Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 37


__ADS_3

Carri tiba di apartemen mendapati lampu disana telah menyala.


Ia sedikit heran karena setahunya ia mematikan semua lampu sebelum meninggalkan rumah. Bahkan ia ingat tadi pagi ia mengecek dua kali untuk memastikan. Semua tirai juga telah di tutup dan buku yang tadi malam diletakkan Carri diatas meja sudha hilang.


Ia berpikir bahwa mungkin seornag pembantu telha datang dan menyalakan lampu rumah.


Setelah masuk ia berjalan ke kamarnya dan membuka pintu namun ruangan itu masih gelap.


Ia kemudian meraba dinding untuk menyalakan lampu, namun tiba-tiba sebuah tangan memegang nya dan pinggangnya di rangkul menuju badan seorang laki-laki.


Ia tetap tenang karena ia tahu itu adalah suaminya. Dalam ingatannya telah tertanam aroma tubuh khas suaminya hingga ia hanya tersenyum lalu membalas pelukan suaminya dan menyandarkan kepanya di dada bidang suaminya.


Ia menikmati aroma dari tubuh suaminya dan emnarik nafas panjang beberapa kali untuk memenuhi paru-parunya dnegan aroma suaminya.


"Kamu tidka takut? Geri bertanya dengan mengubah suaranya.


"Kenapa harus takut pada suami sendiri"


Geri terkejut bahwa istrinya bisa mengenalinya tanpa melihat wajahnya.


"Kenapa lama sekali pulangnya, kamu menyiksaku dengan rindu tau! Carri mencubit ringan pinggang suaminya.


"Maaf sayang, lain kali aku akan pulang lebih cepat"

__ADS_1


Carri kembali mencubit pinggang suaminya dan semakin mengeratkan pelukannya.


Perlakuan kecil Carri telah membangkitkan gairah yang tertahan selama hampir satu minggu itu lalu ia mengangkat tubuh Carri dan melemparkannya ke atas ranjang.


Ia menindih dan melahap habis bibir mungil istrinya dengan nafsu. Itu berlangsung lama hingga mereka kehabisan nafas dan menghentikan ciuman itu.


Geri tidak tinggal diam dna segera turin ke leher Carri, mengecup dengan lembut membuat tanta-tanda kepemilikan disana. Tangannya tidak tinggal diam dan dengan lincah masuk ke selah baju Carri. Tidak puas ia kemudian merobek gaun milik Carri dan membuangnya ke lantai.


Ia kembali mencium bibir Carri lalu membuka paha carri dengan kedua kakinya lalu menggosokkan kejantanannya yang kini telah menegang dengan sempurna di sekitar liang Carri.


Carri masih memakai CD dan BH hingga itu tidak membuat puas Geri hingga rebekan tersenganr di dari badan Carri.


Kepolosan Carri sudah di depan mata, meski lampu disana tidak menyala dan hanya sedikit cahaya dari luar yang menjadi penerang, namun iru mala membuat mereka semakin ganas.


Geri meremas sala satu payudara Carri dan tangan yang lain mengulur kebawah merasakan kebasahan istrinya.


Ia meraba dan memainkan milik Carri tanpa henti hingga a sudha tidka sabar untuk bersatu dengan tubuh istrinya.


Ia bangkit melepas semua pakaiannya lalu kembali mecumbu Carri dengan liar.


Tanpa menunda lebih lama ia kemudian menyelesaikan permainannnya dnegan cepat lalu beristirahat sebentar untuk beberapa ronde berikutnya.


Carri telah pingsan karena tidka kuat menahan gairah dan dorongan Geri hingga ia tidak adar bahwa mereka sudah berendam.

__ADS_1


Setelah ia sadar, ia merasakan kulit suaminya dibelakangnya yang polos dengan tangan Geri melingkar di pinggangnya.


Ia kemudian menoleh ke belakang mendapati wajah suaminya yang tampan dan basah.


Segera Geri ******* kembali bibir yang selalu membuatnya candu. Ia baru melepaskannya stelah nafas mereka telah habis, kemudian ia menggosok seluruh badan Carri dan juga badannya sendiri. Setelah selesai ia membawanya ke ranjang.


Ia membaringkan Carri di tempat tidur lalu mengambil kotak obat.


"Buka kakimu"


Wajah Carri langsung memerah padam mendengar ucapan Geri lalu ia semakin merapatkan kakinya.


Geri tersenyum melihat tingkah Carri lalu mendekati Carri dan membuka paksa kakinya.


Carri langsung memalingkan wajahnya, namun merasakan sesuatu yang dingin diantara pahanya yang panas akhirnya ia memandnag suaminya.


Geri tengah mengoleskan salap ke daerah intim Carri yang kini telah merah dan bengkak akibat perbuantannya.


Setelah selesai ia mengambil baju dan memakaikan pada Carri dan dirinya sendiri.


Kemudian ia mngeringkan rambut istrinya yang masih malas bergerak itu. Dengan lembut ia melakukannya dan sesekali mencium kening istrinya


Kemudian ia memperbaiki posisi tidur Carri dan memeluk Carri dnegan erat sambil memberikan beberapa kecupan pada istrinya itu.

__ADS_1


Mereka lelap dalam mimpi dengan perasaan puas karena rindu mereka telah terbayar oleh pertemuan yang indah itu.


__ADS_2