
Dalam ruangan kecil yang didesain tanpa jendela dan hanya ada sekeliling tembok beserta jeruji besi di satu sisi, Andra memperhatikan sesuatu pada ponsel yang ia genggam.
Fotonya dengan Mia, Mia sendiri yang mengunggahnya ke internet. Ia tersenyum sebelum menutup laman itu kemudian memandang ke arah penjaga yang sedang duduk di kursi lain sambil memainkan kunci di tanganya.
Lelaki paruh baya itu segera menyadari tatapan Andra. Ia berbalik menatap Andra "Bagaimana rencana kita?"
Wajah Andra tetap seperti biasa, datar dan tenang, mata gelapnya menjadi lebih gelap ketika ia sedang berpikir keras. "Jika mereka berhasil memecahkan kodenya maka semuanya akan berjlan lancar"
"Kode? Mengapa memberikannya kode dan bukan pesan secara langsung?" Penjaga itu bertanya dengan bingung.
Andra berpikir sejenak sebelum menjawab "Kode itu akan memberikan mereka 3 informasi, dan tentu saja mereka akan tahu kalau akulah yang mengirimnya. Mungkin mereka telah berhasil memecahkannya dan sekarang sedang bersip-siap untuk menunggu.
__ADS_1
"Orang pintar memang susah di tebak" Penjaga itu tidak lagi mau bertanya. Pola pikirnya sungguh tidak sebanding dengan mereka yang memang lahir dengan kepintaran di atas rata-rata. Ia hanya tersenyum konyol dan merasa lucu untuk dirinya sendiri.
Tepat pada pukul satu siang lewat lima belas menit, penjaga itu melihat Andra semakin tenang melihat layar ponselnya. Tentunya ia tahu, semakin tenang orang itu semakin menakutkan pula efeknya.
Ia memperhatikan ponsel di tangan Andra sudah melaporkan notifikasi kesuksesan pengiriman.
Tentu saja ia tidak mengerti apa yang terjadi, tapi demikian ia tahu kalau Andra sudah mulai bergerak dan mereka hanya perlu menunggu untuk menghancurkan orang yang telah mengurung mereka.
Bukan di perusahaan yang di patenkan, tapi perusahaan utama pada dunia gelap bawah tanah. Hal ini menyebabkan kegemparan di deluruh cabang hingga semuanya menjadi kacau.
Perusahaan legal yang dikelola Wixel juga mengalami kegagalan server hingga terjadi begitu banyak kesalahan dalam pengolahan data. Bagaimana pun mereka mencoba, semuanya tidak bisa di atasi.
__ADS_1
Kejadian ini seperti sebuah bom dengan ledakan mematikan yang sudah di tanam dari dalam.
Kebanyakan senjata mereka di operasikan menggunakan bantuan teknologi tinggi yang di kendalikan dari jarak jauh sehingga ketika server terserang virus yang tak bisa di kendalikan maka mereka juga kehilangan kendali pada ribauan senjata mereka.
Debagian besar senjata milik mereka di tanam di dalam tanah di daerah perbatasan dan area markas mereka. Begitu mereka kehilangan kendali maka bom itu bisa diledakkan siapapun yang membajak mereka sesuka hati. Bahkan arah ledakan bisa di tentukan dan berbalik menyerang mereka.
Dengan keadaan yang rumit itu seluruh unit yang bertanggungjawab terhadap robotik juga mengalami kekacauan yang besar. Robot yang mereka produksi bukan hanya dengan tujuan di jual, tapi robot mereka juga memiliki pengaturan khusus untuk memata-matai pembelinya. Dengan demikian jika mereka di retas maka semua informasi akan bocor dengan segera.
Lebih buruk lagi bila informasi ini bocor ke publik maka akan terjadi perang dunia dengan para penegak hukum. Terlebih bahwa robot yang mereka produksi kebanyakan di beli oleh para pejabat negara. Ini akan menjadi akhir ketika para pejabat itu tahu kalau selama ini mereka di mata-matai!
Dari ruang kendali pada negara bagian utara tersembunyi di dalam pegunungan semua orang menjadi panik ketika mereka berusaha mengatasi kekacauan itu. Sebagian alat kendali seperti komputer tidak bisa dinyalakan lagi. Sang pemimpin segera menghubungi Tuan besar mereka dengan panik "Tuan, terjadi kekacauan besar di ruang kendali"
__ADS_1