Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 85


__ADS_3

Geri mengetahui semua perkembangan yang terjadi dan dnegan cepat bertindak membeli semua saham di Agensi Z dan kemudian menjadikannya miliknya.


Ia harus memperhatikan bagaimana keadaan semua orang yang bekerja disana, namun ini akan menjadi tantangan besarnya dalam mengelolanya.


Dengan bantuan orang kepercayaannya kantornya ia bernafas lega. Semua orang yang berkaitan dengan isiden yang terjadi akan dikeluarkan dari sana, dan karena banyaknya model yang berperikaku buruk maka perlu dilakukan beberapa perubahan.


Segera Geri memerintahkan orang kepercayaannya untuk mengumumkan berita itu pada publik. Lantas berita itu membuat publik mendukung Geri dan sekali lagi pujian pada pasangan itu meningkat tajam.


Beberapa orang yang sudah pasrah karena akan kehilangan pekerjaan akhirnya bisa bernafas lega dan kemudian memberi beberapa dukungan pada Geri lewat akun media sosialnya.


Malam harinya Sari tersadar dari pingsannya dan mendapati mamanya masih setia menunggunya.


Di sofa kamarnya juga ada ayahnya yang duduk membaca berita online.


"Kau sudah sadar Nak?


Sari tidak tahan mengingat kejadian yang menimpahnya hingga ia bangun dan langsung memeluk ibunya.


"Ma, maafkan aku"


"Tidka ada yang perlu dimaafkan, ini bukan salahmu"


Sari terus menangis hingga akhirnya ia tenang, Megan menyuruhnya makan lebih dulu hingga akhirnya Sari berendam sangat lama untuk menghilangkan stres.


Setelah selesai ia kemudian meraih HPnya yang layarnya telah retak, meski begitu masih bisa di gunakan untuk melihat beberapa berita online.


Ia tediam melihat berita bunuh diri Gen dan langsung menagis kenbali sampai akhinya ia membuak HPnya lagi dan melihat seluruh berita tentang pengalihan agensi Z.


Karena semua kejadian itu ia merasa kalah, ia frustasi bahwa dirinya hanya tidak berguna dan kini ia telah dihianati kekasihnya.


"Carri, ini semua salahmu"


Kebencian dalam hati Sari kembali muncul. Sejak kemunculan Carri hidupnya menjadi berantakan, bahkan satu per satu milikknya siudah diambil oleh Carri.

__ADS_1


Dulunya dia tidak pernah memiliki hari yang berat tapi setelah kehadiran Carri ia sudah mengalami beberapa kejadian menjengkelkan.


Degan begitu Sari semakin benci pada Carri dan berniat melakukan apa pun untuk menghancurkan adiknya itu.


Satu minggu setelah itu Carri menjalani harinya seperti biasa dan perusahaannya semakin mengalami kemajuan hingga ia rekeningnya sudah terisi uang hasil kerja kerasnya sendiri.


Akhir pekan ini ia dan suaminya akan pergi ke rumah tua untuk merayakan ulang tahun kakeknya.


Carri sudah merapikan semua barang bawaan dan siap untuk dipindah ke mobil. Mereka akan berangkat terpisah dengan orang tua Carri.


Saat mereka tiba Regan sudah menyambutnya di depan dan mereka berjalan masuk bersama.


Carri sudah trauma dengan kebun belakang rumah sejak kejadian yang menimpahnya hingga ia tidak pergi menemui kakeknya yang sedang berada di kebun.


Mereka hanya duduk di ruang keluarga dan Regan memanggil kakek untuk menemui mereka.


Geri duduk sambil memegang tangan Carri dengan hangat "Kau tidak lelah?


"Hei kau pikir istrimu ini sangat lemah?


"Maafkan aku, aku hanya teringat kejadian terkhir kali kita disini"


"Aku akan selalu disisimu"


"Makasih sayang"


"Dimana yang lain?


"Oh Kakek, mereka masih dalam perjalanan"


"Kenapa tidak berangkat bersama?


"Ini karena aku sudah sangat merindukan Kakek"

__ADS_1


Carri tersenyum manis pada kakeknya sambil bangkit dan memeluk hangat kakeknya.


"Kakek juga merindukanmu"


Mereka berbincang sebentar sebelum Carri pamit untuk istirahat karena lelah akan perjalanan mereka yang panjang.


Ketika tiba di kamar mereka semua barang sudah ada disana dan Carri hanya langsung membaringkan tubuhnya ke atas ranjang.


Geri tidak mau kalah dan ia memeluk istrinya sambil memberi beberapa kecupan di pipi Carri.


"Kita harus mengambil foto"


Carri meraih ponsel di meja dan mengambil sebuah gambar mereka.


"Cantik, ayo kita perbesar gambar ini dan kita pajang di kamar"


"Sayang, tidka ada tempat lagi kau memenuhi semua ruagan dengn foto kita"


"Huh? Kita masih bisa menambah rak untuk pajangan foto"


"Aturla sesukamu, ayo tidur"


"Sayang"


"Mm"


"Sayang"


"Mmmmm"


"Sayang!!!


Geri merasa kesal dengan istrinya dan bangkit menindihnya.

__ADS_1


"Kau harus mendapatkan bagianmu huh!"


__ADS_2