Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 71


__ADS_3

Sari sedang bersama Gen ketika mendengar berita Carri mengunjungi toko utama mereka.


"Sayang, kamu tau adik kamu pernah pergi ke butik aku?


"Emmh gak tau, mungkin dia cuma berdiri disana buat istirahat"


"Tapi kayaknya kita harus minta tolong deh sama adik kamu supaya memakai baju desain perusahaan aku, jadinya kan nanti bisa memberi keuntungan buat kita"


Sari merasa kesal sama Cari, harusnya dia tidak usah membuat keributan kayak gitu. Sudah rencananya buat permaluin Carri berantakan, sekarang Carri malah jadi pusat perhatian semua orang, bahkan tunangannya sendiri jadi tertarik sama dia.


"Sayang, gak semudah itu, dia kan udah pakai baju milik A, jadi gak mungkin dia mau pakai merek dari saingan A, iya kan?


"Sayang, kita kan belum mencoba, lagi pula dia kan adik kamu jadi pasti mau bantuin kamu, kamu bilang ajah kalau kamu punya saham di Mode. Kan kalau bisnis aku maju kamu juga yang nikmati, apa lagi kalau kita udah nikah nanti"


Sari tersenyum bahagia mendengar Gen, ia mengangguk dan memeluk kekasihnya.


Setelah pulang bekerja Carri telah selesai makan malam dan menunggu Geri sambil menyalakan TV.


Udah larut malam dan perutnya keroncongan menagih jatah makan malam, tapi suaminya belum juga kembali dan bahkan telponnya juga tidak tersambung.


Ia kemudian menelpon Vina untuk bertanya.


"Halo Nyonya"


"Halo Vina saya mau menanyakan suami saya, soalnya dia belum pulang"


"Lho Nyonya tadi dia pulang lebih awal bersama Nando"


"O iya makasih ya"

__ADS_1


Carri menjadi cemas karena ia takut terjadi sesuatu pada suaminya, hanya pilihan ia sekarang adalah menelfon Nando.


"Halo Nyonya"


"Nando, apa kamu bersama suami saya?


"Maaf bu, saya tidak bersamanya"


"Lalu apa kamu tau dimana suami saya, dia belum pulang sampai saat ini"


"Terakhir saya mengantarnya ke hotel tapi saya langsung disuruh pulang"


"Beru tahu saya hoyelnya"


"Hotel BM"


Carri dengan tenang meraih tas dan kemudian berlalu menuju hotel.


Ia tetap tenang dan kemudian pergi meninggalkan hotel itu, ia menyuruh Pande pergi ke kantor suaminya.


Ketika tiba disana ia segera naik lift menuju ke lantai paling atas. Setelah ia masuk ruangan suaminya ia mendapati rungan itu telah gelap, bahkan ruang istirahat tidak ada orang disana.


Carri merasa putus asa dan kembali ke apartemen, ia ingin menghubngi Andra namun ia tidak memiliki nomornya.


Setelah berpikir sesaat ia kemudian menelpon Mia untuk menanyakan nomor HP Andra. Tapi jawabannya tetap tidak.


Dengan putus asa Carri hanya meletakkan HP nya dan duduk di sofa sampai tertidur.


Pagi harinya ia bangun dan menyelesaikan rutinitasnya, ia bernagkat ke kantor Geri lebih dulu dan menunggu disana sepanjang hari namun Geri tidak juga muncul, sampai sore ia hanya duduk membaca buku.

__ADS_1


Stelah merasa putus asa ia kemudian pergi ke kantornya dengan perasaan lemah, ia sangat takut akan terjadi sesuatu pada suaminya.


"Bos, ada apa denganmu?


"Tidka usah memperdulikan aku"


Carti menuju ruangannya dan memeriksa semua laporannya hingga selesai.


Semua orang telah pulang namun ia masih berada disana melihat layar ponselnya, ia belum makan malam, namun kecemasannya membuat ia lupa kalau perutnya mengalami lapar.


Beberepa saat ia kemudian memutuskan untuk pulang dan menunggu suaminya di apartemen.


Saat tiba lampu di rumah tidak ada yang menyala dengan meraba-raba ia mencari saklar lampu dan menyalakannya.


Ia kemudian mandi dan makan mi instan, ia malas melakukan apa pun dan hanya duduk di sofa mengahadap HPnya menunggu suaminya untuk menelponnya.


Pada saat ia hampir tertidur suara dering telponnya membangunkannya, namun yang menelpon bukan Geri tapi Sari.


Ia malas mengangkatnya tapi ia tetap menerima telponnya karena ia berpikir ada informasi penting yang akan disampaikan oleh. Sari.


"Halo"


"Halo Carri, bolehka kita bertemu besok, ada sesuatu yang ingin kubicarakan"


"Lain kali saja, aku sangat sibuk"


"Ayolah ini sangat penting dan mendesak"


"Aku benar-benar sibuk"

__ADS_1


Carri langsung mematikan telponnya dan kembali menunggu suaminya pulang atau pun menghubunginya.


__ADS_2