Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 155


__ADS_3

Mischa yang mendengar bisikan para gadis itu jadi semakin kesal. Dengan cepat ia berdiri dan berjalan dengan normal berlalu dibalik pintu.


Ini pertama kalinya ia berekting di sebuah film dan diperlakukan paling buruk! Bahkan ketika ia berpura-pura sakit tak ada yang peduli.


Semua orang merasa kaget, ada apa dengan wanita itu, baru saja ia meringis kesakitan, tapi kini ia langsung bisa berdiri dan meningalkan ruangan tanpa mengeluh sedikit pun. Jalannya sangat normal!


"Wah, wahh,, lihat dia, pantas saja ia mendapat predikat sebagai aktris kelas A, lihat bagaimana aktingnya barusan!" Oming menhela nafas.


"Aku hampir mati ketika mendengar ancaman Mischa keluar dari mulutnya, tapi aku lega, ia hanya berpura-pura" Races tersenyum dan menepuk punggung Oming. "Aku rasa di jamuan makan nanti akan ada perang dunia ke 3"


"Jangan berharap lebih, kau lihat saja bagimana Ken begitu tenang setiap saat, aku rasa ia mengontrol emosinya dengan begitu sempurna"


Dasar bodoh! Aku bisa gila memikirkan bagaimana gadis itu bertahan di industri hiburan dengan cara seperti itu. Jelas ia sudah mengajarkan pada Mischa untuk mengatur emosinya dan juga membebankan setiap kesalahan pada Ken, tapi gadis itu tidak mudah diatur! Malah ia sendiri yang akan hancur nantinya.


Sepertinya ia sendiri yang harus menyusun rencana untuk mencelakai Ken, jika ia bisa memanipulasi kecelakaan di adegan selanjutnya maka Ken bisa digantikan dengana lasan tidak berpengalaman. lagi pula adegan itu adalah adegan perkelahian antara dirinya dengan Ken.


Ia adalah mantan pemeran pengangganti jadi kalau soal perkelahian, ia jauh lebih baik dari Ken.


Posisinya sebagai pemeran utama pria akan kembali jika ia berhasil menyingkirkan Ken.


Tak jauh dari tempat itu seseorang sedang memperhatikan ekspresinya.

__ADS_1


...


Ken duduk berhadapan dengan Tuan Henry.


"Perbaiki hubunganmu dengan para pemain lain"


"Akan kucoba" Mencoba! Hanya mencoba! Ia akan benar-benar memperbaikinya jika semua gadis dan lelaki itu menunjukkan tatapan yang normal padanya! Bukan suka! Apa lagi lebih!


Percakapan singkat itu berakhir ketika Keti masuk "Ai!!!" Keti segera menutup mulutnya dengan tangan dan berbalik keluar. Mengapa ia selalu berteriak di waktu yang salah!


Henry menyadari bahwa Ken sudah cukup mendapat pengarahan, lagi pula mereka masih ada acara makan malam.


...


Ketika mereka masuk disana terdapat kru dari film saingan mereka 'Senjah merah'. Henry mendesah dan berbisik pada Asisten Tua untuk mencari tempat lain.


Sebelum mereka berbalik pergi Claron sudah berdiri dan menyapanya.


"Wah,, sahabatku Henry, selamat datang" Ia bergegas berjalan ke arah Henry dan memeluknya dengan hangat. "Kalau kalian lupa memesan, maka kalian bisa bergabung dengan kami, ruangan ini cukup luas untuk menampung kita semua"


Henry memperhatikan Claron dan mendesah "Nikmati perayaan kalian" Ia segera berbalik hendak meningalkan tempat itu.

__ADS_1


"Jangan malu-malu, aku benar- benar tulus kali ini" Claron segeran menarik Henry masuk dan meninggalkan semua orang yang masih terpaku berdiri kebingungan dengan situasi yang terjadi.


"Hei! Mengapa kalian masih berdiri disitu, masuklah dan ambil tempat. Pelayan! Tolong layani mereka juga" Claron menuangkan segelas minuman untuk Henry. Ia kemudian berdiri dan manarik Henry juga "Semuanya! Mari bersulang untuk pertemuan yang kebetulan ini, dan kesuksesan kedua film"


Semua orang masih kebingungan tapi mereka tetap mengikuti "Bersulang!"


"Kau dengar itu, ia bilang 'kesuksesan untuk kedua film' tapi dia jelas menghina kita".


"Kau benar, mereka sudah hampir selesai melakukan syuting, tapi kita baru memulai, jika keadaannya seperti itu kita bisa kalah, mereka akan lebih cepat tayang sehingga ornag-orang sudah tidak tertarik lagi untuk melihat film kita karena filmnya hampir mirip!"


"Apa yang kau katakan! Jangan membuat omong kosong begitu! Lihatlah kita, semuanya adalah kartu emas, aku akan tetap percaya kalau kita pasti bisa memenangkan pertarungan!"


"Jangan pikirkan itu dulu. Apa kalian tidak curiga bahwa pertemuan ini bukanlah kebetulan, tapi sudah diatur, dan diatur untuk mempermalukan kita"


...


Pembaca tercinta❤️


jangan lupa like👍


dan juga vote ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2