
Pagi harinya ia berangkat ke sekolah diantar pak supir, ia duduk di samping supir dan Andre anak bibinya duduk di belakang.
Mereka berdua dilarang membawa kendaraan ke sekolah karena itu tidka baik untuk memperlihatkannya pada siswa lain yang banyak dari kalangan masyarakat biasa.
Setelah sampai di sekolah semua temna gengnya telah menyambutnya, mereka ada 4 orang yang adlah siswa pemilik peringkat 1, 2 ,3 dan 4 dari belakang.
Mereka juga satu geng dengan segudang rekor masalah di sekolah.
"Ayo kita bolos hari ini, aku dapat uang dari ibuku untuk membeli buku"
"Bisa minum banyak tuh"
"Aku tidak bisa, kemarin aku mendapat banyak pukulan karena ketahuan minum, dan aku kan dipulangkan ke kota G bila masih kedapatan lagi"
"Y ela bro gak asik banget"
"Kalian pergi saja"
"Kalau gitu kita duluan ya"
"Ok"
Regan masuk kedalam kelas dan langsung duduk di pojokan sambil menunggu pelajaran dimulai.
Pelajaran pertama berhasil ia lewati walau tidak pernah menulis sekali pun.
Jam ke-2 sudah membuatnya mengantuk namun ia berjuang keras menahannya dengan mencubit lengannya sendiri, atau menampar wajahnya.
Setelah jam istirahat ia bergegas mencari Indah.
__ADS_1
Ia sampai dikelasnya menemukan Indah sedang tertidur di kelas, karena ia adalah siswa paling kasar dan menakutkan di sana, maka semua siswa pergi langsung keluar dari kelas.
Indah yang tidak menyadari itu hanya tidur dengan muka dibenamkan ke atas meja.
Geran duduk disampingnya menunggu gadis itu bangun. Karena bosan menunggu ia kemudian memainkan HP nya.
Setelah lama duduk akhirnya indah bangun dan pelan-pelan menoleh ke samping mendapati Regan sedang memainkan HPnya, ia sesaat terpukau akan ketampanannya.
Namun segera ia tersadar dan bangkit berdiri hendak pergi, tapi sebelum melakukannya ia telah dipaksa Regan untuk duduk kembali.
Ia melihat ke arah lain dan air matanya kini mengalir sampai kebawah dagu.
"Aku ingin bicara"
Indah hanya diam saja dan terus menangis tanpa suara.
Indah enggan melihatnya, bahkan ia juga tidak bisa membuka mulutnya untuk marah, hanya diam dan membiarkan air matanya bicara.
"Aku akan menemuimu lagi besok"
Regan pergi dari sana dengan meningalkan sapu tangganya di meja.
Indah merasa lega melihat Geran telah pergi ia mengusap kasar air matanya dengan tangan lalu menoleh ke arah pintu, sudah tidak ada orang disana kelas itu bahkan kosong.
Ia melihat sapu tangan yang ditinggalkan Geran lalu mengambil dan mengamatinya.
Sejak pertama melihatnya ia telah jatuh hati, dan lama kelamaan perasaan itu tumbuh semakin besar hingga ia tidka dapat menahannya, ia bahkan mendekatinya beberapa kali, namun Regan tidak menghiraukannya.
Sekarang Regan telah memberi perhatian, namun itu tidak membuatnya senang.
__ADS_1
Bagaiman tidak, sudah satu minggu lebih ia selalu mimpi buruk dan akhirnya tidak bisa tidur hingga ketika disekolah ia akan tertidur selama jam pelajaran.
Ia selalu stres setiap kali malam datang, karena saat itulah mimpi tentang Regan yang menakutkan akan datang.
Ia memandang sapu tangan itu dengan sedih lalu membuangnya ke laci meja.
Setelah pulang sekolah ia tiba dirumah dengan perasaan murung, dan tidak menghiraukan ibunya yang memanggilnya.
Didalam kamar ia melihat beberapa foto milik Regan yang sempat ia curi dari berbagai sumber.
Foto itu tersenyum padanya, tapi hanya gambar. Ia kemudian menutup semua foto itu lalu turun makan, meski ia lapar tapi entah kenapa makanan itu seperti racun yang tidak mau tertelan meski ia telah memaksanya.
Dalam seminggu berat badannya juga turun dan ia terlihat semakin kurus, ia adalah gadis yang riang namun kini bahkan orang tuanya heran anak gadis mereka tidak pernah senyum lagi, bahkan ia jarang bicara.
Setelah ia makan sedikit, ia kembali ke kamar dan hanya duduk di balkon memandangi jalanan taman bunga.
Ada banyak bunga yang mekar, namun sebentar lagi mereka akan layu dan mati, ada banyak kupu-kupu yang terbang dan memiliki sayap yang indah namun sebentar lagi mereka akan mati.
Ia mengalihkan perhatiannya pada hal-hal yang ia lihat dan ia bahkan tidak mau memikirkan Regan.
Dulu ketika ia tiba di rumah ia akan memandangi foto Regan sampai ibunya datang marah-marah karena selalu di kamar, namun kini ia tidak ingin melihatnya lagi.
Malamnya ia berbaring di tempat tidur dan berusaha agar tidak memejamkan matanya, ia mengalihkan perhatiannya dengan membaca novel.
Satu tanganya ditarik dengan keras, namun ia berusaha menahan agar tetap berada pada posisinya menggunakan tangannya yang lain memegang pada pagar besi.
Namun kekuatannya tidak kuat hingga pegangannya terlepas lalu ia terlempar kearah orang yang menariknya.
Orang itu memeluknya dengan kasar dan satu tangannya berada di lehernya mencekik dan berbisik "Jangan melawan atau kau akan tersakiti"
__ADS_1