
Disisi lain Mia dengan penyamarannya mendapat banyak pujian dari para gadis, ia bahkan tidak bisa lepas dari mereka karena ketika ia bebas dari satu gadis, gadis lain akan datang lagi menghalangi langkahnya.
Atrin yang sedari tadi selalu mengusir para gadis itu kini telah berada di tempat lain karena Pak agus memanggilnya.
Berada dalam kepopuleran itu sangat menyiksa!
Mia berkali-kali mengumpat dalam hati dan tidak pernah memudarkan wajah datarnya itu, ia berlajar banyak dari Andra, para gadis akan merasa takut kalau diberi tatapan tajam dan mengintimidasi.
Ternyata mengenal si kutub utara ada gunanya juga, ia hanya perlu mengatakan satu kalimat, tidak, satu kata saja dan beberapa gadis langsung mengerti memberinya ruang untuk bergerak tanpa mengganggunya lagi.
Tapi sialnya ia berada dilautan para gadis, ketika yang satu berhasil tersingkir, gadis lain akan datang lagi dan membuatnya merasa kesal.
Pada akhirnya dengan susah payah ia berhasil lolos dan berjalan dengan tenang sambil mempertahankan ekspresi dinginnya.
__ADS_1
Bukannya ia ingin seperti Andra yang dingin dan menakutkan, tapi ia lebih jijik jika harus membuat para gadis jatuh cinta padanya. Selama 2 jam ini saja entah berapa banyak gadis yang menjadi lesbian karena dirinya, sungguh ini sangat konyol.
...
Keti terkejut melihat pasangan paling populer didepannya. Ia berdiri perlahan dan memandangi mereka penuh rasa kagum. Pasangan yang diidolakan banyak orang sedang berdiri di depannya sekarang, mereka bahkan melihat kearahnya.
Ia menjalankan tangannya hendak mencubit Deon yang disampinya tapi ia tidak menemui apa pun dan hanya menyentuh udara. Deon lari meningalkannya, tapi masa bodoh dengan kacung itu, saat ini lebih penting untuk berkenalan dengan Carri dan Geri.
Carri menyadari ekspresi Keti jadi ia tersenyum hangat "Aku Carri, dan ini suamiku Geri"
"Kau terlihat cantik, dan kau lebih hangat dari pada kakakmu" Geri memuji dengan tulus.
'Kau teelihat cantik, dan kau lebih hangat dari kakakmu', Keti mengulangi beberapa kali kalimat itu dalam hatinya sebelum sadar "Terima kasih, apa kau mengenal kakakku?" Pipi merona Keti sudah menjalar ke telinganya membuat Carri dan Geri tersenyum.
__ADS_1
"Ya, dia sahabatku" Geri menjawab dengan ramah.
Apa! Bagaimana orang sialan itu bisa bersahabat dengan orang hangat seperti Geri, ini sungguh tidak masuk akal! "Oh,, benarkah, aku pikir dia hanya akan bergabung dengan para pecundang dan juga,," Keti tersadar dari omongannya dan langsung menutup mulutnya yang tidak tahu diri itu.
"Ahahahahha, kau sepertinya tidak terlalu akrab dengan Andra ya, dia memang dingin dan keras kepala" Geri menjawab apa adanya.
"Kau benar,, dia mempunyai sikap yang buruk, tapi lebih buruk lagi dia bisa menjadi sahabatmu, padahal kau sanagat spektakuler" Keti tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya pada sosok didepannya. "Tapi apa ada yang bisa ku bantu?
"Aku mencari Mia, apa kau melihatnya?" Carri bertanya penuh harap hingga membuat syok Keti.
Dia bilang Mia, apa Mia mengelanya, bagaimana bisa selama ini Mia tidak pernah cerita kalau ia mengenal istri dari CEO tampan yang hangat dan super keren ini.
Lalu mereka sepertinya cukup dekat melihat bagaimana pasangan ini menyempatkan diri untuk mencarinya, pada hal mereka dikenal hangat tapi tidak banyak bergaul apa lagi dengan sembarang orang.
__ADS_1
Diaman juga Mia bisa berkenaln dengan mereka, setahunya Mia anak yatim piatu dan tidak memiliki banyak teman, itu karena Mia terlalu malas bergaul dengan sembarang orang, ia bahkan menutup dirinya dari orang asing dan selalu bersikap siaga jika seseorang mendekatinya.
Keti segera menyingkirkan pertanyaan yang bisa ia tanyakan pada Mia nanti, saat ini ia teelalu bingung untuk menjawab karena Mia masih dalam penyamaran, mana bisa menjelaskannya pada kedua orang ini. "Aku rasa ia masih di belakang, mungkin sebentar lagi ia akan kemari, dudukla dan tunggu sebentar, aku akan pergi mencarinya".