Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 129


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa lama akhirnya kedua orang itu turun juga dari lantai atas. Ia tersenyum melihat dua orang itu tersenyum bahagia, tapi belum lama ia menikmati kebahagiaannya, Keti sudah menghancurkannya dengan suara melengkingnya yang menggunakan nada tinggi.


"Kacung!!! Mengapa kamu datang terlambat, kau terlambat 5 menit tahu! Keti berjalan ke arah Deon dan memukulnya melampiaskan kekesalannya.


"Oh, Nona, maafkan aku, macett" Deon berusaha menghindar dan bersembunyi di belakang Mia, sungguh Mia adalah tameng yang tepat dari singa betina yang sedang mengamuk.


Mia mengacuhkan mereka dan hanya diam menonton perkelahian yang terjadi, apa urusannya dengan dua orang gila ini yang selalu seperti Tom and Jerry.


Mereka akhirnya bisa berhenti berdebat dan kemudian masuk ke mobil berangkat membelah kemacetan karena banyaknya mobil yang keluar dihari raya.


Mereka tiba di sebuah pasar tradisional, meski jauh dari tengah kota tapi pasar tradisional adalah tempat berbelanja yang menyenangkan sambil memberi amal pada pedagang yang hanya berpenghasilan kecil. Barang di pasar tradisonal memang murah, tapi jika bisa menggunakan penglihatan yang baik maka menemukan barang berkualitas tidaklah sulit bagi mereka.


Tentu saja jika di pasar tradisional mereka tidak mempunyai troli untuk mempermudah membawa belanjaan mereka tapi sekarang mereka punya kacung, maka tidak ada yang perlu dihawatirkan.


Mereka menikmati makanan di pinggir jalan dari gerobak satu ke gerobak lain, dari unjung ke ujung sambil melihat barang yang bisa mereka sumbangkan ke acara amal di panti asuhan.

__ADS_1


Setelah puas berbelanja dan berkeliling mereka berhenti di penjual es kelapa muda. Karena cuaca yang panas maka tenggorakan mereka meronta mencari yang dingin-dingin.


"Pak, kelapa mudanya 4" Deon berseru dengan penuh semangat sambil meletakkan barang belanjaan yang sedari tadi menggantung di lengan kanan dan kirinya.


"Eh kacung, kamu ini gak lulus SD ya? Keti bertanya dengan nada jengkel.


"Nona, mana ada orang bisa kuliah kalau SD saja


gak lulus"


"Ya, Nona, aku ini jurusan matematika mana bisa gak lulus matematika"


"Trus kenapa kamu mesan kelapa mudanya 4 dan kitanya bertiga?


"Ooh," Deon tersenyum penuh arti "2nya buat saya Nona, liat ni barang belanjaan kalian bangak banget jadi nguras banyak tenaga so, energi yang ditambah harus banyak juga" Deon tersenyum sambil melirik ke arah gerobak disebelahnya dimana tukang es kelapa mudanya sedang menyiapkan pesanan mereka.

__ADS_1


Mia memutar bola matanya mendengar ocehan Deon, jelas mereka telah banyak makan sepanjang hari ini, tapi **** satu ini masih belum puas juga.


Keti tidak mau lagi memperdulikan Deon dan ia beralih menatap Mia. "Ai, kita sedang memelihara ****, tapi babinya sangat kurus dan makannya terllau banyak, kita akan segera rugi memeliharanya"


Mia terkikik mendengar Keti dan melirik ke arah Deon, Deon memang memiliki tubuh yang sedikit kurus tapi ia memilik wajah tampan yang sudah jelas telah banyak mematahkan banyak hati wanita. Ia juga tidak pernah bercerita tentang hubungan asmaranya.


Jangankan pacar, teman saja ia tidak penah menceritakannya, lebih tepatnya temannya hanya Mia dan Keti jadi itu sangat aneh bagi seorang pria tampan yang ramah seperti Deon.


Memikirkan Deon tak memiliki Kekasih maupun teman Mia tiba-tiba memikirkan Andra, ia memiliki banyak teman lelaki dan tidak ada stau pun wanita kecuali Nari.


Raut kesedihan terpancar lagi di wajah Mia, ia sangat tidak beruntung menikah dengan lelaki yang tidak menginginkannya, bukan, mereka saling tidka menginginkan, dirinya adalah pihak yang paling dirugikan. Andra terbiasa sediri dan menganggap pernikahan hanya sebagai mainan sedangkan Mia sangat menghargai pernikahan.


Surat Cinta Dari Author


Pembaca yang setia, maaf untuk keterlambatan setiap episodenya, autor selalu berusaha untuk up 3 episode setiap hari pada pukul 00.01 WITA tapi gambarnya jelas lebih bisa berbicara. **

__ADS_1



__ADS_2