
Halo pembaca setia yang sudah lama menahan rindu pada author,, eh maksudnya Mia 😊 Authornya sangat banyak minta maaf karena sudah membuat kalian menungguh. Tanpa banyak kata lagi selamat membaca.....
"Aku tidak yakin mengapa kita disini, hanya karena sebuah pesan yang misterius"
"Aku juga berpikir begitu tapi bagimana lagi, aku tidak mau menerima konsekuensi jika memang beritanya benar"
"Katanya akan tiba dalam 30 menit"
"Aku harap ini benar-benar berita yang berkelas, sangat menyebalkan jika kita hanya ditipu!"
"Hei ada apa denganmu? Siapkan saja kameranya dan rekam dengan baik jika ada sesuatu yang terjadi"
"Baik, baik, aku akan menyiapkannya!"
"Ada begitu banyak wartawan disini, seperti semuanya mendapat pesan yang sama, siapa ya kira-kira orangnya"
"Siapa yang tahu, tapi kita bisa mengetahuinya jika pihak yang paling diuntungkan ketahuan nantinya"
"Aaah, orang-orang sekarang! Semua menjebak satu sama lain hanya demi sebuah kejayaan sementara!"
"Kau juga sama saja! Kau membantu mereka menulis cerita palsu itu dan menyebarkannya pada semua orang!"
"Hah, siapa yang melakukan itu, aku selalu menulis kebenaran!"
__ADS_1
"Baiklah, katakan saja seperti itu!"
"Hei! Ada ambulance!"
"Cepat,, cepat,,"
"Siapa itu?"
"Seorang pekerja bangunan yang runtuh"
"Hah! bukan ini yang kita tunggu!"
...
"Aku juga tidak tahu, kau tahu, agensi tidak melakukan apa pun ketika kami memberitahunya bahwa kau dilukai oleh Ken ketika diadakan syuting. Aku sudah menghubungi semua wartawan untuk datang menunggu tapi,,"
"Tapi apa? Dimana mereka semua!" Chito sudah merasa frustasi dan menahan rasa sakit yang ia derita karena luka yang mereka buat.
"Tapi,, kau lihat dimana kita sekarang"
Chito sibuk melakukan aktingnya berpura-pura sakit jadi ia tidak sempat memperhatikan dimana ia berada dan apa yang telah terjadi selama beberapa waktu lalu.
Ia memperhtaikan ruangan dan membaca tulisan Ruang VVIP.
__ADS_1
"Apa yang salah. Bukankah seharusnya aku memang berada disini?"
Ing menggerutu dalam hati. Ia tidak menyangka setelah kejadian itu Chito akan mengalami gangguan ingatan. Bagaimana mungkin seorang aktor sepertinya bisa berada di ruang VVIP. Bahkan seorang pejabat tingkat tinggi belum tentu bisa menggunakan ruangan ini, apa lagi dirinya! "Ruangan ini adalah ruangan khusus yang tidak boleh dihuni orang sembarangan"
"Apa maksdumu! Katakan dengan jelas!"
"Kita berada di ruangan, bukan,, kita dilantai dimana tidak ada seorang pun yang bisa mengunjungi kita. Aku menelpon menejer Yung, dan dia bilang kita sudah membuat kesalahan besar"
"Kesalahan besar apa? Siapa yang bersalah lalu di tempatkan di ruangan VVIP begini?" Chito merasa frustasi berbicara dengan Ing.
"Aku tidak tahu, tapi itulah yang ia katakan."
...
"Dimana suamimu?" Nenek bertanya dengan lembut pada Mia yang baru saja tiba. Ia tidak ingin memperhatikan Keti yang sudah buru-buru meningalkannya ketika selesai memberi sapaan.
"Dia sangat sibuk, mungkin ia tidak akan datang malam ini" Mia tersenyum hangat dan mengecap teh yang disediakan baginya.
Mia bernafas dengan lega.
Tentu saja Andra tidak akan datang karena mereka tidak memberitahunya. Akan sangat sial baginya berada di ruangan yang sama dengan kutub utara sialan itu!
Mungkin saja saat ini ia sedang bersenang-senang dengan pacar kesayangannya. Mia tersenyum kecut membayangkan bagaimana Andra bisa berpacaran dengan cewek aneh yang sombong! Bahkan jika ia menyombongkan kerja kerasnya, itu masih lebih baik. Tapi jelas gadis itu hanya angkuh karena memiliki pendukung yang berkuasa dibelakangnya.
__ADS_1