Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 228


__ADS_3

Orang yang dikatakan bos besar itu sedang berdiri di depan akuarium menatap ikan yang sedang berenang bebas di akuarium. Tubuh kekar dan tegas serta pembawaan aura yang menakutkan tidak lagi mengejutkan Arron.


Ia sudah terlalu biasa dengan hal seperti itu. Ia bekerja dengan Andra sudah terlalu lama dan juga lebih banyak menemui orang seperti itu di masa lalunya.


Dan selama itu hanya ada satu orang yang bisa membuatnya tegang dan berkeringat dingin hingga merasa separuh dirinya sudah ada di sebuah dimensi lain sedang terkurung. Tentu saja orang itu adalah bos besarnya, Andra.


Wanita yang mengantarnya masuk segera keluar meningalkan mereka berdua. Arron tidak yakin apakah orang-orang yang baru saja ia temui mengenalnya atau tidak. Tapi mereka jelas tidak merasakan keraguan sedikit pun untuk menerimanya. Apa lagi membiarkannya tinggal di dalam satu ruangan hanya berdua dengan bos besar mereka.


Ia tidak mau membuang waktu hingga ia langsung pada intinya. "Saya memerlukan bantuan anda untuk menemukan bos besar saya, Andra" Arron berbicara dalam bahasa ingris. Ia tidak perlu repot menjelaskan siapa Aadra, karena tentunya orang itu sudah mengenalnya.


Sepeti dugaan Arron, Orang itu segera berbalik dengan wajah terkejut yang memperlihatkan kepeduliannya pada Andra.

__ADS_1


Orang itu berbalik dengan ekspresi mempertanyakan pendengarannya. Arron tidak mau membuang banyak waktu jadi ia segera menjawab "Tepat seperti yang anda pikirkan"


Beberapa saat Arron sudah menyelesaikan pembicaraanya dengan orang itu. Ia meninggalkan tempat itu dengan langkah mantap.


Penjaga di depan segera mengembalikan semua barang bawaannya. Arron tidak banyak berbicara dengan mereka karena ia tahu mereka berbeda bahasa.


Arron berlalu dengan cepat meninggalkan jejak ban motor yang ia kendarai.


Ia memandang langit malam yang gemerlap bertabur bintang-bintang. Hatinya sedang gelisah memikirkan gadis ynag ia tinggalkan sendirian.


Selama kepergiannya ia berusaha melupakan bayang-bayang Keti, namun pada kenyatannya ia terus memikirkannya. Instensitasnya pun semakin bertambah dari hari-ke hari.

__ADS_1


Hari pertama ketika ia pergi ia membuka album fotonya sebanyak dua kali. Hari kedua ia membuka sebanyak tujuh kali, dan hari ke tiga ia menemukan dirinya semakin merindukan gadis itu hingga tidak dapat menahan diri untuk memandangi wajah gadis itu hampir setiap dua jam.


Ini adalah perasaan asing yang ia alami hingga untuk mengetahui bahwa ia sedang jatuh cinta atau hanya hawatir, Arron masih bingung membedakannya.


Lagi pula ketika ia meningalkan gadis itu, ia melakukannya tanpa persiapan. Bahkan ia melakukan pelecehan pada Keti sebelum berangkat melaksanakan tugasnya.


Dengan angin dingin yang terus bertiup menerpa dirinya, Arron menjadi semakin ragu untuk kembali bertemu gadis itu. Mungkin perasaannya akan membebaninya selama waktu yang belum di tentukan.


Berpikir bagaimana ia akan bersikap pada Keti menjadi sebuah pertanyaan terbesarnya. Masihka ia pantas menjadi penjaganya ketika saat yang lalu ia bahkan melewati batasnya dengan menyentuh Keti?


Bagaimana pun ia memiliki janji pada bos besar untuk menjaga gadis itu seumur hidupnya. Tentu saja janji itu bukan bermaksud untuk menjadikan Keti sebagai wanitanya, tapi janji yang dibuat oleh seorang bawahan pada atasannya. Tidak dapat melibatkan perasaan!

__ADS_1


Seberapa lama ia bisa bertahan sampai akhirnya ia mengingkari janjinya?


__ADS_2