Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 149


__ADS_3

"Mia kau sungguh kejam, bagaimana bisa kau menghancurkan seorang gadis lugu dengan cara seperti itu?" Tentu saja ia senang bisa menikmati tontonan gratis seperti itu, lagi pula dengan sikap mia tadi mereka bisa pulang lebih awal, tidka perlu tinggal meladeni Flilia. Tapi tetap saja ia sungguh tidak berpikir Mia akan sekejam itu memeperlakukan Frilia.


Menghancurkan? Bukankah ia akan lebih hancur kalau tahu ia jatuh cinta pada seorang gadis yang sudah menikah! Mia mengacuhkan Keti dan masuk kedalam mobil.


Wah, dia sungguh jadi orang datar sekarang! Dia benar-benar menghayati perannya sebagai orang dengan kepribadian dingin.


Sekarang ia menyesal telah mengusulkan kepribadian dingin untuk dimiliki Ken, ini namanya senjata makan tuan!


Oh,, bagaimana aku akan menghadapinya setiap dia dalam mode dingin. Dan itu akan berlangsung bertahun-tahun, tidak, mungkin saja selamanya. Aku tidak akan meragukan andra lagi, orang dnegan kpribadian mereka memang kejam!


Keti masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Deon, ia tidak mau tertular sikap dingin Mia jika ia terus melengket padanya.


"Nona, aku sangat bosan menunggu kalian disini, sekarang beri tahu aku" Deon sudah frustasi karena hanya bisa menunggu kedua gadis ini di dalam mobil.


"Kau akan terkejut kalau tahu bagaimana Ken yang sok keren itu menghancurkan hati seorang gadis lugu!" Keti berbisik di telinga Deon sambil melayangkan tatapan mencibir pada Mia.

__ADS_1


Gadis lugu? Apa itu julukan yang tepat? Sejak kapan gadis lugu berani mendekati seorang pria lebih dulu. Dan itu dilakukannya di depan banyak orang. Mia membalas tatapan mencibir Keti dengan tatapan dinginnya.


Semua gadis pasti lugu, hanya kau sjaa yang berubah jadi pria dna lupa kalau kau adalah seorang gadis!


Lalu bagaimana dengan dirimu, kau membiarkannya begitu saja dan tidak menolongnya, apakah gadis lugu memang sekejam itu!


Pada akhirnya perang dingin itu dikacaukan oleh Deon yang sudah masuk ke mode kepo level tinggi.


"Nona, kau akan membuatku mati penasaran" Sial! Ia dipermainkan oleh kedua gadis ini.


Ken yang sombong? Bagaimana bisa ia berkata keras begitu jika kepribadian yang dimainkan Mia saat ini ialah idenya!


Hah! Apa ini, aku akan meledak sekarang juga! Jiwa kepo yang tertular dari Keti sudah merasukinya, jiwa yang membutuhkan penenang. "Jadi apa yang terjadi?"


"Yang terjadi? Ia mendekati Ken yang sombong ketika kami akan keluar dan berharap untuk menjadi lebih dekat dengan Ken"

__ADS_1


Berhenti lagi! Sial! Ini akan membunuhnya, apakah keti sedang membagikan permen sehingga harus memberi jeda agar permennya tidak cepat habis? "Apa berikutnya? Katakanlah semuanya sekali gus, kau akan membunuhku Nona!"


"Kau memerintahku! Dasar kau kacung sialan rasakan ini!" Keti memukul Deon berulang kali.


Hah! Lihat dia! Katanya semua gadis itu lugu! Apa gadis lugu harus memukul seorang pria dengan begitu keras tanpa ampun?


"Nona, aku sedang menyetir!"


"Kalau begitu fokuslah menyetir dan jangan terus bertanya!"


Sial! Apa ia harus berada di posisi yang selalu salah? "Nona, kau tidak bisa menyalahkanku, kau tahu kalau jiwa kepo mu itu menular padaku, dan kau paling tahu apa obatnya. Jadi beri tahu aku sekali gus, jangan menahannya! Jangan memberi jeda!" Apa ia tidak akan gila juga kalau mendengar cerita sepotong-potong yang membuat mati penasaran.


"Huh! kacung, kau sudah mulai berani sekarang! Kau mulai berbicara panjang lebar dengan nada tinggi dan berani memerintahku!?"


"Maafkan aku Nona" Deon segera menekan rasa keponya yang meluap-luap dan menfokuskan diri pada jalanan.

__ADS_1


Pembaca tercinta, jangan lupa like dan komen yang banyak, jangan lupa pula untuk mampir memberi bintang lima ya,,


__ADS_2