Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 74


__ADS_3

Setelah beberapa saat Carri menjadi tenang dan melepaskan pelukan adiknya, Regan tidak tahan melihat wajah sembab Carri dan menghapus air matanya dnegan lembut.


"Kak kau harus bahagia ini adalah hari ulang tahunmu"


Carri mengangguk dan kemudian mereka berjalan ke arah sofa, ia menerima banyak ucapan selamat dari semua keluarga ynag hadir.


Kakek Bambang juga ada disana hingga ia duduk disampinya.


Tiba-tiba lampunya kembali mati dan nyanyian selamat ulang tahun bergema di ruagan itu.


Suara khas yang sangat dirindukan oleh Carri, suara yang ingin ia dengar akhinya ada disana.


Carri berdiri dan melihat sekeliling, hanya ada seorang yang berjalan kearahnya membawa kue ualnag tahun.Tapi itu bukan Geri itu adalah mamanya.


Carri berusaha tenang, namun air matanya tetap mengalir di kedua pipinya.


Gen menuntun Sari ke depan, sedangkan Carri dituntuk oleh kakeknya. Mereka berdiri di depan dengan mamanya mengang kue di tangannya.


Carri tidak fokus pada kue dan juga lilinnya ia fokus ke arah suara yang sendang menyanyi merdu, ia mengusap air matanya namun kemudian air mata yang baru kembali mengalir di pipinya.


Semua orang bernyanyi tiup lilinnya dan Carri hanya melihat kue itu dengan tagapan kosong.


"Buat permohonan sayang"

__ADS_1


Sari segera melipat tangannya dan berdoa meminta permohonan, sedangkan Carri hanya bengong melihat lilin yang menyala diatas kue.


"Sayang"


"Iya Ma"


"Buat permohonan"


Carri segera mengerti dan menghapus air matanya sambil melipat tangan ia berdoa agar suaminya kembali padanya dalam keadaan baik saja. Ia tidak mengharapkan apa pun hanya suaminya, hanya rumahnya, belahan jiwanya.


Carri membuka matanya dengan air mata yang langsung tumpah ruah, mamanya melihat itu tapi ia tidak bisa mengahpus air mata putrinya karena ia sedang memegang kue.


Carri yang menyadari tatapan mamanya dan langsung mengahapus air matanya dengan kasar dan menanksa untuk tersenyum, tapi pada saat senyumnya mekar air matanya kembali tumpah.


Mereka meniup lilin besamaan. Segera lampunya menyala namun tidak ada suaminya di meja tempat mike diletakkan. Disana hanya da HP yang speakernya diarahkan ke mike.


Sari dan Carri memotong kue ulang tahunnya dengan Sari tersenyum bahagia dan Carri masih tidak berhenti mengalirkan air matanya. Mereka memnyuapi satu persatu orang yang ada disana.


Setelah itu ornag-ornag berbincang kecil, namun Carri tidak memperhatikan apa yang mereka bicarakan ia hanya memegang ponselnya menatap layar hitam dengan air matanya meluncur turun ke pipinya.


Matanya sudah terasa perih karen terus menerus menangis namun ia juga tidak bisa berhenti menangis.


Beberap saat pintu terbuka dengan pelan, seorang pria dengan jas putih berjalan masuk dengan seikat bunga mawar di tangannya.

__ADS_1


Carri tidak memperhatikannya dan hanya menunduk ke arah ponselnya.


"Apakah HPnya lebih menarik dari pada aku?


Carri tersentak mendengar suarah indah itu kembali bedengung ditelinganya. ia kaget dan meboleh ke sumber suara mendapati suaminya sedang tersenyum lebar padanya.


Wajah yang dirindukannya sudah ada didelannya siap untuk ia peluk.


Segera ia berdiri memeluk suami tercintanya. Ia memeluk dengan erat seperti takut akan ada yang merebutnya, air matanya kembali mengalir membasahi jas putih yang digunakan Geri.


Geri mengelus rambut istrinya dengan lembut dan membiarkan Carri tenang lebih dulu hingga akhirnya ia menarik dagunya dan melihat wajah istrinya yang lembab.


Ia menghapus air mata istrinya dengan lembut lalu mengecupnya, hanya itu Carri langsung tersenyum dan kembali mememluk suaminya dengan erat.


Geri tersenyum bahagia dengan tingkah istrinya ia kemudiag mengangkat Carri dan membawanya duduk di sofa yang masih kosong.


Ia mendudukkan Carri disampingnya dan merangkul bahu istrinya kedalam pelukannya.


Bunga yang ia bawa hanya berakhir di atas meja.


Mereka kemudian makan malam bersama sambil bercerita. Carri masih setia memeluk suminya hingga akhirnya Geri dengan lembut menarik Carri dari pelukannya dan menyuapinya.


Semua orang yang ada disanaa melihat mereka dengan tersenyum, cinta diantara pasangan itu terlihat begitu tulus hingga membuat bebrapa jomlo yang ada disanaa menjadi kesal.

__ADS_1


__ADS_2