Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 120


__ADS_3

Nari bangun lebih awal hari ini dan berdandan menutupi semua bekas tamparan di pipinya.


Ia berangkat dengan penuh semangat bersama Rin menikmati udara pagi hari di kota yang ramai. "Aku berharap semua pagiku akan seperti ini"


Senyum yang terpampang di wajah Nari tertular pada Rin hingga ia juga tersenyum bahagia menikmati pemandangan di luar jendela mobil. "Aku ada satu lagi kabar gembira buat kamu"


Nari sungguh bersemangat dan berbalik ke arah Rin yang masih melihat keluar jendela, ia segera menarik Rin sampai mendekat padanya "Katakan"


"Aisten Min menghubungiku dan kau bisa rekaman minggu ini kita akan bertemu produsernya hari ini juga, Andra turun langsung mengurus semuanya"


"Apa? AAAAA!!! Oh, oh i, ini mimpi? Nari mencubit dirinya sendiri dan berteriak lebih keras lagi "Sakittttt, aaaaaahhh!!!! bukan mimpi oh hahhahahahhaa"


"Apa kau berpikir bahwa Andra akan menemuimu nanti? Ini sudah satu tahun dan kalian masih belum pernah bertemu"


"Rin, apaka kau berpikir bahwa selama ini ia berusaha meningkatkan derajatku agar bisa sepadan dengannya dan memperkenalkan aku pada orang tuanya?


"Lebih tepatnya menikahimu, aku tidak bisa membayangkan bagaimana bahagianya aku saat kalian bersama nanti"

__ADS_1


"Aku sangat menantikannya"


"Ya jelas saja, selama ini Andra tidak pernah dekat dengan wanita, aku rasa ia melakukannya untuk melindungi perasaanmu"


"Tapi dia pernah membawa seorang perempuan ****** itu ke sebuah acara" Nari mendesah sedih mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu itu.


"Jangan pikirkan itu, bukanka kita telah membalas dendam dan puncak kemenangan kita adalah hari ini? Bahkan aku juga sudah menyelidiki dan Mia hanya perempuan miskin yang menjual tubuhnya demi uang. Apa kau ingat kita sudah memastikannya bahwa Andra hanya terpaksa mengajaknya karena saat itu dia tahu kau sedang berlibur di luar negri, aku yakin saat itu ia tidak mau mengganggu liburanmu"


"Kau benar aku hanya cemas pada seorang jalan yang tidak memiliki kemampuan untuk bersaing denganku"


Nari merasa tersanjung dan kebahagian meliputinya hingga tersenyum bahagia melihat keluar jendela.


...


"Apa katamu? Seketika indra pendengaran Ender mengalami gangguan karena kabar dari seberang telpon yang membuatnya kehilangan kesadaran selama beberapa detik.


"Pak, aku bilang Keti adalah adik Pak Andra jadi kita tidak bisa berbuat sembarang"

__ADS_1


"A,, apa? Bagaimana itu mungkin? Sudah jelas ia telah membentak gadis itu, apakah ia berada di posisi yang salah. Sekarang karena kecerobohannya ia perlu meminta maaf pada adik Bos besar itu. Lalu mungkinka mereka tidak akan marah karena tahu keluarga mereka dibentak oleh orang kecil sepertinya. Berbagai pikiran merasuk padanya hingga ia sulit mencerna setiap kejadian yang telah terjadi.


Antara kekasih dan saudara manakah yang lebih penting, sialan ini adalah akhir dari segalanya bukan.


"Pak? Kau masih disana?


"Oh,, ya, bagaimana?


"Keti adalah adik perempuan Pak Andra dan tidak mungkin kita memanggil keluarganya, dan lagi mereka meminta kita merahasiakannya"


Ender segera menutup telponnya dan duduk sambil berpikir apa yang paling baik ia lakukan. Ia berdiri di tengah dua pilihan yang mana ketika ia bergerak lebih condong pada satu pilihan maka ia juga akan jatuh, tapi tetap diam di tempat adalah pilihan yang paling buruk, ia harus mencari jalan keluar yang paling tepat.


Tetapi kata 'merahasiakan' itu sangat menarik perhatiannya. Bukanka seharusnya Keti hanya perlu mengatakannya hingga ia akan menjalani hidup dengan bebas dan tidak akan pernah ada yang mengganggunya. Bagiaman pun bukanla haknya untuk mencampuri urusan keluarga kaya itu, ia hanya perlu menyelamatkan dirinya sendiri.


Endra tersenyum menghina, bagaimana bisa Nari tidak tahu kalau Keti adalah adik Andra hingga bisa-bisanya ia membuat keributan dengannya. Atau mungkin saja hubungan yang digosipkan semua ornag adalah kebohongan. Bila mungkin kebohongan, jelas-jelas Nari dianak emaskan di setiap tempat dibawah kekuasaan Andra. Kalau saja gosip itu tidak benar maka sudah lama Nari akan dilembar hidup-hidup menjadi makanan binatang buas dan tidak akan berada di posisinya saat ini.


Dengan banyaknya spekulasi yang ia pikirkan maka hanya ada satu pilihan baginya.

__ADS_1


__ADS_2