Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 158


__ADS_3

Ketika mereka berjalan ke arah restoran terdengar suarah yang tidak asing dengan nada meringis.


"Ken, suara itu,," Keti sudah ada pada mode waspada. Meski ia memiliki orang hebat di sampingnya tapi ia lebih takut kalau Mia sampai terluka. Selain penyamaran mereka akan terbongkar, amarah 01 pun tidak akan bisa ia tangani.


"Ayo kita periksa!" Ken berjalan sedikit buru-buru ke arah sura. Itu adalah samping toilet wanita.


Keti segera menarik tangan Ken "aku tahu kau tidak terkalahkan, tapi lebih baik tidak mencampuri masalah orang lain, akan ada masalah baru nantinya!


"Diamlah! Mereka bisa mendengar kita" Ken mengintip di balik dinding dan melihat dua orang gadis sedang menganiaya Mischa.


Sialan! Yang satu musuh bebuyutan, yang satu lagi wanita yang ingin dihindarinya!


Ia tidak punya pilihan lain dan berjalan ke arah mereka. "Ada apa ini?"

__ADS_1


Sari merasa kesal ada orang yang ikut campur, dengan wajah penuh amarah ia berbalik hendak menampar ora itu. Tapi kemudian ia terperangah dengan wajah didepannya, ketampanan maksimal! Kharisma yang kuat! Sempurna! Tangannya hanya melayang di udara dan kemudian ia menurunkannya perlahan. "Tuan, sebaiknya kamu tidak ikut campur dalam masalah ini, wanita murahan ini telah menipuku sehingga tidak bisa bergabung dalam sebuah film. Aku hanya memberinya sedikit pelajaran."


Menipu? Tidka bisa ikut dalam sebuah film? Keti langsung mengerti apa maksud Sari. Ini semua ulahnya tapi Mischa saja yang sedang sial!


Mischa yang melihat Ken dan kaget juga, tapi hatinya menciut ketika ingat bagaimana perlakuan Ken padanya. Ia tidak mungkin mengharapkan pertolongan. Lagi pula ia tahu siapa Sari, jadi Ken tidak akan berani mencari gara-gara dengannya.


Penampilannya sudah acak-acakan dan beberapa bajunya sudah robek akibat gunting yang di gunakan Im. Belum lagi rasa sakit yang menjulur di seluruh tubuhnya. Ia hanya bisa tertunduk kembali dan menahan rasa malu.


Ken melirik Mischa yang sudah tertunduk dengan penampilan yang berantakan. "Tingalkan kami!"


"Hah! Ap,, apa katamu?" Sepertinya telinganya telah rusak. Bagaimana bisa pria yang begitu berwibawah lebih memilih gadis sialan itu dibanding dirinya! Apa orang ini tidak tahu siapa dia.


Ken tidak menghiraukan Sari, lagi pula ia sangat jijik padanya. Dengan kasar ia mendorong Sari kesamping dan berjalan melepas jaketnya untuk menutupi tubuh Mischa."Berdirilah"

__ADS_1


Keti yang masih terkejut langsung menuntun Mischa ke mobil mereka.


"Sialan! Mengapa jadi dia! Mia yang memulai dan ia yang harus menyelesaikan sisanya!


Ken masih harus melanjutkan bertemu dengan para kru yang telah menunggunya. Ia tidak mungkin membiarkan orang-orang itu menunggunya. Ia berlalu pergi meningalkan Sari tanpa menoleh sedikit pun.


"Siapa dia?" Sari merasa kesal karena kali ini ia diperlakukan buruk lagi.


"Sari, ayo masuk dulu, kita bicarakan nanti, orang-orang akan curiga jika kita pergi terlalu lama" Im segera membuang gunting ditangannya. Tapi kemudian mereka tidak langsung masuk. Sari berjalan ke arah mobil dimana ia melihat Mischa dan Keti masuk kesana.


"Sari, apa yang kau lakukan?" Im merasa cemas dan firasatnya seolah mengatakan kalau sesuatu yang buruk akan terjadi sebentar lagi.


Benar saja, ketika mereka tiba Sari langsung meraih batu di pinggir parkiran dan melemparkannya ke arah mobil itu.

__ADS_1


__ADS_2