Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 125


__ADS_3

"Kita akan memasak bersama mari membuat party kecil-kecilan, kita bisa memanggang daging dan dan membuat jagung bakar" Keti melompat ke arah Mia dan menariknya untuk bergerak menuju dapur menyiapkan peralatan.


"Nona, bukanka kau bilang kau sudah lapar, kalau memesannya akan jauh lebih cepat" Deon meraih ponsel di depannya hendak melakukan delivery ketika ponsel itu telah direbut dengan cepat oleh Keti.


Dasar kacung ***** apakah dia ini tidak bisa mengerti kodeku, percuma saja memeliharanya. "Pergi dan siapkan peralatan, biar kami menyiapkan dagingnya!!!!!!


Pesta ala mereka bertiga dibuat di taman belakang disamping kolam. Deon memanggang daging bersama Mia sementara keti mengatur meja dimana mereka akan menikmati makanannya.


"Mia, apa rencanamu selanjutnya? Deon sangat penasaran ia sungguh tidak tahan untuk bertanya karena ia memang diciptakan dengan sikap yang polos dan rasa ingin tahu yang tinggi.

__ADS_1


"Maksudmu? Apa Deon ini mengatakan tentang pernikahannya atau sesuatu yang lain, sungguh Mia sering tidak dapat mengerti maksud anak yang sedikit ***** ini.


"Itu, apa kau akan meninggalkan Andra? Wajahnya benar-benar polos seperti anak kecil yang tidak mengerti apa pun.


Mia sedikit terenyuh mendengar pertanyaan Deon tapi ia segera mengalihkan perhatiannya dengan membalikkan daging yang sementara dipanggang. "Aku tidak bisa bercerai, kau tahu kan pernikahan bukan untuk main-main, sejak kecil aku sangat mengagumi orang tuaku yang setia sampai mereka berdua tiada meski sering terjadi pertengkaran dalam rumah tangganya, jadi aku telah berjanji pada diriku sendiri ketika menikah aku akan selalu mempertahankannya dan hanya menikah sekali seumur hidupku"


"Apa yang kau bicarakan, kenapa kau merusak pesta kita dengan pertanyaan konyol macam itu? Lalu mengapa jika aku bukan perempuan lemah lembut? Kau bilang anjing pun tidak akan mendekat? Lihat saja dirimu itu, tidak memiliki teman dan hanya masuk kedalam lingkaran kami sebagai kacung!!" Keti merasa kepalanya mau pecah karena memiliki seorang kacung yang *****, bukan hanya ***** tapi ia sama sekali tidak punya otak, ia hanya memiliki dorongan untuk membantah dan meperkeruh suasana. "Mulai sekarang jika kau mau bicara atau melakukan apa pun itu kau harus minta ijin padaku dulu, dan ingat kau tidak boleh berbicara pada orang lain tentang kita bertiga kecuali atas ijinku, kau mengerti!!


Selama pembicaraan Keti itu ia merasa diancam akan dibunuh, wanita didepannya benar-benar seperti ibu-ibu cerewet, tapi ia masih gadis. "Ya tentu Nona"

__ADS_1


Keti merasa puas dengan jawaban Deon lagi pula Deon tidak akan membeberkan apa pun pada orang lain karena ia sangat patuh pada mereka dan juga tidak memiliki teman lain selain mereka, kecuali ketolollannya itu perlu diperbaiki agar tidak membuat masalah lagi. Keti segera mengalihkan perhatiannya pada Mia "Ai, aku selalu mendukung setiap keputusanmu, kita bisa mencari cara lain untuk menyingkirkan lintah darat itu dari Andra".


"Tidak perlu, lagi pula ia akan menyingkirkan Nari kalau ia memang peduli pada pernikahan kami, dan kami tidak saling mencintai, akan lebih baik kalau kami tetap seperti ini selamanya kan?


"Kau tidak berbohong bukan? Keti jelas tahu kalau Mia berusaha kuat, dan didalam hatinya yang paling kecil ia sedang terluka parah, siapa yang akan tahan menghadapi cobaan yang begitu berat di hempaskan pada seorang gadis mudah yang rapuh. Dunia sungguh tidak adil membuat gadis sebaik Mia harus menanggung beban berlebihan.


"Apa aku pernah membohongimu? Mia menatap Keti dengan tatapan meyakinkan hingga Keti tersenyum lalu memeluknya.


Pelukan penuh haru itu berlangsung beberapa detik hingga menit dengan kejutan besar menunggu mereka.

__ADS_1


__ADS_2