Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 116


__ADS_3

Liburan telah berlalu dan semester baru telah dimulai.


"Ai, kamu tahu gak kalau cewek bernama Nari yang membuat heboh perpustakaan akan satu kelas dengan kita hari ini, aku mengetahuinya kemarin" Keti duduk di bangku membuka buku catatannya sambil memandang ke arah Mia yang masih sibuk bergelut dengan sarapannya.


Mereka datang terlalu awal karena takut tidak akan mendapat kursi yang baik, maklum di kelas umum seperti ini ada banyak penyusup yang biasanya membuat ruangan kelas menjadi penuh karena dosen yang terlalu tampan. Karena itu pula Mia tidak sempat sarapan gara-gara terlalu buru-buru.


"Biarkan aku makan dulu" Mia berbicara dengan mulut penuh makanan membuat Keti merasa heran dengan anak disampingnya seperti orang yang tidak makan selama sebulan.


"Ahhhh,, akhirnya" Mia merebahkan tubuhnya ke sandaran bangku sambil mengelus perut kenyangnya.


"Sudah berapa minggu kau tidak makan?


Sambil membereskan wadah makanannya Mia melirik kelas yang sudah hampir terisi penuh oleh umat manusia, "Aku lupa makan kemarin malam, lihat kan kelasnya hampir penuh bahkan kelas ini masih 15 menit sebelum dimulai"

__ADS_1


"Yaa, jadi apa kau mendengarku tadi?


"Apa? Mia melongo bingung pada Keti yang sudah mulai bosan menghadapinya.


Keti mengalihkan pandangannya pada pintu dimana Nari sudah melangkah masuk dengan elegan bersama asistennya yang selalu mengikut seperti ekor. "Itu dia, yang tadi kubicarakan"


Mia tidak mengerti dengan Keti, untuk apa dia peduli pada Nari yang jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan mereka.


"Ini salahmu karena kau tidak mendengarkanku tadi dan kau jadi tidak tahu apa yang akan kubicarakan" Keti sungguh merasa kesal menghadapi Mia kali ini, kalau bisa saja ia akan menyembunyikan Mia di sakunya supaya ia tidak diacuhkan lagi.


Sebelum Keti sempat menjawab Nari sudah tiba di depan mereka dengan senyum yang manis mengamati Keti dan Mia.


"Bolehka aku bergabung di meja ini? Suara lembut yang sopan dan menenangkan membuat lawan bicaranya melongo menikmati keindahan suaranya.

__ADS_1


"Oh, silahkan bangkunya kosong kok" Mia adalah yang pertama kali sadar dari rasa kagumnya dan meraih tas yang sedari tadi ia tempatkan di bangku kosong disebelahnya.


"Terima kasih" Nari duduk dengan elegan dan menyiapkan bukunya layaknya seorang putri bangsawan yang memjaga setiap kelakuannya supaya tetap mempertahankan status kebangsawanannya.


Semua orang di ruagan itu terkagum dengan kecantikan dan kelembutan Nari baik perempuan apa lagi para pria tidak bisa mengedipkan mata dan seolah hanyut terbang dibawa oleh pikiran mereka untuk terus menikmati tingkah dan wajah Nari.


Keti yang melihatnya langsung menjadi jijik dengan tingkah rubah di depannya, segera ia menarik Mia supaya lebih dekat dan berbisik pelan "Jangan tertipu dia rubah betina yang licik"


Mia mengangguk menyetujui Keti, tentu saja ia masih ingat kelakuan Nari ketika pertama dan kedua kali mereka bertemu.


Kelas berlalu dengan cepat.


Mia membereskan seluruh bukunya dan hendak berdiri untuk pergi bersama Keti ketika Nari meraih lengannya. "Bolehka kita bicara sebentar? Ucapnya tulus dan dengan wajah yang lugu bagaikan anak kecil yang meminta permen membuat Mia tidak dapat mengedipkan matanya karena rasa kaget dan kagum yang ia rasakan.

__ADS_1


"Tentu, apa itu?


Nari tersipu malu dan tunduk sesaat seperti wanita yang hendak mengungkapkan cinta pada lelaki pujaan hatinya "Aku ingin minta maaf atas pertemuan kita dimasa lalu yang tidak berkesan baik, mauka kau memaafkanku?


__ADS_2