
Setelah mandi Carri memasak untuk makan malam dibantu Geri.
"Minyak goreng"
"Bawang putih"
"Bawang merah"
Carri menyebutkan bahan yang ia butuhkan dan Geri dengan siap memberikannya.
Setelah memasak mereka makan berhadapan, Carri menungkan sup ke mangkok Geri lalu kemudian ke mangkoknya sendiri.
"Masakan ini jauh lebih enak dari sebelumnya"
"Ini karena karena kita berdua yang memasaknya"
"Ya kita harus sering-sering masak bersama" Geri dengan semangat dan senyumnya yang membuat matanya membentuk bulan sabit menjawab Carri yang sedari tadi tersenyum kearahnya sambil meletakkan beberapa lauk di piring Geri.
Suami istri itu menyalakan TV dan menonton bersama setelah makan, "Bagaimana pelajaranmu hari ini?
"Tidak ada yang menarik dan masih sama membosankannya" Carri cemberut mengingat kejadian tadi siang.
"Itu karena istriku terlalu pandai" Geri gemas melihat muka cemberut istrinya hingga ia mencubit kedua pipi Carri dengan lembut.
"Aku akan kekurangan satu pelajaran minggu depan"
__ADS_1
Geri bibgung mendengar istrinya itu hingga ia melemparkan tatapan penuh tanya pada gadis kecilnya itu.
"Kau tahu, kami diwajibkan memberi pertanyaan pada pada akhir pembelajaran, dan aku tidak melakukannya, karena semuanya telah aku ketahui, tapi pengajar itu menemuiku dan mengganggu makan siangku hanya untuk memberi aku hukuman lain" Carri merasa itu tidak adil jadi dia memasang ekspresi sedih di depan suaminya.
"Lalu apa hukumannya?
"Aku ditugaskan membuat sebanyak 10 pertanyaan, tapi aku tidak melakukannya sehingga minggu selanjutnya aku tidak boleh mengikuti kelasnya lagi"
"Kenapa tidka memberi pertanyaan yang lebih sulit saja?
Carri mengerti maksud Geri untuk memberi pertanyaan yang menyangkut pelajaran itu namun pada tingkat yang lebih sulit.
"Aku takut aku lebih pintar dari dia" Carri tertawa sambil berbicara lalu melemparkan dirinya kepelukan suaminya.
Geri hanya tersenyum dengan tingkah konyol Carri lalu membalas pelukan istrinya.
Geri masih terus fokus pada layar TV dan tidak menyadari bahwa istrinya telah lelap ke alam mimpi.
Merasa bosan dengan siaran TV ia kemudian berbicara pada Carri namun lama ia menunggu jawaban tapi Carri tidak menyahut.
Akhirnya ia mengetahui bahwa istri kecilnya itu telah jatuh tertidur.
Ia membelai rambut istrinya dengan lembut sambil beberapa kali mencium puncak kepala Carri dan menikmati aroma lembutnya sampai ia tidak tersadar bahwa ia juga kini telah tertidur.
Tengah malam ketika Carri terbangun ia mendapati dirinya tertidur dalam pelukan suaminya.
__ADS_1
Mereka bahkan tidak ada di tempat tidur, ini membuat ia bingung, namun menatap wajah suamiya yang polos karena sedang lelap dalam tidurnya ia mau tidak mau tersenyum.
Rasa ngantuknya lenyap ketika ia memperhatikan wajah itu, di bawa sinar lampu yang membuat kulitnya bercahaya, hidung mancungnya dan bibir menggodanya.
Tangan geri masih melingkar di pinggang istrinya dan bahkan ketika ia tidur lelap pelukan itu masih hangat.
Dingin malam itu tidak terasa bagi Carri karena wajah indah suaminya kini mengalihkan perhatiannya.
Seperti tidak mau berpaling ia terus memandangi wajah itu, bahkan tangannya tidak berani bergerak karena ia takut Geri akan bangun ketika ia bergerak.
Ia tidak mau Geri bangun dan merusak pemandangan indah yang masih ingin dinikmatinya untuk waktu yang lama.
Sebenarnya Cari biasa terbangun dimalam hari dan memandang wajah suaminya sebelum kembali tidur, namun saat di kamar pencahayaan disana redup hingga baru kali ini ia melihat pemandangan indah itu.
Benar-benar seperti bayi yang terlihat polos bulu mata yang indah mengalahkan bulu mata para wanita dan kulit yang bersinar adalah candu tak tertahankan.
Setelah puas memandanagi wajah memikat itu akhirnya ia menggerakkan tangannnya dan menyentuh wajah itu.
Ia tahu Geri akan terbangun, tapi ia juga tidak dapat menahannya hingga akhirnya ia mengusap dengan lembut dari mata menuju hidung ke bibir seksi suaminya.
Seperti yang diduga Geri tersadar dan memandanh Carri yang sudah tersenyum padanya.
Ia tersenyum kaku karena ketahuan sedang memperhatikan suaminya sendiri.
Geri tidak mengatakan apa pun ia hanya tahu bahwa istrinya pasti telah lama bangun dan memperhatikannya.
__ADS_1
Geri dengan segera mencium bibir mungil istrinya itu lalu berdiri dengan Carri di pelukannya dan berlalu di balik pintu kamar.