
"Istri anda sangat cantik"
Seorang rekan bisnisnya memuji Sari yang begitu cantik dihadapannya, sebenarnya ia merasa bingung bahwa ketika baru masuk Carri menggunakan pakaian berwarna hitam namun kini gadis di depannya menggunakan pakaian putih dengan berlian hitam disekitar lehernya.
Ia juga bingung dengan wajahnya yang terlihat lebih tua sedangkan yang ia lihat sebelumnya memiliki wajah yang sangat muda dengan lesung pipi.
Tapi ia tidak terlalu memikirkannya karena ia mengira Carri terlah mengganti baju dan riasannya.
Sari tersenyum lembut pada pria itu dan kemenangan berada di genggamannya, ini adalah keuntungagnya karena Carri adalah saudara kembarnya.
"Istri saya memang cantik"
Geri menjawab sambil tersenyum bangga akan pujian yang diterima oleh istrinya.
Geri segera berbalik memandang istrinya namun tatapannya menjadi dingin karena yang dilihatnya bukan istri tercintanya tapi adalah seekor rubah licik.
Sari hanya tersenyum pada Geri membuat tatapan lelaki itu semakin gelap dan mendorong Sari dengan keras hingga ia tersungkur di lantai.
Semua orang menjadi kaget karena bunyi jatuh Sari hingga mereka semua menoleh kearah Sari.
Sari yang terkejut dengan tanggapan Geri langsung merasa malu dan berusaha berdiri dengan cepat. Tapi karena gaunnya yang panjang hingga ia menginjak bagian bawahnya membuat ia kembali terjatuh.
Seorang kelaki tua dengan mata keranjangnya mendekat dan membantu Sari berdiri. Ia sengaja melingkarkan tangannya di pinggang Sari hingga setelah berdiri Sari merasa terkejut karena mendapati orang yang menolongnya adalah tua bangka mata keranjang.
Sari segera melpaskan diri dari pria itu dan kemudian beralih mencari Geri tapi ia sudah tidak melihatnya hingga ia hanya berlalu meninggalkan pesta itu dengan wajah panas dan merah.
"Bukankah itu adalah saudara kembarnya Carri?
__ADS_1
"Apakah ia berniat merebut suami adiknya sendiri? Dasar wanita licik"
Semua orang mengeluarkan pendapatnya dan menghina Sari, teman bisnis Geri yang memuji Sari menjadi merasa bersalah karena apa yang ia pikirkan.
...
Carri berjalan ke toilet dengan langkah cepat sambil memegang gaunnya yang basah agar basahnya tidak semakin melebar.
Lorong menuju toilet sedikit remang hinnga ia tidak sadar seorang datang dari arah belakang dan membungkam ia dengan sapu tangan.
Carri memberontak dengan sekuat tenaga namun ia akhirnya jatuh dalam tidur panjangnya.
...
Geri mencari istrinya di semua pesta itu namun tidak menemukannya. Dengan rasa khawatir ia menghubungi nando untuk melacak keberadaan istrinya.
'Datang Sendirian!!!
...
Di sebuah gudang terbengkalai di tengah hutan Carri sudah tersadar dari pingsannya. Ia diikat ke sebuah kursi dan tidak bisa bergerak.
Carri ditempatkan sendirian di pojok ruangan itu dengan beberapa orang sedang berpesta ria di tengah gudang, mereka menyalakan api unggun dan memanggang daging.
Di atas meja bundar yang lusuh beberapa botol alkohol dan rokok berjejer, mereka belum menyadari bahwa Carri sudah terbangun tapi mereka sungguh tidak mempedulikannya.
"Haahahhah, pesta hari ini sungguh lengkap jika ada wanita-wanita cantik"
__ADS_1
"Ya akan menyenangkan melucuti mereka di gudang ini"
"Tidak ada yang mau bersamamu di gudang lusuh ini, tapi jika itu aku wanita mana pun akan berlutut didepanku"
"Haha kau terlalu percaya diri, menyentuh gadis di pojokan saja kau tidak akan berani"
"Jangan meremehkanku!!!!!!!!
"Hei jangan saling beradu, kita harus bersenang-senang tanpa memikirkan gadis malam ini"
"Tapi aku benar- benar menginginkan seornag gadis saat ini"
"Ya dan kelihatannya buruan kita cukup bagus hahahh"
"Hanya satu orang dan kita tidak akan cukup, tapi tidak masalah jika kalian mendahulukanku"
"Jangan berbicara sembarangan aku yang paling senior disini kalian harus menghargaiku"
"Tapi bro punyaku sudah menegang lebih dulu"
"Hahahah kalian terlalu bersemangat bagaimana jika kita menyuruhnya memilih saja?
"Hahha akan menyenangkan jika kita menyuruhnya menari lebih dulu, kita bisa menikmati tubuh telanjangnya dengan mata hahah"
Carri yang sudah bangun berkeringat dingin mendengarnya, wajahnya telah pucat dan badannya bergetar. Ia mengingat bagaimana ia hampir diperkosa oleh seorang ******** di sebuah salon.
Bayangannya kembali muncul dan membuat ia semakin panik, apa yang harus dilakukannya ketika saat ini ia diikat dan tidak bisa bergerak sama sekali.
__ADS_1