ia harus memastikan rencananya tersusun sempurna.


"Omong kosong apa yang kau katakan itu huh? Jangan mengada-ngada dan tunggulah sampai Pak agus memberi tahu kita" Kalau ia mengatakan rencananya pada Keti maka jelas Keti tidak menyukainya, dan ia tahu pasti keti memiliki rencana lain dibalik tingkahnya yang terlalu aneh, meski ia tidak bisa menebak rencana itu tapi ia perlu membalas kelakuan Keti supaya dilain waktu tidak terjadi hal seperti ini lagi.


Keti tidak perlu menunggu lama karena Pak Agus langsung datang dan memberi mereka hasil kopian naskah dramanya.


"Hah? Peran apa? Kau menjadi putrinya kan?" Keti sungguh tidak sabaran ia bahkan keringat dingin mengetahui kalau Mia telah memilih perannya sendiri.


"Tentu saja aku akan jadi putri" Mia berkata dengan bangga.

__ADS_1


Seketika kegugupan Keti menghilang diganti senyuman, rencananya akan berjalan baik, sungguh Mia mengerti dengannya. "Kalau begitu aku tidak peduli dengan alurnya lagi" Keti membuang naskah ditangannya.


Mia melirik pada Keti dengan senyum tulus yang direkayasa. Ia berhasil mengelabui Keti dan jika saatnya tiba nanti Keti akan makin kesal sehingga ia bisa tertawa bahagia di depan Keti mengejek saudarinya yang nakal itu.


Sementara Deon melihat mereka dengan tatapn aneh, ia bingung dengan dua gadis itu, mengapa mereka harus memerankan putri sedangkan pangeran lebih menantang untuk diperankan.


Pada akhirnya Keti hanya memilih menjadi tata rias, ia tidka perlu menghapal naskah dan hanya berkerja di belakang panggung. Dengan berada di belakang panggung ia juga tidak perlu bersusah payah mengikuti latihan secara teratur.


Ia bersantai di pojok ruangan sementara semua orang sedang memperebutkan peran yang mereka inginkan.


Karena dramanya berubah alur ke masa modern maka tidak terlalu susah mencari kostum, mereka hanya memikirkan bagaimana sang putri dan pangeran bisa terlihat serasi, apa lagi mereka perlu membuat wajahnya mirip dalam pakaian putri.


"Pak, saya bisa make up kok, tapi bolehka saya yang memilih pemeran putrinya, ia harus memiliki struktur wajah yang hampir mirip dengan saya" Mia mengajukan usul dengan cepat karena ia yang membuat naskahnya maka ia lebih mengetahui kebutuhan drama yang ia buat.

__ADS_1


"Baiklah, aku tidak perlu meragukanmu karena aku cukup terpukau dengan cerita yang kau buat" Pak Agus melangkah mudur mencari tempat yang baik untuk mengawasi mereka, sedangkan Mia mengambil alih semua pekerjaan.


__ADS_2