
Geri yang melihat istrinya sedang menyembunyikan seluruh tubuhnya dalam selimut langsung menarik selimut itu, ia kaget bahwa istrinya langsung terlelap.
Ia kemudian mengendong istrinya dan mereka berendam air hangat beberapa saat sebelum ia menggosok semua tubuh istrinya dan kemudian membilasnya.
Setelah selesai ia melilitkan handuk pada tubuh Carri dan membaringkannya di tempat tidur.
Ia memakaikan baju pada istri kecilnya dan mengeringkan rambutnya.
Setelah selesai mereka tidur bersama, dengan Carri tidur seperti **** tidak merasakan apa pun.
Keesokan paginya Geri bangun lebih dulu dari istrinya dan mendapati istrinya masih lelap dalam tidurnya melihat itu ia kemudian mengecup puncak kepala istrinya dna menarik selimut untuk memperbaikinya pada tubuh Carri.
Saat menarik selimut ia kaget mendapati banyak darah pada selimut itu. Segera ia merasa panik lalu kemudian memeriksa seluruh tubuh istrinya.
"Dia datang bulan"
Geri langsung membangunkan Carri dan mereka mandi bersama.
Siang harinya Carri sudah ada di sala satu warung makan di pinggir jalan, ia makan bakso bersama Mia.
""Lo beruntung ya nikah sama Geri CEO muda kaya raya yang tampannya sejagat raya" Mia berkata sambil memegang mulutnya menahan jeritannya.
"Lo juga beruntung tau bisa jadi wanitanya Andra, mereka berdua tu sahabatan tahu"
__ADS_1
"Adu Carri lo ngingatin aku lagi sama cowok es batu"
"Huh, maksudmu apa Mia"
"Kamu gak tau, aku dampingin dia dia cara kemarin karena terpaksa, aku butuh bayar uang kuliah dan aku lagi gak ada duit, aku kerja paruh waktu jadi pengantar makanan trus pas aku ngantarin makanan ke tempatnya dia udah buru-buru buat pergi ke acaranya jadi dia gak ada pilihan lain selain nyewa aku buat temanin dia"
"Ohh, aku pikir kalian ada apa-apanya"
"Ya siapa juga yang mau sama es batu, lama-lama jadi beku aku"
Mereka tertawa sambil bercerita, Carri menawarkan Mia bekerja di tempatnya tapi Mia tidak bisa karena dia sudah terikat kontrak dengan beberapa perusahaan tempat ia kerja paruh waktu.
Carri memahami sahabatnya itu dan tidak lagi memaksanya.
Setelah mereka selesai makan siang, Carri mengajak Mia ke taman untuk menikmati udara segar.
Setelah Mia pergi Carri masih memiliki waktu untuk memeriksa perusahaannya jadi ia pergi ke kantornya dan melakukan rapat bersama.
Saat jam pulang Carri di jemput oleh Geri jadi mereka pulang bersama, Geri tidak mau merepotkan istrinya memasak jadi mereka lewat di restoran untuk makan malam.
Makan malam berduaan mereka terganggu dengan kemunculan Sari dan Kintan.
Ketika Sari melihat Geri ia tersenyum dan langsung menarik Kintan untuk bergabung bersama Geri.
__ADS_1
"Adik Ipar kau disini juga, kebetulan kita bertemu bagaimana kalau kita makan bersama saja, lagi pula semua kursi sudah dipesan"
Sari terpaksa berbohong supaya ia dapat makan bersama mereka, jelas ia ingin mendapat perhatian pada Geri.
"Baiklah, silahkan duduk"
Geri berdiri dan membiarkan mereka duduk di seberang Carri. Ia kemudian berjalan ke samping Carri lalu menarik istrinya untuk berdiri.
"Nikmati makan malam kalian"
Geri segera menarik Carri menuju ruangan VIP disana.
"Lho kalian kok pergi?
Geri tidak berkata apa pun dan terus berjalan sampai mereka tiba di ruangan VIP.
Ia merasa jijik jika harus makan dengan wanita tidak tahu diri itu, jika saja Sari bukanlah kakak perempuan istrinya ia sudah melenyapkannya dari dulu.
Ia selalu menahannya karena ia tahu Carri yang akan kembali menderita bila ia menyakiti Sari, namun ia tidak akan membiarkan gadis itu menyakiti istrinya lagi.
Carri tersenyum dan bangga dengan suaminya yang selalu memperhatikan perasaan istrinya.
Setelah masuk ke ruang VIP Geri langsung menarik Carri kepangkuannya dan melingkarkan tangannya di pinggang Carri dan mengecup berkali-kali wajah istrinya.
__ADS_1
Setelah puas ia kemudian memanggil pelayan dan memesan makan malam mereka.
Carri hanya tunduk meresa malu pada pelayan yang datang mengantar makanan karena Geri tidak memberi kesempatan untuk melepaskan diri.