Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 148


__ADS_3

Ken berjalan didampingi Keti dalam mode penyamarannya. Ia kini terlihat seperti wanita kaya sungguhan, ia menyamar menjadi asisten Ken.


"Ken?" Frilia berjalan cepat menghampiri Ken. Ia harus bicara dnegannya kali ini, paling tidak ia bisa berada satu langkah di depan sebelum shutingnya dimulai. Dengan begitu ia bisa mendapat lebih banyak kesempatan untuk mencegah pemeran utamanya terlalu dekat dengan Ken nantinya.


Ken berbalik melihat Frilia, ia masih saja kaku dan dingin. Matanya mengelap ketika melihat bagaimana tatapan penuh cinta terpancar dari mata Frilia.


Keti sialan! Di benar-benar membuat Mia terlalu tampan dan menarik, sekarang harinya yang sial akan segera dimulai.


"Ada apa?"


"Kak Ken, kau tahu bukan kita akan punya banyak adegan bersama, aku berharap bisa lebih akrap denganmu" Frilia merasa gugup menghadapi pria tampan yang dingin. Ini pertama kalinya ia yang memulai pembicaraan dengan seorang pria. Lagi pula Ken terlihat dingin dan kaku, dari kepribadiannya ia mungkin orang tertutup, jadi perlu usaha yang lebih keras untuk meluluhkannya.


Gadis ini merepotkan saja, ia tidak memiliki mata dan indra yang tajam, apa ia tidak melihat bagaimana gelapnya mata Ken.

__ADS_1


Keti sudah tidak sabaran, ia ingin segera pulang dan melakukan beberapa hal sebagai persiapan untuk mengunjungi rumah Carri, tapi gadis ini akan mempersulit mereka.


"Aku sibuk!" Ken segera berbalik tanpa memperhatikan ekpresi apa yang dikeluarkan Frilia. Ia tidak akan peduli, bagaimana bisa ia membiarkan seorang gadis semakin larut dalam cinta palsu. Itu sangat kejam!


Bah,, Mia sungguh kejam, dari mana ia mendapat nada dingin seprti itu. Aku tidak akan snaggup jika ditolak mentah-mentah sepeti itu. Ia saja yang membayangkan perasaan Frilia sudah merinding, bagaimana dengan orangnya sendiri.


Mia terlalu kejam pada seorang gadis, apa anak itu sudah lupa bagaimana tersakitinya dia kalau Andra yang menyakitinya. Roda memang cepat berputar!


Keti segera berbalik dan mengikuti Mia.


Harga dirinya harus diselamatkan lebih dulu!


Semua orang dalam ruangan itu kini memperhatikannya, untuk pertama kalinya ia dipermalukan sampai derajat terendah. Semua pria dan gadis yang berdiri disana kini tertawa dalam hati.

__ADS_1


Frilia hanya mampu berbalik dan bersembunyi di toilet, terlalu malu untuk keluar. Ia juga tidak membawa ponselnya hingga ia tidak bisa menghubungi asistennya.


Di tengah persembunyiannya di sala satu bilik toilet ia mendengar beberapa langkah kaki memasuki toilet itu.


"Kalian lihat tadi bagaiman wanita sialan itu dipermalukan? Aku sangat puas! Pangeran kita sunggu keren! Ia menyadarkan wanita itu hanya dengan 2 kata saja"


"Kau tahu, jiwaku serasa terbang ketika melihat bagimana wajahnya berubah merah dan dengan cepat jadi pucat"


"Apa saat itu kau dengar suara si pangeran es ketika menolaknya? Aku pikir itu sangat keren, si sialan itu tidak akan berani berbuat macam-macam lagi!"


"Kau benar, sudah cukup selama ini kita selalu membungkuk hormat padanya karena ia adalah senior kita, tapi setelah kejadian hari ini aku yakin, ia tidak akan nerani muncul untuk mempermalukan dirinya. Lihat saja sekarang semua orang tidak tahu keberadaannya"


"Ia berusaha bersembunyi, dan berpikir ada orang yang berusaha mencarinya, cih! memalukan"

__ADS_1


"Tidak akan ada yang mencarinya, bahkan jika ia hilang selamanya, kau lihat kan asistennya bahkan tertawa senang dan tidak berniat mencarinya"


"Siapa yang akan tahan dnegan gadis yang memiliki kerusakan EQ..."


__ADS_2