
Sari menyapa mamanya diikuti oleh Ben. Mereka duduk di disamping Geri dan mualai bercerita tentang perjalanan Ben.
Geri dan Carri hanya menanggapi sekaii-kali, namun itu membuat Sari semakin bersemangat memamerkan kekasihnya yang adalah seorang model kelas internasional.
Ben memiliki tubuh tinggi dengan garis wajah yang tegas dan mata yang jernih. Ia akan jadi lebih tampan jika tersenyum, itu pula la yang membuat banyak wanita mengidolakannya.
Setelah beberapa saat Geri melihat Carri kini tengah mengantuk maka ia berpamitan pada Megan lalu pulangke apartemen.
Megan sempat Menahan mereka agar menginap satu malam namun Geri menolak dengan alasan pekerjaan.
Setelah mereka pergi tatapan Sari menjadi lebih dingin melihat mereka sempat memamerkan kemesraan ketika Geri membuka pintu mobil untuk Carri dan menaruh tangannya di kepala Carri agar tidak terantuk ketika masuk ke mobil.
Namun ketika mamanya menatapnya tatapan dingin itu dengan sekejap berubah hangat, kemudian mereka kembali ke sofa berbincang-bincang lagi.
Malam harinya ketika ia sedang santai di balkon kamar ia menerima pesan dari orang suruhannya.
Matanya menjadi bekilau memancarkan kepuasan dan merasakan kemenangan yang sebentar lagi akan menghampirinya.
Ia membaca semua informasi di tangannya lalu tersenyum puas membaca kilasan masa lalu Carri, apa lagi ia tahu bahwa saudaranya itu tidak tamat SMA dan ia sekarang hanya mengikuti paket C.
Sari tertawa puas penuh kemenangan kemudian ia menelpon sahabatnya dan memberi tahu semua kejadian hingga mereka menyusun rencana untuk menjatuhkan Carri.
__ADS_1
Paginya ketika Carri tiba di ruang kelas ia berbincang dengan Sara, mereka membahas beberapa mata pelajaran yang kurang dimengerti Sara.
Carri dengan sabar mengajarinya hingga akhirnya kelas dimulai. Pengajar yang kali ini baru mereka lihat, itu adalah seorang laki-laki umur 25 tahun dengan tinggi 170 serta memiliki wajah yang ramah.
Ia mengajar dengan tehnik lain dari semua pengajar dimana setiap orang dalam kelas wajib memberi pertanyaan setiap materi selesai, itu harus berkaitan dengan pelajaran saat itu yang mereka tidak mengerti.
Ketika pelajaran selesai satu Per satu orang mengumpulkan petanyaan mereka. Kemudian jam berlanjut ke pelajaran berikutnya.
Carri dan Sara saat itu membawa bekal mereka karena suasana kantin yang semakin riuh sebab ruangan yang semakin sempit disebabkan perbaikan pada sala satu kantin disana.
Saat mereka tengah makan guru muda Santo satang menghampiri mereka, Sara lebih dulu melihatnya dan tertegun akan ketampanan guru itu, kemudian segera ia tersadar kembali lalu tersenyum ramah memandang Santo.
Santo berjalan mendekat lalu memandang Carri yang kini sedang tunduk menikmati makannnya, ia tidka tertarik untuk melihat Santo bahkan ia sama sekali tidka mnyadari kehadirannya.
Santo sengaja berdehem untuk mengingatkan kehadirannya, namun Carri tetap tidak peduli dan terus melanjutkan makan siangnya.
Melihat itu Sari segera mencubit pelan lengan Carri.
Carri akhirnya mengangkat kepalanya lalu memandang Sari dengan tatapan bertanya.
"Kau makan sepeti **** hingga tidak memperhatikan Pak Santo berbicara padamu" Santo berbicara memandangi wajah mungil Carri, ia terpesona dengan wajah itu sesaat, namun kemudian ia tersadar dan melanjutkan pembicaraan.
__ADS_1
"Kau satu-satunya yang tidak menulis pertanyaan setelah jam pelajaran saya selesai, apa kau sudah merasa pintar?
Ia berbicara dengan nada marah lalu memperhatikan dengan jijik gadis di depannya.
Carri hanya memandang memperhatikan wajah Santo dan kemudian menjawan sibgkat
"Saya sudah mengerti"
Santo merasakan amarahnya menghadapi seorang yang begitu sombong didepannya.
"Tulis 10 pertanyaan dan bawa ke ruangan saya sebelum kamu pulang, atau kamu tidak akan diperbolehkan mengikuti kelasku lagi"
Kemudian Pak Santo keluar dengan marah.
Carri tetap tenang memperhatikan langkah orang itu menjauh sedangkan Sari di sampingnya menjadi senang karena melihat Carri baru saja diomeli.
Namun ia hanya bisa memberi ekspresi cemas lalu menoleh ke arah Carri.
"Aku akan membantumu membuat pertanyaan"
Carri tidak menjawab dan hanya kembali tunduk melanjutkan makan siangnya.
__ADS_1
Sari memperhatikan ketenangan pada raut wajah Carri lalu kembali menikmati makan siangnya.
Sampai jam pulang akhirnya Carri kembali ke rumah bersama suaminya. Sesampai dirumah mereka mandi bersama.