Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 121


__ADS_3

Ender memasuki ruangan dimana ia menjadi raja disana. Ia masih sibuk memikirkan bagaimana caranya menghadapi ketiga gadis yang akan datang dihadapannya, mereka semua memiliki pendukung yang sama, meski yang lain berhubungan darah, tapi yang lain jelas adalah calon masa depan Bos besarnya.


Sementara ia berpikir pintu sudah terbuka dan Nari berjalan masuk dengan muka polos yang menyejukkan diikuti oleh asistennya.


Ia segera berdiri dari kursi kerjanya dan beranjak duduk bersama Nari. Meski ia terlihat tenang, namun sebaliknya ia sementara menggertakkan giginya menjadi pelarian kegugupannya.


"Apakah kedua ****** itu belum datang? Nona kami memiliki banyak kegiatan hari ini, jadi harus lebih cepat" Rin sudah tidak sabar menunggu kekalahan kedua orang itu hingga ia mendesak Ender untuk bergerak cepat.

__ADS_1


"Tunggulah sebentar mungkin mereka sedang dalam perjalanan" Sialan ini adalah masa paling menengangkan dalam hidup Ender, lagi pula sekarang ia terlihat ditindas oleh asisten kecil disingasananya, jelas ini bukanlah hal yang baik untuk seorang asisten mahasiswi membentak dan berbicara lancang pada kepala departemen kemahasiswaan perguruan tinggi kampus elit. Tapi apa yang bisa dilakukannya hanya dengan sedikit langkah yang salah maka jurang kehancuran akan menyambutnya dengan tangan terbuka.


"Apa hak mereka membuat Nona kami menunggu? Apa mereka tidak tahu siapa Nona kami? Apa perlu kami mengatakannya pada Andra agar ia sendiri yang menangani masalah ini" Rin sangat bangga dengan dirinya sendiri, ini adalah kepuasan yang hakiki ketika segala sesuatu hanya bisa diselesaikan dengan satu kali berbicara. Ia tidak pernah merasakan sensasi ini sebelumnya tapi ini sungguh nikmat, ia harus berterima kasih pada Nari karena telah memilihnya untuk bersada di sampingnya.


"Rin, tenanglah kita belum terlambat untuk rekaman hari ini" Nari senang bisa berekting menjadi lembut dan menipu banyak orang untuk meningkatkan popularitasnya.


Bagai terjun kebelahan bumi yang terbuka dan lahar panas menunggunya Ender menggertakkan giginya mendengar kalimat itu, rekamannya disiapkan langsung oleh Andra, bagaimana mungkin orang sesibuk Andra bisa menyia-nyiakan waktunya untuk menyiapkan sebuah rekaman untuk artis pemula, jika memang benar adanya sepeti itu maka jelas Nari adalah ornag paling berharga bagi Andra.

__ADS_1


"Saya bisa menangani masalah ini dengan baik jika memang kalian terburu-buru, percayala pada saya" Dalam hati Ender berdoa ia akan keluar dengan baik dari masalah sialan ini, ayolah kali ini dewi keberuntungan berpihakala padanya.


Menyerahkannya pada Ender, jelas ia bisa melakukannya tapi itu bukanlah tujuannya ia harus memastikan kedua ****** itu bersujut meminta pengampunan di bawah kakinya, kalau perlu mereka harus menjilat alas kakinya untuk pengampunan. "Kami akan menunggu"


Sepertinya surga telah menolak doanya, Ender menahan nafasnya dan ia bisa merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya yang sudah memanas karena peningkatan suhu tubuh yang terjadi ketika menahan kegugupannya. "Ba, baiklah, aku akan kelur untuk menyuruh seseorang menghubungi mereka lebih cepat, apa yang ingin anda minum?


"Tidak perlu kami hanya akan menunggu" Nari tersenyum puas, ia bisa membuat orang sepenting Pak Ender bertekuk lutut di hadapannya apa lagi kalau hanya dua ****** yang tidak tahu malu itu, tunggu dan lihatla nasib kalian.

__ADS_1


Ender segera keluar meninggalkan ruangan, barulah ia bernafas lega ketika pintu di belakangnya telah tertutup sempurna. Paling tidak walau hanya beberapa saat tapi ia bisa mengulur waktu untuk memikirkan kembali rencana yang tepat.


__ADS_2