
Deon meringis melihat video itu. Siapa yang berani memperlakukan tuannya dengan sangat kejam seperti itu.
Ia tidak pernah menduga bahwa tuannya akan memiliki akhir yang begitu tragis.
Ia ingin bertanya pada Asisten Min, tapi ia menahan suaranya. Pikirannya masih sadar wahwa ia dalam mode penyamaran. Karakter Deon tidak mengenal Asisten Min dengan baik. Jadi ia tidak bisa terlihat sedikit pun berinteraksi dengan Asiten Min.
"Nyonya, tolong lihat video yang satu ini" Asisten Min kembali memutar sebuah video lain di laptop.
Adegan dimana Andra memberikan kedua surat untuk Asisten Min. Surat yang telah dibaca Mia.
Dalam rekaman itu awalnya Andra terlihat dingin dan mengeluarkan aura menekan. Tapi kemudian ia meraih dua buah surat dari dalam laci mejanya.
Andra terdiam sejenak memperhatikan surat itu tatapannya melembut di penuhi rasa kesedihan. Perasaan tidak mau kehilangan.
Lalu ia menulis beberapa kalimat di depan amlop putih itu.
Mia menangis melihat adegan itu. Kalimat itulah yang Mia baca sampai membuatnya menangis selama berhari-hari.
Melihat bagaimana Andra sendiri yang menulis kalimat itu membuatnya tidak bisa menahan emosinya.
Siapa yang menyangka bahwa saat-saat terakhir hidup seorang Andra hal pertama yang dipastikan akan mendapat kabar darinya ialah Mia.
Orang yang paling membencinya itu, orang yang akan berada di garis terdepan ketika mengumpulkan orang yang tidak jngin bertemu dengannya.
Lagi, di surat itu Mia dikatakan sebagai orang yang dicintai Andra.
Hahah.... siapa yang tidak merasa konyol dengan itu. Tapi itu adalah kenyataan bahwa Andra telah berbalik hati pada Mia.
Cinta besar Andra di buktikan dan di pegang teguh sampai akhir hidupnya.
Sedangkan Mia? Dia hanya bisa mengakui perasaannya ketika waktu sudah belalu. Berlalu untuk mengakui perasaan itu hingga mereka bisa memegang tali bahagia.
Semakin berlalunya waktu akhirnya Mia semakin lemah karena memikirkan setiap kali kata yang di tulis dalam surat itu.
Ia tidak bisa, ia tidak bisa menganggung bebab berat ini. Akan lebih baik kalau saja ia bisa menyusul Andra dan mereka akan bertemu di tempat yang lebih baik. Ia bisa menebus kesalahannya.
Keti memeluk Mia dengan erat. Kalau saja ia tidak disana, Mia mungkin sudah jatuh.
...
__ADS_1
Mia terbangun dari tidunya setelah ia memilih kembali tidak bekerja selama 3 hari.
Ia menghabiskan seluruh waktunya merenungi hal terbaik yang akan di perbuatnya.
Memikirkan pesan terakhir Andra padanya Mia segera bangun membersihkan diri dan berangkat ke kantor.
Ia hanya bisa menebus kesalahannya dengan cara ini.
Ketika Mia tiba di lantai ruangannya Asisten Min sudah menyambutnya. "Tuan Wixel menunggu anda"
Mia hanya tersenyum kecil pada Asisten Min dan berjalan ke arah ruangannya.
Seorang pria dengan jas abu-abu sedang duduk sambil membaca sebuah buku.
Mia merasa tersenyum melihat pemandangan itu, ia benar-benar terlihat seperti Andra.
Dulu Mia pernah memergoki pria itu sedang membaca dan sekarang ia kembali melihat gaya yang sama itu, tapi bedanya ia melihatnya pada pria lain.
Mia menahankan hatinya melepaskan semua pikiran anehnya.
"Selamat pagi Tuan Wixel" Mia menyapa dengan ramah sambil mendapatkan tempat untuk duduk.
"Itu buku milik suami saya" Mia tersneyum melihat buku di tangan Wixel. Ia belum pernah membaca satu pun buku di ruangan itu, sepertinya ia harus melihatnya ketika ia memiliki waktu senggang.
"Selera yang bagus" Wixel memuji.
"Terima kasih Tuan Wixel. Kalau begitu kita bisa mulai membahas soal pekerjaan" Mia segera memberi kode pada Asisten Min untuk membawa berkasnya.
Lagi pula ia tidak mau terlalu lama bersama dengan orang asing itu.
"Baik" Wixel menjawab dengan cepat berusaha menyembunyikan perasaannya.
Ia tidak terima kucing kecilnya itu memanggilnya dengan sebutan tuan. Mereka terlalu formal, padahal tidak ada orang lain di ruangan itu.
Setelah urusan pekerjaan selesai Wixel hendak berlalu ketika ia masih berbalik menatap Mia. "Aku akan menagih janjimu malam ini"
Mia terperangah, ia pikir orang itu sudah melupakannya. "Saya akan melihat jadwal..."
"Kamu tidak memiliki jadwal apa pun malam ini, hanya ada kita berdua." Wixel menyela ucapan Mia lalu berbalik dan meninggalkan Mia bersama Asisten Min.
__ADS_1
Tak lupa pula ia tersenyum penuh arti pada Asiten Min.
Mia terdiam beberapa saat. Apa pula yang dimaksud dengan kata hanya kita berdua. Mia tidak mau ambil pusing jadi ia kembali ke mejanya berurusan dengan dokumennya.
Asisten Min juga segera keluar dari ruangan itu dengan perasaan gelisah. Apa lagi mengingat tatapan Wixel yang memiliki arti mendalam.
Jelas saja orang itu menyuruhnya untuk tidak ikut campur dengan urusan mereka.
Apa yang dimaksud dengan janji mereka. Mengapa harus malam-malam.
Apakah nyonyanya berpaling hati secepat itu?
Asisten Min tenggelam dalam pikirannya. Ia tidak bisa menerima nyonya yang dicintai Tuannya itu berpaling dengan cepat.
"Apa yang terjadi dengan Nyonya dan Tuan Wixel?" Asisten Min segera menghubungi Arron.
Sejak kejadian hari itu, mereka masih terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Apa lagi ia yang harus menyelesaikan semua urusan kantor karena Mia tidak bisa bekerja selama satu minggu penuh.
"Mia menydari kalau Tuan Wixel memiliki bentuk tubuh yang sama dengan Andra. Maksudku, Tuan Wixel adalah versi Tuan Andra dalam pribadi yang hangat" Arron menjawab dengan jujur.
"Apa lagi?" Asisten Min bertanya untuk kedua kalinya.
"Tuan Wixel datang mencari Nyonya pada pagi itu, ketika suasana di apartemen jadi tegang" Wixel menjawab dengan cepat mengingat kejadian hari itu. Kekacauan yang terjadi disebabkan oleh Wixel yang datang mencari Nyonya.
Asisten Min mengerutkan keningnya mendengar penuturan Arron.
Ada hal lain dibalik hubungan mereka. Wixel datang dnegan cepat menjadi penolong perusahaan mereka ketika Andra pergi.
Lalu terjadi sebuah kecelakaan yang tidak disengaja tepat berada di lintasan mobil mereka dan Mia menolongnya.
Lalu Wixel datang ke apartemen mencari Mia. Dan sekarang mereka mempunyai janji untuk bertemu di malam hari.
Apa yang dilakukan seorang pria lajang dan wanita lajang ketika membuat janji temu di malam hari, dan mereka hanya berdua saja?
Asisten Min menggelengkan kepalanya. Ia tidak memiliki hak untuk mengatur Nyonya, tapi ia juga tidak bisa terima ketika Nyonyanya menghianati Tuannya begitu cepat.
Tatapan Asisten Min menggelap seketika ia mengingat bagaimana Wixel telah berusaha merebut milik tuannya.
Dengan begitu Asisten Min menghabiskan seluruh waktunya mencari informasi tentang Wixel. Ia berharap akan ada kecacatan tentang orang itu agar ia memiliki alasan yang tepat untuk menyingkirkan Wixel dari kehidupan Mia.
__ADS_1
Jika saja tuannya masih ada maka tuannya juga akan melakukan hal yang sama bukan?