
Penikahan adalah sebuah momen sakral dimana dua orang yang mencintai mengikat janji suci untuk setia di depan Tuhan dan jemaatnya. Tuhan tidak pernah menghendaki perceraian karena adalah sebuah dosa mengingkari sebuah janji yang dibuat di depannya, sebuah dosa untuk memisahkan yang telah diikat oleh Tuhan.
Mia selalu berpegang teguh pada keyakinannya untuk menikahi seorang yang ia cintai, tentu saja pria itu juga harus mencintainya. Tapi agan-angannya telah hilang sejak ia dipersatukan dengan Andra, orang yang tidak ia cintai. Jangankan mencintainya, saling mengenal saja tidak.
Jika saja Andra benar memiliki kekasih maka setidaknya ia bisa mempertahankan hubungan mereka dan menolak pernikahan yang telah diatur oleh keluarganya hingga Mia tidak perlu menderita seperti ini. Ia masuk dalam lingkungan yang salah, masuk dan terikat tanpa bisa melepaskan diri, ketika ia mencoba maka semakin kuat ikatannya dan membuatnya semakin sakit.
Tetap berpijak pada tempat dimana ia berada sekarang maka perlahan ia akan hancur karena tidak mampu bertahan dan beradaptasi.
Mia pun merasa bingung mengapa hatinya sakit setelah tahu bahwa Andra memiliki kekasih, sedangkan ia, pernahka ia menginginkan laki-laki itu? peetanyaan sederhana tapi sulit untuk ia jawab. Tapi yang jelas ia harus membencinya karena lelaki itu tidak memiliki perilaku yang baik, semua yang dilakukannya pada Mia adalah keburukan.
__ADS_1
Andra telah merampas masa mudanya dan tentunya masa depannya, ia merampas kehormatannya, kehidupannya yang bebas dan terutama kebahagiaannnya. Tapi perasaannya entah bagaimna hingga saat ini ia sangat marah mengetahui fakta Andra memiliki kekasih.
Mungkinkah mereka memiliki keterikatan batin, atau dikehidupan sebelumnya mereka pernah bertemu. Entah apa pun itu jelas Mia harus mengurus masalah hatinya lebih dulu dan mengikuti logikanya, meski mereka tidak bisa bercerai tapi Mia masih bisa memilih jalan lain dengan bahagia bersama dirinya sendiri tanpa memaksa orang lain ikut bahagia bersamanya.
"Aku rasa Ai tidak pergi mandi" Keti berbicara dengan nada yang lesu, jelas Mia akan sakit hati karena telah dibohongi berkali-kali, ia dihianati.
"Liburan pantatmu!! Lihatlah Mia sedang menangis dan kau disini sedang berpikir untuk liburan, dimana otakmu itu huh? Dasar kacung tak berguna! Keti membuka laptopnya dan kembali menyelidiki hubungan antara Nari dan si kutub utara.
Jelas ia tidak yakin kalau si kutub utara yang dingin dan ber EQ rendah itu memiliki kekasih, paling tidak dia harus memperbaiki dulu hubungannya dengan keluarganya terutama dengan adik satu-satunya ini.
__ADS_1
Entah bagaimana tapi Keti yakin rumor itu hanyalah sebuah kebohongan belaka yang diciptakan Nari untuk mencapai puncak dalam karirnya. Namun kepalanya juga ingin pecah memikirkan siapa yang memberi uang bulanan yang sangat banyak pada Nari untuk berfoya-foya menjalani hidupnya, siapa pula yang bisa menghapus rumor yang beredar dalam hitungan menit, ia bahkan merencanakannya dengan matang dan sengaja menyebarnya di seluruh tempat agar tidak mudah dihapus. Kalau bukan kakaknya, apakah ada orang lain yang bisa melakukannya.
Karena teka-tekinya sangat buram maka mereka harus bekerja lebih keras untuk menyelesaikannya. Ini demi Mia, jadi pasti mereka akan menemukan jalan keluar yang tepat.
Mia sudha selesai melampiaskan emosinya jadi ia segera berpakaian dan bergegas menghampiri kedua ornag yang sednag menunggunya. "Apa aku mandi terlalu lama?
"Kami lapar" Keti sengaja mengalihkan perhatian suapaya mereka tidak membahas si kutub utara lagi.
"Nona, mengapa kau tidak mengatakannya sejak tadi aku akan memesan makanan sekarang" Deon sangat bersemangat karena ia selalu bangga jika bisa melakukan sesuatu untuk kedua gadis itu.
__ADS_1