
Mia memasuki kamarnya ketika ia melihat catatan kecil yang diberikan asisten Min masih berada di atas nakas smaping tempat tidurnya.
Ia membaca lagi dan mengucapkan angkanya satu demi satu. Tapi kemudian ia mengingat bagaimana Wixel juga mengatakan angka yang sama.
Tapi saat ia memeriksa urutan angkanya, urutannya berbeda dan sama sekali tidak ada kemiripan dengan kode wilayah atau pun lainnya. Mia tidak terlalu memikirkannya lagi dan ia beranjak tidur.
....
Keesokan harinya ketika asisten Min memasuki kantornya.
Setelah mereka membahas soal pekerjaan, Mia akhirnya mengeluarkan kertas putih itu dan menaruhnya di meja. "Angka ini memiliki jumlah angka yang sama dengan kode wilayah dan waktu.
Tapi aku sudah memeriksannya, dan terlalu sulit mengetahuinya.
Mia memperhatikan angka pada kertasnya. dan sekali lagi membacanya. Tapi entah bagaimana ia tetap tidak bisa menemukan jawabannya.
__ADS_1
Asisten Min mengerutkan keningnya ketika ia mulai berkata "Itu adalah alamat kota G dengan waktunya besok jam 1 siang lewat 15 menit" Kemudian Asisten Min berjalan meninggalkana ruangan Mia meninggalkan wanita itu dengan tatapan bingung.
Apakah sekarang Asisten Min yang selalu hormat itu telah berubah?
Mia tersenyum karena merasa lucu dan kembali memeriksa laporan yang bertumpuk di depannya.
Setelah meninggalkan ruangan Mia, Asisten Min berbalik ke ruangannya menemui Arron yang sedang duduk di komputer.
"Kodenya sudah terpecahkan, kemungkinan besar itu adalah waktu untuk besok, pukul 1 siang lewat 15 menit. Kita akan menunggu" Kata asisten Min.
"Maksudmu, sesuatu akan terjadi besok?" Arron bertanya sambil mengerutkan keningnya. Perasaannya yang tenang tidak bisa tidak menjadi gugup ketika ia memikirkan orang-orang yang sedang mereka lindungi.
"Ya, aku tidak tahu pasti, tapi sertinya begitu. Aku akan menambahkan penjaga untuk Nyonya, dan juga kau sebaiknya tetap bersama Keti untuk keesokan harinya" Kata sisten Min dengan raut wajah hang gelap. Entah itu sesuatu yang buruk atau bukan, semuanya membutuhkan persiapan yang matang.
Arron hanya diam saja. Ia tahu mereka hanya bisa menunggu. Tapi kemudian ingat bayang-bayang wajah Keti yang ketakutan memenuhi pikirannya. "Aku harus pergi" Arron meninggalkan ruagan Asisten Min
__ADS_1
Ia telah berjanji untuk menjaga jarak dengan gadis itu, dan hanya melindunginya seperti pengawal biasa. Tapi sekarang ia tidak tahan untuk berjumpa dengannya. Tentu saja ia tahu kalau ia salah, tapi dengan kekhawatirannya ia tidak mau mengambil resiko.
Kalau menurut pemecahan kasus peristiwanya akan terjadu besok, maka ia lebih memilih untuk mulai berada di samping gadis itu saat ini juga!
Keti melemparkan semua benda di tangannya ketika ia mendengar bunyi pintu terbuka. Segala yang di atas meja ia sapu dengan cepat ke dalam kotak berukuran sedang di bawah meja.
Kemudian kotak itu dilemparkan secara sembarangan ke bawah tempat tidur.
"Apa yang kau lakukan?" Arron bertanya pada Keti ketika ia melihat gadis itu sedang berjongkok di bawah lantai.
"Ahhh, aku rasa aku menjatuhkan sesuatu di bawah tempat tidur, tapi ternyata tidak ada" Keti segera bangkit membenarkan gaun yang ia kenakan.
"Apa yang kau cari?" Arron mendekat berusaha melihat ke bawah tempat tidur.
"Tidak usah, aku sudah memeriksanya. Duduk di sana dan aku akan mebawa beberapa cemilan"
__ADS_1
...
...