Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 227


__ADS_3

Di sebuah negara kecil yang tidak terlalu maju Arron mengendari sebuah sepeda motor dengan kecepatan sedang.


Ia benar-benar telah kembali ke dirinya yang sesungguhnya. Melepaskan penyamarannya sebagai Deon dan kembali menjadi Arron. Orang yang tenang dan sulit di tebak.


Ia kemudian berhenti di sebuah gang kecil yang merupakan tempat dimana ahli bela diri bawah tanah berkumpul. Meskipun jumlah mereka tidak terlalu banyak namun mereka masih memiliki pengaruh besar dalam pasar gelap bawah tanah.


Tubuh mereka adalah senjata tempur yang utama karena mereka terlalu kekurangan dana untuk mendapatkan perlengkapan tempur seperti gang lainnya. Mereka memiliki, namun hanya seadanya.


Namun jika bicara soal taktik dan tenaga mereka maka mereka adalah yang terbaik di antara semuanya.


Arron tiba di pintu masuk dengan di sambut oleh dua berseragam hitam lengkap dengan senjata.


Arron menghentikan motornya dengan santai saat ia berbalik mengangkat kedua tangannya dan menghadap ke arah dua orang penjaga itu. Keduanya saling berpandangan sebelum sala satu dari mereka memeriksa Arron untuk mengetahui apakah ia membawa senjata atau tidak.

__ADS_1


Tentu saja dari pertama mereka melihat sudah langsung mengetahui siapa yang mereka hadapi. Jelas itu bukan orang sembarangan!


Datang seorang diri ke markas mereka adalah suatu hal yang hanya akan dilakukan oleh orang dengan nyali besar, dan tentunya tidak semua orang berani melakukannya.


Sebuah pistol keluaran baru di ambil dari celana Arron. Orang bertubuh tegap itu melemparkan senjata ditangannya itu ke arah rekannya sebelum melanjutkan pemeriksaannya. Temannya yang menerima senjata mengawasi dengan tetap mengarahkan senjatahnya ke Arron.


Setelah pemeriksaan dengan teliti akhirnya orang itu memberi kode pada rekannya bahwa Arron itu aman dari senjata.


Kedua orang itu menatap Arron dengan tajam karena mereka sama sekali tidak mengerti apa pun yang dikatakan Arron. Mereka adalah senjata perang sehingga untuk mempelajari bahasa lain adalah suatu hal yang menyi-nyiakan waktu mereka.


Tapi beberapa saat kemudian sala seorang dari mereka menuntun Arron untuk masuk ke dalam.


Mereka melewati lapangan besar kemudian lantai bawah yang kotor dan masuk ke sebuah lorong panjang yang sempit dan pengap.

__ADS_1


Di ujung lorong terdapat sebuah lift yang telihat tua. Orang itu menekan tombol buka dan mereka menunggu sesaat sebelum pintunya terbuka.


Arron memperhatikan lift tua itu, tapi ia tidak terlalu memikirkannya dan tetap diam menunggu saat dimana lift akan berhenti.


Dalam waktu kurang dari 5 menit mereka tiba di lantai paling atas gedung itu. Arron mengikuti di belakang ketika penjaga menuntunnya ke sebuah ruangan yang cukup besar.


Meski pun bangunannya terlihat tua tapi lantai dimana mereka berada di desain dengan gaya klasik. Arron tidak mengatakan apa pun dan hanya memperhatikan saja.


Penjaga itu berbicara dengan orang di depan pintu dalam bahasa yang tidak di mengerti Arron. Seorang wnaita yang jelas memiliki kemampuan bertempur itu menganggukan kepala dna mempersilahkan Arron untuk masuk.


Orang yang dikatakan bos besar itu sedang berdiri di depan akuarium menatap ikan yang sedang berenang bebas di akuarium. Tubuh kekar dan tegas serta pembawaan aura yang menakutkan tidak lagi mengejutkan Arron.


....

__ADS_1


__ADS_2