
Drrrtt... Drrrtt... Drrrrt....
Mia meraih HP yang diletakkan di atas meja, itu adalah sebuah pesan singkat. Ia kembali menerima uang bulanan dari suaminya.
Ini adalah bulan ke-2 dari pernikahannya dengan lelaki yang tidak dicintainya. Lelaki yang sedingin es. Dengan berada di sekitarnya saja sudah membuat ia merasakan hawa kutub utara.
Pernikahan mereka baik-baik saja, setidaknya itu yang di lihat oleh orang lain. Selain dirinya dan suaminya tidak ada yang tahu betul seperti apa rumah tangga mereka.
Tapi tentu saja orang terdekat mereka juga tahu, adalah para pembantu di rumah besar mereka dan juga asisten pribadi suaminya.
Keti juga adalah sala satu ornag yang tahu tapi hanya itu saja, tahu dan tidak mau memberi tahu pada orang lain terutama keluarganya sendiri.
Mia bahkan tidak bisa menceritakan masalahnya pada Carri karena ia tidak mau membebani pikiran sahabatnya yang sementara mempersiapkan diri untuk kehamilannya.
Mia menjalani harinya seperti orang lajang, kembali ke rutinitasnya untuk kuliah dan tinggal sendirian. Yang berubah hanyalah tempat tinggalnya dan juga pekerjaan paruh waktunya yang telah ia tinggalkan.
Dan tentu saja statusnya yang kini sebagai istri. Meski pun semua teman kuliahnya tidak tahu tapi ia sudah memiliki keluarga baru. Seorang nenek yang perhatian, ibu yang lembut, ayah yang melindungi dan saudara perempuan yang selalu mengajarinya hal nakal baru.
Semenjak pernikahannya Andra tidak pernah pulang ke rumah, hanya sesekali ketika keluarga mengunjungi mereka. Bahkan suaminya tidak akan menginap di rumah itu.
__ADS_1
Rumah besar yang ia tempati sangat sunyi tanpa kehangatan, ia hanya sendirian dan juga jarang berada di rumah, ia memilih berada di luar bersama Keti dari pada di rumah sendirian.
Setelah meletakkan kembali ponselnya ia kemudian beranjak mandi dan bersiap untuk keluar bersama Keti. Mereka memiliki janji untuk menonton sebuah film di bioskop.
Mereka mengantri bersama membeli tiket dan beberapa cemilan, karena antrian yang panjang itu Keti mulai mengeluh.
"Ai ayo kita menghubungi asisten Kak Andra dan mempermudah kita membeli tiket, bagaimana?
"Apa kau sudah bosan hidup? Aku sungguh tidak mau berurusan dengan kutub utara itu"
"Ini bukan kutub utara tapi asistennya, paling tidak itu hanyalah musim dingin biasa"
"Hahaha... Musim dingin,,, kau pergilah duduk dan istirahat, biar aku yang mendapatkan tiketnya"
"Ok"
Setelah lama menunggu akhirnya ia mendapat giliran.
"Ini adalah 2 tiket terakhir"
__ADS_1
Mia tersenyum puas dan menyerahkan kartunya untuk membayar, namun ketika akan meraih tiketnya seorang gadis datang dan merampasnya.
"Ini adalah tiket milikku, aku akan membayarnya padamu 5 kali lipat dari harganya"
"Nona, itu adalah tiket milikku dan aku tidak berniat memberikannya pada siapa pun bahkan dengan harga yang kau sebutkan"
"Hei!! Kau mau melawanku? Kau tidak tahu siapa aku? Aku adalah kekasih pemilik bioskop ini, bahkan aku bisa memasukkanmu dalam daftar hitam seluruh bioskop jika aku mau!
Seorang pegawai bioskop datang menghampiri mereka. "Nona Nari, anda tidak perlu merebut tiket milik nona ini, kami sudah menyiapkan kursi khusus untuk anda"
"Kau beruntung hari ini, tapi lain kali mungkin kau tidak bisa lari dariku"
Mia menghampiri Keti dan mereka masuk ke dalam ruangan menunggu filmnya dimulai.
"Hei , apa kau tahu pemilk bioskop ini?
"Kau tidak tahu Ai? Bioskop ini milik si kutub utara, bahkan hampir semua bioskop dikota ini miliknya"
"Kau bilang miliknya?
__ADS_1
"Ya, ada apa?
"Aku bertemu seornag gadis yang mengaku kekasih dari pemilik bioskop ini"