
Sesampainya ia di rumah besar itu, ia langsung masuk ke ruang tamu diantar seornag pelayan.
Disana ada orang tuanya, dan Sari beserta kekasihnya, dan juga adik laki-lakinya.
"Kamu sudah sampai Nak"
Mamanya langsung memegang tangannya dan menyuruhnya duduk disampingnya.
Carri langsung saja menurut dan hanya tersenyum pada semua yang ada disana.
"Mengapa kamu datang sendiri, dimana suamimu?
"Akhir-akhir ini ia sangat sibuk Pa"
"Suamimu berkerja sangat keras, kau harus merawatnya dengan baik, dan jangan lupa mengingatkan untuk tidak terlalu lelah, bahkan jika pekerjaan bisa memberi banyak harta, tapi tidak bisa memberi kesehatan, Kalian juga harus memikirkan untuk memberi kami cucu"
"Iya ma"
"Laki-laki disebrangmu adalah Regan, ia adalha adik kamu yang dulu kami ceritakan"
Carri memandangi adiknya itu ia masih remaja dan juag sangat tampan gaya berpakaiannya juga khas anak muda yang segar dan bersemangat. Ia sedikit gemuk memiliki kulit sawo matang dan ia sama seperti Carri memiliki lesung pipi.
Regan langsung berdiri dan berjalan ke arah kakanya lalu memeluk dengan hangat.
"Kau sangat tampan"
"Terima kasih Kak, tapi aku yakin kakak ipar jauh lebih tampan"
Semua ornag tertawa sedangkan Carri hanya tersenyum sedikit malu.
"Kak, kau harua mengenalkannya padaku secepatnya, kalau perlu kau harus mengajakku makan bersama"
__ADS_1
"Sebaiknya jangan mengajak ia makan, atau kau mau melihat dia menjadi seperti ****"
Agus berkata sambil tertawa melihat anaknya yang sedikit gemuk itu.
"Ayah, kau sangat jahat pada anakmu sendiri"
Sari hanya diam memperhatikan mereka, tangannya ada di genggaman Gen, mereka hening saja melihat keluarga itu, tapi dalam hati Sari ia sangat geram.
"Nak Gen, jadi kapan kamu akan mempersunting Sari, bahkan ia telah di dahului oleh adiknya"
"Aku akan memikirkannya Om"
"Pa, Gen masih meniti karirnya, bahkan ia masih harus ke luar negri setiap bulan, kami akan mengatakannya pada mu jika kami telah siap"
Agus hanya mengangguk dna tidak bertanya lebih jauh.
Tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat dan para pelayan telah datang untuk memanggil semua orang makan malam.
Setlah makan malam Carri belum pulang karena adiknya meminta agar Carri menemaninya sebentar mengobrol.
Mereka berada di balkon belakang rumah menikmati taman yang diterangi lampu taman.
"Kak, bagaiman kau bertemu suamimu hingga akhirnya menikah?
Carri heran dengan pertanyaan Regan, hingga ia memandangi adiknya itu dengan bingung, tampak rau wajah yang cemas padanya, bahkan dimatanya yang jernih ada sedikit kesedihan.
"Apa kau ada masalah?
Regan sedikit terkejut karena kaknya bisa mngetahui apa yang sednag ia alami, bahkan selama ini tidka ada yang peduli padanya, itulah mengapa ia memilih jauh dari rumah ornag tuanya dna tinggal bersama paman dan kakeknya.
Carri tersenyum melihatnya, "Ceritakan jika kamu ada masalah lagi pula aku adalah kakakmu, aku akan selalu mendukungmu"
__ADS_1
Mendengar itu Regan merasa terharu, bahkan selama ini jika ia ada masalah ia sering menguatkan diri untuk menceritakannya pada Sari, namun ia selalu mengatakan bahwa ia tidak ada waktu.
Sekali pernah ia ingin mengajak kakaknya itu untuk mengobrol namun kakaknya menolak karena mau menghubungi kekasihnya.
Karena rasa harunya ia kemudian memeluk kakaknya dengan erat selama beberapa detik.
"Aku sudha benar-benar yakin kau adalah kakakku"
Carri tertawa karena tingkah lucuk adiknya iti, tentu saja ia adalah kakaknya.
"Jadi apa kau akan menceritakan masalahmu?
"Tapi kau hari berjanji bahwa tidka akan marah padaku, dna jangan memberi tahu ibu atau pun ayah, apa lagi kak Sari.
"Ok"
"Ini bukantempat yang cocok untuk menceritakannya, aku takut nanti akan ada yang emndengar, bagaimana kalau aku kerumahmu besok, aku juga ingin melihat rumahmu Kak.
"Baiklah, datanglah malam hari, aku sibuk bekerja di siang harinya"
"Ok makasih Kak"
Di pintu ibunya kaget mendengar percakapan mereka lalu berjalan pelan masuk ke rumah, bahkan ia baru menyadari bahwa selama ini perhatiannya memang telah ia berikan pada Sari.
Itu karena Sari adalah anak perempuan satu-satunya, dan dari ia menikah mereka memang mengharapkan ank perempuan, karena di keluarga mereka anak perempuan snagat jarang.
Dan setelah mereka tahu bahwa ia hamil anak kembar perempuan ia sangat senang, namun ketika mala peetaka 18 tahun yang lalu itu ia sedikit depresi.
Untunglah suaminya saat itu memnghiburnya, ia membujuknya untuk memiliki 1 lagi anak perempuan lagi.
Namun stelah kehamilan keduanya dan mengetahui itu adalah anak laki-laki maka ia menjadi sedih dan setelah Regan lahir ia tidak terlalu memperhatikannya, dan hanya memusatkan perhatiannya pada satu-satunya ank perempuannya.
__ADS_1
Bahkan ia dan suaminya tidak pernah memikirkan apa yang dilakukan anknya, dan bagaimana perasaannya.