
"Bau apa ini Ei?
Keti mengendus dan mengenali bau gosong, "Gosong" Keti melihat ke arah panggangan dengan daging yang telah gosong terbakar api dan Deon sedang menatap daging itu seperti anak kecil polos yang tidak mengerti apa itu gosong. "Kacung!!! Apa kau gila kenapa kau tidak membalikan dagingnya dan mematikan apinya, lihat dagingnya telah gosong! Apa kau mau memberi kami makan daging gosong?
Mia segera mengangkat dagingnya dan membuangnya ke tempat sampah sementara Keti menyiram ke baranya supaya apinya mati. Ia mengalihkan pandagannya pada Deon yang berdiri disana menonton mereka tanpa reaksi apa pun, tidak berniat membantu. "Kacung!!!!! Apa kau sekarang menyuruh kami melayanimu, harusnya ini menjadi tugasmu, mengapa kau hanya mengawasi kami saja?" Melihat Deon tetap diam dan sedari tadi tidak mengalihkan pandangannya dari alat pemanggang membuat Keti makin jengkel, benar-benar kacung yang tidak bisa diandalkan.
"Hei deon? Kau kenapa?" Mia sudah tidak tahan dengan teriakan Keti tapi ia lebih penasaran dengan Deon yang seperti kehilangan jiwanya, bahkan ia tidak menyahut atau pun membantah Keti seperti biasa.
"Hei kacung mengapa kau seperti mayat hidup, bicaralah" Keti menepuk keras punggung Deon, ini sudah terlalu dan sangat keterlaluan.
__ADS_1
"Nona, akhirnya kau membiarkanku bicara? Deon tersenyum bahagia sambil memandangi kedua gadis didepannya.
"," Kacung ***** @~@
...
"Kau bilang Andra menyiapkan semuanya secara khusus mengapa ia tidak datang di rapat yang penting seperti itu?
"Tenanglah Nari, aku akan mencari tahu, dan bukankah sudah kukatakan kalau ia sedang menyiapkanmu untuk sebanding dengan posisinya supaya kalian bisa terlihat di depan umum. Kalau ia melakukannya sekarang maka orang-orang bisa mengatakan kalau kamu hanya mendapatkan posisi karena Andra mendukungmu dan bukan karena kemampuanmu"
__ADS_1
Nari memandang sinis pada Rin, sungguh asisten yang bodoh, bukankah semua orang di perusahaan tahu kalau ia adalah kekasih Andra, mengapa harus menyembunyikannya lagi dari media dan peduli tanggapan orang lain.
Meski pun hanya orang dalam industri hiburan dan pegawai seluruh tempat dibawah naungan perusahaan Andra yang tahu bahwa Nari adalah kekasih Andra tapi tetap saja ia ingin mengumumkannya pada semua orang supaya tidak ada yang berani menindasnya lagi, contohnya adalah dua orang yang tidak tahu diri, Keti dan Mia.
Ia tentu tidak mau kehidupannya menjadi buruk karena ada orang yang merasa paling tahu dan kemudian lupa dimana posisinya sebenarnya hingga berani melangkahi haknya sebagai kekasih Andra, ia tidak penah mengijinkan orang seperti Mia bahkan hanya bertatap muka dengan Andra apa lagi saling bersentuhan.
Dari sudut pandang mana pun Mia bukanlah tandingannya, tapi hatinya tetap saja merasa buruk memikirkan bagaimana Mia bergandengan dengan Andra untuk sebuah acara yang dihadiri oleh seluruh orang penting. Buakankah mengungkapkan identitasnya pada dunia akan membuat wanita seperti itu tidak berani mendekat pada kekasihnya.
"Nari, apa yang kau pikirkan, kau tidak berniat untuk mengungkapkannya ke media bukan? Itu adalah tindakan yang buruk, reputasimu akan jatuh nanti" Rin sudah mulai hawatir kalau Nari sampai bertindak sembarang, selama ini mereka tidak mengungkapnya karena ingin melindungi reputasi Nari di mata orang lain.
__ADS_1