
Malam itu terasa terasa begitu menakutkan karena kegelapan yang menyelimuti.
Dalam sebuah kamar seorang perempuan meringkuk menahan diri untuk bergerak. Keti menahan nafas berpura-pura tidur ketika langkah kaki itu semakin mendekat.
Deon yang melangkah masuk merasakan hatinya terasa bahagia bercampur sakit. Ia bisa melihat dengan samar gadis kecil itu sedang tertidur pulas di balik selimut. Ini menandakan bahwa gadis itu baik-baik saja setelah kajadian yang mereka alami.
Disisi lain ia menjadi takut kalau gadis itu tidak akan menerimanya, mungkin saja Keti sadar dan mengetahui apa yang telah dilakukannya pada Keti.
Ketika ia hampir sampai di depan Keti, Deon menghentikan langkahnya dan hanya berani melihat wajah yang mengkerut di depannya. Keti mengalami mimpi buruk? Deon maju selangkah dan menyentuh wajah Keti.
Anehnya sentuhan itu seperti keajaiban, tubuh tegang gadis di depannya perlahan menjadi tenang. Ia bisa merasakan gadis itu mendapat ketenangan bercampur kepuasan.
__ADS_1
Keti merasakan gerakan orang itu. Ia berhenti dan menatapnya. Karena rasa gelisahnya yang mengikatnya membuatnya secara spontan mengerutkan keningnya.
Aroma farfum yang ia cium bukanlah milik Mia, tapi itu milik seseorang yang ia tunggu. Keti tidak mau mengambil resiko dengan berbuat gegabah hingga ia terus diam meski ia yakin orang itu memperhatikan wajahnya yang langsung berubah.
Beberapa saat dan sebuah tangan yang familiar mendekatinya, pikirannya menjadi tidak tenang, ia bisa mencium aroma orang itu menjadi lebih kuat.
Aroma yang familiar itu membuat ia merasa tenang dan rileks. Ia tahu siapa orang itu.
Segera Keti membuka matanya dan melihat wajah yang ia inginkan itu. Wajah yang tersamar di kegelapan dengan dua mata gelap yang tidak bisa terkalahkan oleh gelapnya ruangan.
Keti tidak memiliki waktu untuk memikirkan lebih jauh mengenai kemungkinan itu, Ia menepisnya dari pikirannya dan fokus merasakan kehangatan dan ketenangan yang ia dapatkan.
__ADS_1
Disisi lain Deon terdiam menerima perlakuan wanita itu. Ia merasakan darahnya mendidi ketika wajahnya yang tampak samar bersama gelapnya ruangan akhirnya memberikan senyuman. Senyuman kepuasan.
Detik berikutnya tangannya sudah berada di punggung Keti dan memeluk gadis itu dengan erat, rasanya seperti ingin menyatuhkan tubuhnya dengan tubuh gadis mungil di pelukannya.
Sesuatu langsung terlintas dipikirannya ketika ia terus tersenyum. Benar-benar jatuh cinta!
Seklai ini saja, pikirnya sambil menundukkan kepalanya.
Sesaat Keti merasakan sesuatu di puncak kepalanya. Sebuah hal yang aneh mendarat dengan lembut menyentuh puncak kelapanya dengan ringan.
Ia tidak tahu apa itu, mungkin saja hanya dagu Deon yang tak sengaja menyentuhnya. Tapi detik berikutnya ia merasakan kehangatan dan rasa bahagia menjalar di sekujur tubuhnya. Ia bahkan menjadi panas dan merasa tersipu ketika pikiran terliarnya menuju ke arah yang lain. Sebuah kecupan?
__ADS_1
Emosinya mengalir dengan cepat ketika kebahagiaan yang berlangsung singkat itu segera tegantikan dengan emosi buruk yang melandanya. Ia tiba-tiba merasa lemas dan mulai terisak dalam pelukan Deon.
Deon menunduk memperhatikan Keti ketika ia menyadari wanita itu sedang menangis. Dengan lembut ia mengelus rambut indah Keti dan membiarkan wnaita itu terus menangsi dalam pelukannya. "Tidak apa, menangislah jika itu terasa sakit" Suaranya menangkan dan halus terdengar.