
Mia kembali tersadar setelah pintu itu tertutup. Ia mendongakkan kepalanya menatap Andra yang masih tetap tenang. Mata gelap yang terpancar kebahagiaan itu terlihat jelas, hatinya tersulut kehangatan yang segera menyebar.
Ia kembali,, ia benar-benar kembali,,, sekarang ia memiliki waktu menebus kesalahannya di masa lalu.
"Ayo makan" Wixel tertunduk memberi kecupan pada kening mulus Mia sebelum membawa wanita itu duduk dan menunggu makanan mereka.
Andra terus menatap Mia ketika mereka duduk. Ada getaran ingin melahap Mia dengan segera. Hatinya penuh kekacauan menahan diri untuk tidak menyentuh wanita itu.
Mia tersipu malu dan menunduk dengan pipi memerah. Apa ini?
Ia baru saja memeluk suaminya dan menangis di pelukan pria itu. Sekarang mereka duduk bersama menunggu makanan mereka dan Andra menatapnya?
Jantungnya berdetak seakan memberontak ingin keluar menunjukkan diri bahwa ia tidak nyaman dengan perasaan itu!
Kecanggungan kedua insan itu terselesaikan saat para pelayan sudah datang dan menata makanan di atas meja.
__ADS_1
Mia makan dengan lahap, suasana hatinya terlalu baik hingga ia merasa tersipu sepanjang waktu. Ia tahu Andra terus meliriknya, tapi perasaan yang ia rasakan saat ini bukanlah gugup atau takut. Kini ia bahagia hingga merasa hatinya meluap-lupa. Ia ingin menyentuh Andra, tidak! Ia ingin melemparkan dirinya pada pria itu dan kemudian membiarkan lelaki itu melakukan apa pun padanya sesuka hati. Ia ingin dikuasai oleh pria itu! Ia ingin menjadi bagian pemanen dari lelaki itu!
Saat itu ialah kali pertamanya Mia makan dengan begitu lahap sejak kepergian andra. Piringnya tersapu bersih saat ia menghentikan makannya dan dengan perasaan puas bersandar pada kursinya.
"Kau makan begitu banyak?" Andra menatap Mia yang jelas sedang merasa sangat puas dengan layanan makanan mereka.
"Ya, sebenarnya,, apa aku terlihat begitu gemuk?" Mia duduk dengan tegap menyentuh perutnya yang membuncit akibat terisi terlalu penuh.
Raut wajahnya menunjukkan kecemasan. Ia tahu semua lelaki menyukai gadis yang langsing dan ramping. Sedangkan dirinya, meski ia terlihat proporsinal, tapi sebenarnya tubuhnya sedikit berisi. Bukan kata yang tepat ketika mengatakan dirinya langsing apa lagi ramping.
Enak?
Apa pria ini bahkan melihatnya sebgai makanan? Apa ia terlihat seperti daging panggang berjalan?
Mia memutar otaknya mendengar lelaki itu, matanya melotot memperhatikan sikap tenang Andra. "Kau melihatkau seperti makanan? Daging berjalan?"
__ADS_1
Andra menoleh ke arah Mia yang sendang melotot padanya. Ia kemudian meletakkan gelas anggurnya dan mengarahkan tangannya ke arah wanita itu.
Dengan lembut ia menyentuh rambut Mia dan mengarahkannya ke belakang telinga Mia, "Aku ingin mencicipinya"
"Aaa,,,pa?" Mia menjauhkan dirinya ketika instingnya bekerja cepat merasakan aurah berbahaya dari pria di depannya.
"Bukankah kita suami istri? Aku hanya ingin pelayanan dari seornga istri" Andra tersenyum menatap Mia.
Pelayanan seperti apa? Apakah sesuatu seperti itu? Mia memikirkan bagaimana Andra melakukan hal tak senonoh padanya dulu.
Segera wajahnya menggelap dan perasaan ingin menjauhi Andra menyebar di dalam hatinya.
Perubahan itu tak luput dari pengawasan Andra. Ia segera mengerti apa yang sedang dipikirkan wanita itu. Ia tahu dulunya ia seorang ******** yang sudah terlampau mennyakiti Mia.
"Aku ingin mencoba maskan istri, memakai pakaian yang disiapkan istri, mandi dengan air yang disiapkan istri. Aku ingin makan berdua dengan istri, menonton bersama istri dan tidur bersama istri. Aku ingin mencoba semua yang dilakukan pasangan suami istri" Andra memandang Mia dengan hangat ketika wanita itu sudah tersenyum dan tanpa malu memeluknya.
__ADS_1
Begitu sederhana untuk membahagiakan seorang wanita. Kenapa ia baru mengetahuinya sekarang?