
Regan melangkah menaiki satu persatu tangga dirumah itu ia sudah tahu letak kamar Indha karena telah bertanya sebelumnya pada ibu Indah.
Setelah tiba di depan kamar ia mengetok pintu secara pelan.
Indah masuk kekamarnya langsung melempar tas sekolahnya, wajahnya kini merah padam dan jantungnya berdetak lebih cepat.
Ia merasa sanagat malu, kenapa bisa sih ibunya ngomong ceplos amat, sampai permaluin anaknya sendiri.
Ia juga merasa kesal dengan Regan, ia sudah membuatnya merasa mulas dan keringat dingin menunggunya di sekolah, ternyata malah ia datang ke rumah.
Harusnya kemarin waktu dia ngomong kasih penjelasan supaya ia jadi gak malu sendiri kan.
Sementara ia berpikir suara ketokan pintu terdengar lembut "Itu pasti Ibu"
Dengan geram ia berjalan ke meja pajangan dan mengambil semua foto Regan diatas meja lalu membawanya ke arah pintu.
Dengan kasar ia membuka pintu dan tanpa memperhatikan siapa yang ada disana ia mendorong semua foto itu ke arah dada orang disana.
"Buang semua itu aku gak butuh lagi"
Setelah itu ia meraih pintu dan hendak menutupnya, namun ia kaget ketika pintu itu tidak tertutup rapat namun malah didorong dari luar.
Ia geram lagi dan membuka pintunya kembali, Namun ia menjadi kaget ketika yang ada didepan pintu bukanlah ibunya melainkan Regan.
Ia menganga melotot sesaat sampai ia tidak sadar Regan telah masuk ke kamarnya. Ketika ia tersadar dari lamunannya ia berbalik dan memukul punggung Regan dengan semua tenaganya, namun Regan hanya santai saja dan mengatur semua foto itu kembali ke atas meja.
Ketika selesai mengatur semua foto itu Regan mengeluarkan HPnya lalu berbalik merengkuh Indha kedalam pelukannya dan berhasil menjepret sebuah foto.
__ADS_1
Di foto itu terdapat wajahnya yang terseyum bahagia, sedangkan Indah sedang kaget dengan muka memerah dan menatap ke arah Regan.
Mereka terlihat seperti berpelukan dengan sangat mesra.
Indha segera merontah dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Regan namun kekuatannya tidak cukup untuk melakukannya.
"Kenapa kau marah-marah?
"Apa masalahmu? Lepaskan aku dan keluarlah dari kamarku!
"Aku akan keluar kalau kau tidka lagi marah"
"Bagaimana aku tidak marah kau membuatku menunggu sepanjang jam istirahat dikelas"
"Ohh, jadi kau menungguku di kelas?
Indah langsung tersadar dengan apa yang baru saja dikatakannya. Mukanya kembali memerah sampai ke telinganya hingga ia hanya tertunduk malu.
Regan kaget dengan suara Indah yang sangat melengking sampai ia hampir budek dibuatnya.
"Ok"
Regan segera keluar laku pergi berpamitan pada Tante Sinta dan kembali pulang kerumahnya.
Setelah ia tiba di rumah ia memandangi foto mereka dan tersenyum tak karuan. Ia kemudian membuka WA lalu mengirimkan foto itu pada Indah.
Di kamarnya Indah masih merasa malu karena apa yang telah ia ucapkan tadi, secara tidka sengaja ia membongkar kartu ASnya pada orang yang salah.
__ADS_1
Segera bantal dan kawan-kawannya menjadi pelampiasan, mereka harus mengalami jungkir balik dan mendapat gigitan mesrah dari Intan.
Intan memandang foto yang sudah tersusun rapi di meja lalu memalingkan wajahnya, bahkan ia tidak lagi berani menatap wajah Regan, meski itu hanya foto namun ia merasa sangat malu.
Ia berlalu ke kamar mandi dan membersihkan diri, setelah itu ia turun ke bawah dan makan siang, bahkan sekali pun ia tidak perna memandang ke foto milik Regan.
Ibunya yang sudah sementara makan di sana melihat putrinya yang baru saja turun.
"Gimana tadi? Ibu hebatkan? Kalau Ibu tidak bicara tadi kamu pasti tidka akan bisa menyatakan perasaanmu, apa lagi dia juga menyukaimu, putri Ibu memnag pintar dan cantik, jadi siapa yang akan nolak yakan sayang?
Indah hanya makan dan pura-pura tidakmendengar apa yang dikatakan ibunya.
Tapi dalam hati ia juga merasa bahwa apa yang dikatakan ibunya itu benar, namun karena ia terlalu emosi tadi hingga ia malah membentak Regan dan menyuruhnya keluar.
Ada sedikit penyesalan namun ia tetap merasa kesal dengan ibunya.
Coba ajah ibunya tau apa yang sebenarnya terjadi. Ia yakin Ibunya akan langsung menyuruh ayaknya pulang sekarang dan memarahi Regan habis -habisan.
Ia dengan cepat menyelesaikan makannya dan meningalkan ibunya yang masih cengengesan menatapnya.
Setelah tiba di kamar ia mendapati HP nya berkedip-kedip. Sebuah pesan gambar dari Regan.
Ia segera menonaktifkan centang birunya lalu membuka pesan itu.
Itu adalah foto yang Regan ambil ketika momen mereka beepelukan, meski itu hanya diinginkan sepihak.
Tapi foto itu terlihat indah, meski ia merasa kesal dengan wajhnya yang merah di foto itu.
__ADS_1
Sebuah pesan menyusul dari Regan "Kau bisa memajangnya di kamarmu, jangan lupa menjadikannya walpaper"
Carri melotot melihat pesan itu namun ia hanya melempar HPnya ke atas kasur lalu ia pergi balkon memandangi bunga-bunga.