Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 134


__ADS_3

"Maaf, aku terlambat" Sari datang bersama sahabatnya Ketrin. Dengan balutan gaun yang elegan dan penampilan yang paling memukau ia berjalan sambil mendongakkan wajahnya melihat dengan angkuh.


Mia mengerutkan keningnya, satu lagi orang sok tahu yang akan mengacaukan hari bahagia mereka. " Tidak masalah kami baru akan memulai" Mia menjaga emosinya sambil tersenyum sopan dan menyerahkan naskah di tangannya pada Sari. "Ini adalah naskah untuk dramanya, kamu bisa bergabung dengan memilih peran yang paling cocok untukmu, kecuali dengan pangeran dan putri, kami telah menentukannya.


Sari membaca sekilas naskahnya dan tersenyum penuh arti "Kau bilang putri dan pengerannya sudah memiliki pemerannya? Siapa?" Sari bertanya tanpa menghilangkan keangkuhan di wajahnya, ia adalah mahasiswi jurusan kesenian khususnya seni drama.


"Ya, putrinya akan diperankan oleh Atrin, dan pangerannya aku yang memerankannya" Mia berkata apa adanya berharap Sari mau mengerti, meski pun ia tahu bagaimana kepribadian Sari, tapi ia jelas memberi kesempatan pada Sari untuk memperbaiki sifatnya.


"Apa katamu? Kau sudah gila? Bagaimana kau berperan menjadi laki-laki, kau harus menjadi putri bagaimana pun caranya!" Keti membantah dari pojokan sambil berjalan menghampiri Mia. Sial, kali ini rencananya akan berantakan kalau ia membiarkan Mia berperan sebagai Pangeran. Lagi pula bagaimana pangeran akan diperankan oleh seorang gadis manis seperti Mia, tidak boleh!

__ADS_1


Sari tersenyum getir, "Benar kata temanmu, kau cocoknya menjadi putri dan biarkan aku yang menjadi pangerannya, bukankah itu lebih baik? Kalau begitu kita akan berlati besok pukul 10 semuanya datang tepat waktu" Sari menoleh ke arah Mia "sisanya aku serahkan padamu, aku mengandalkanmu"


Semua orang tertegun, entah dari mana datangnya orang sok tahu ini hingga ia berbicara seperti orang yang paling dihormati, dan merasa kalau dunia harus mengikuti kata-katanya.


"Hei kau!!!" Keti sudah emosi dan merasa perlu mengeluarkan kekuatannya untuk mencabik Sari.


Sari tidak suka di bentak, jadi ia merasa jengkel pada gadis di yang memiliki suara melengking. Ia menghetikan langkahnya dan berbalik memandang Keti, "Siapa? aku? Berani-beraninya kau berteriak padaku, kau tidak mengenalku?


"Kau! Jaga bicaramu, aku bisa membuatmu berlutut minta maaf di kakiku hanya dalam sekali bicara,," Api emosi yang tersulut membuatnya berbicara tanpa memperhatikan lagi reputasinya. Paling tidak disini tidak akan ada yang berani membuka mulut karena mereka jelas tahu dengan siapa mereka berhadapan, tapi satu orang gadis ini, beraninya dia.

__ADS_1


"Sari, hentikan, kita akan terlambat lagi di pertemuan berikutnya, aku sungguh tidak mau kehilangan kesempatan ini" Ketrin berbicara dengan lembut seraya memegang tangan Sari agar emosinya kembali reda.


Merasakan tangan lembut Ketrin menyentuhnya dan mendengar kata-kata yang diucapkan Ketirin Sari langsung mengatur nafasnya "Kau beruntung kali ini, tapi lain kali jangan berpikir kau bisa lolos" Sari segera keluar dari aula bersama Ketrin dengan langkah panjang dan percaya diri.


"Dia pikir aku ini takut" Keti mencemooh sambil mengalihkan pandangannya pada Mia. "Apa yang akan kita lakukan?


"Mari lihat apa yang terjadi besok, kita masih memiliki banyak peran lain kok" Mia mengalihkan pandangannya pada naskahnya dan lanjut membagi perannya.


"Hei, kau benar-benar mengalah pada wanita itu, dia terlalu songong dan jelas ia tidak bisa diandalkan"

__ADS_1


"Biarkan saja jika ia mau" Mia tersenyum menguatkan pada Keti.


Ini pertama kalinya mereka akan mengalah pada orang lain, jelas selama ini semua berada dikendali mereka, siapa yang berani melawan dua gadis paling keren di kampus. Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan lihat dan tunggu gadis songong itu dilenyapkan.


__ADS_2