
Tidur Mia terlalu nyenyak pada malam itu. Ia terbangun ketika matahari telah tinggi. Sebuah perasaan terlindungi ia rasakan ketika ia berusaha mendekap selimutnya dengan erat.
"Kasur ini jadi lebih keras tapi menyenangkan." Mia bergumam perlahan saat dirinya terlalu malas membuka kelopak matanya.
"Jadi seperti ini posisi tidur yang kau sukai?" Andra melengkungkan bibirnya mendengar gumaman Mia.
Apa ini? Mia tersentak kaget ketika mendengar sebuah suara dari atas kepalanya. Ia mendongak mendapati Andra sedang menatapnya dengan senyuman indahnya.
Mia tertidur di atas tubuh Andra dengan kepalanya berada pada dada pria itu. Baru saat itu pula ia bisa merasakan sebuah pergerakan naik turun dari perut pria itu ketika sedang bernafas.
"Mengapa aku,,," Mia berusaha bangkit dengan cepat namun tangan kurus lelaki itu sudah merangkulnya dengan erat.
__ADS_1
Andra menatap nakal pada gadis kecil di atas tubuhnya. "Aku tidak keberatan, kau menyukainya, posisi ini terasa lebih enak. Apa lagi pada bagian perutku terasa begitu,,,"
Mia memerah mendengar ucapan Andra. Ia tidur di atas tubuh pria itu dengan kepalanya bersandar pada dada Andra dan payudaranya tepat menekan bagian perut pria itu, dan dengan lantangnya pria tidak tahu malu ini mengatakan hal seperti itu tanpa rasa bersalah. Memalukan! "Lepaskan aku, aku tidak sengaja berada di atasmu, aku pikir aku,,"
"Ssstttt.... aku menyukainya juga, lagi pula akulah yang menarikmu ke atasku dan,,"
"Apa? Kau!!" Mia merasa sangat marah pada pria yang sudah mengambil keuntungan darinya tanpa sepengetahuannya.
"Kita ini suami istri, aku sebagai seorang suami memiliki hak atasmu, kau tahu? Kita harusnya melakukan apa pun yang menjadi tugas seorang suami istri bukan?" Kata-kata Andra jelas mengarah ke sesuatu yang lebih intim dari ini.
"Apa kau malu? Bagaimana bisa kau malu padaku, semua yang ada padamu sudah ku lihat. Bahkan aku sendiri yang memilikan dan memakaikanmu pakaian dalam kemarin malam."
__ADS_1
"Kenapa kau mengatakannya? Itu memalukan!" Mia menundukkan kepalanya yang sudah pasti berwarna merah padam karena kata-kata Andra. Laki-laki itu sungguh tidak memiliki rasa malu sedikit pun!
Andra tidak bisa menahan tawanya, ia tertawa dengan keras mendengar kata-kata Mia. Mereka adalah suami istri, dan mereka tidak memiliki ruang untuk merasa saling malu. Lucu sekali gadis kecil ini!
Mia semakin jengkel dan merasa terhina karena Andra menertawakannya "Enyahlah!" Teriaknya pada Andra. Ia merindukan lelaki itu selama berbulan-bulan dan berharap Andra akan segera kembali. Tapi kini ia merasa ingin menjauhi Andra. Lelaki ini sangat tidak tahu malu!
"Jangan bergerak, apa kau tidak merasakan sesuatu di bawah sana?"
Mia menjadi panik, ia segera diam tak bergerak dan menggigit bibirnya sambil berpikir. Pria ini sengaja melakukannya! Bagaimana cara membebaskan diri?
Dimata Andra, Mia menjadi lebih mengoda saat Mia mengigit bibirnya sambil memikirkan sesuatu. Ia tidak akan bisa bertahan lagi kalau terus melihat tingkah mengoda gadis kecil itu. Mungkin Mia tidak sengaja, tapi bagi Andra itu adalah kasus yang berbeda.
__ADS_1
Andra segera melepaskan tangan yang memeluk Mia hingga wanita itu segera bangkit darinya dan berlari ke kamar mandi.
Kemudian ia bangkit dari tempatnya dan menerima panggilan yang baru saja masuk. "Selesaikan semuanya."