Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 146


__ADS_3

Mia baru saja bangun ketika Keti membanting pintu kamarnya. "Ai! Kau! Kau menipuku!"


Mia yang menyadari malaikat pembawa maut telah tiba membawa tongkat penyiksanya langsung membungkus diri dengan cepat.


"Kau mau lari hah!"


Dalam sekejap selimut yang membungkus Mia telah berantakan dibawah lantai.


"Bangun!" Keti berteriak dengan volume tertinggi yang bisa ia capai.


Gadis ini telah membodohinya! Ia dengan sengaja selalu mengalihkan topik pembicaraan agar bisa lari.


Dan ia lebih bodoh lagi, ia tertipu selama 2 hari!


"Jangan marah-marah, aku akan mandi lebih dulu" Mia berusaha melepaskan diri dan beralih menuju kamar mandi.


Apa? Mandi katanya! Dalam mimpi!


Keti menekan perut Mia dengan duduk diatasnya "Diam di situ dan cepat katakan semuanya padaku"


Dasar Ei sialan! Mia sudah merencanakan paginya akan dilalui dengan tidur sampai siang, tapi anak ini jelas tidak memberinya kenyamanan. Ia datang dipagi buta dan mengacaukan tidurnya, bukan saja tidurnya, mimpinya hancur!


"Hei, biarkan aku bangun dulu, paling tidak beri aku waktu untuk membangunkan tubuhku" Mia mendorong Keti dengan tenaganya hingga gadis itu jatuh disampinya.

__ADS_1


Sialan! Mia tidak akan bisa ia kalahkan jika beradu kekuatan.


Kali ini ia harus mengalah dan membiarkan Mia menceritakannya kalau sudah siap nanti.


Keti beralih ke sofa di kamar Mia dan duduk menunggu sambil membaca majalah.


Mia memandang Keti yang sudah mengibaskan ekornya bersiap menerima ceritanya. Cerita? Hah! Itu hanya akan membuang waktu saja, ia akan mempersingkatnya dalam satu kalimat saja. "Carri adalah sahabatku sejak kecil, kami tetanggaan"


Keti menganga mendengarnya, anak ini, bukankah ia harus menjelaskan lebih banyak, seperti bercerita tentang kepribadian Carri, apa hobinya yang sesungguhnya dan bagaimana karakternya.


Ini sungguh tidak adil! Ia juga ingin tahu lebih banyak, tapi jelas Mia yang didepannya kali ini tidak akan menceritakan banyak, ia harus menunggu lebih lama lagi dan mengorek informasi sidikit demi sedikit. "Ooh, jadi begitu"


Jadi gosip bahwa Carri adalah mantan pemulung memang benar, pantas saja ia sangat rendah hati.


"Hei tunggu, tentu saja aku belum puas, kau masih harus berjanji akan membuatku bertemu dengan mereka, ajaklah makan disini" Keti harus memohon, bahkan jika ia harus bersujud dan meminta pada Mia, ia rela melakukannya.


"Akan ku pikirkan nanti, pulanglah!" Mia menjawab Keti dan berlalu meningalkan Keti. Ia hanya ingin masuk dalam mode tidur.


Pikirkan nanti! Hah! Apa ia harus percaya?


Ia tidak punya pilihan lain, kalau ia membantah Mia, bisa berakhir buruk nanti. Keti akhirnya memilih pulang dan memberi ruang bagi Mia untuk melanjutkan tidurnya dengan tenang.


...

__ADS_1


"Ahh! Ceritanya sungguh luar biasa, ini sangat bagus bagi kita" Keti tersenyum puas melihat naskah ditangannya.


Dari membaca sekilas saja Keti tahu kalau film seperti itu adalah film yang disukai anak muda, bukan cuma anak muda saja, orang dewasa pun banyak yang tertarik.


"Apa kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu?"


Pekerjaan? Tugasnya adalah pekerjaan yang paling gampang, mengapa ia harus membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya. "Lihat ini, bagaimana menurutmu?"


Mia memperhatikan biodata palsu yang mereka buat, disana juga terdapat beberapa foto Mia dalam pakaian pria. Siapa pun yang melihatnya secara alami akan sangat tertarik, bahkan para gadis muda akan langsung jatuh cinta padanya. Ia sendiri tidak bisa menahan kekagumannya pada dirinya sendiri.


Sialan! Ini tidak akan mudah baginya, ia harus bekerja lebih keras bila ia setampan itu. Menyenangkan fans adalah hal terpenting ketika menjadi idola, mereka akan memberi banyak suport nantinya.


"Nona, kau sangat tampan" Deon terkesima dengan foto Mia yang terpajang disana. Terlihat hangat dan tampan, dan memiliki daya pikat yang menarik.


"Tentu saja, apa aku terlihat lebih tampan dari si kutub utara?" Mia bertanya penuh harap. Ia akan mengalahkan si kutub utara dalam semua hal.


"Tentu saja, kau akan mendapat banyak penggemar nanti". Tentu saja Andra lebih tampan, tapi mengingat bagaimana ekspresi datar Andra maka tidak akan bisa menandingi kehangatan yang terpancar dari mata Mia.


Tapi ketika Mia berubah di mode dingin maka Mia jelas lebih menakutkan, kharismanya sungguh kuat. Mia memang pandai dalam akting! Ia bahkan bisa mengekspresikan banyak karakter dan berubah dalam sekejap.


Jangan lupa di like, komen juga ya!!!


__ADS_1


__ADS_2