Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 94


__ADS_3

Carri menyapu ruangn itu dengan pandangannya berharap menemukan sesuatu yang bisa membantunya, tapi ia berada di kursi yang terikat di pojokan ruangan yang polos.


Ia putus asa dan hanya dapat diam bersama rasa traumanya.


Dalam diammnya ia tiba-tiba kaget ketika sala satu dari pria itu datang menghampirinya.


"Rupanya gadis kita sudah bangun"


"Jangan ganggu dia, atau kamu akan bernasib sama dengan grok"


"Hahahah tujuan kita adalah membalas apa yang telah mereka lakukan pada grok, jadi menikmati tubuhnya juga bisa membuat amarah kita mereda"


"Ayolah, kita perlu hanya mengiginkan suaminya saja karena ia telah membunuh Grok, bukan istrinya"


"Tapi aku rasa akan menyenagkan jika kita melukai keduanya, kita bisa memusnahkan mereka berdua dan menguburnya disini hahahh"


'Kenapa laki-laki itu membelahku? Ia seperti tidak ingin menyakitiku'


Pikiran Carri langsung sirna ketika laki-laki itu mendekatkan wajhnya ke arah Carri.


"Jangan takut sayang, kita hanya akan bersenang-senang sampai suami tercintamu datang"


Carri tidak bisa berteriak karena mulutnya dibekap hingga ia hanya mampu menangis.

__ADS_1


'aku harap kamu tidak datang sendirian Geri'


Sekarang ia tidak hawatir pada dirinya tapi pada suami kesayangannya jika Geri datang sendirian, bagaimana nasibnya nanti.


Laki-laki itu tersenyum dan melepas ikatan Carri, dengan segera Carri memberontak dan melakukan perlindungan diri melukai lelaki itu.


Ia berlari meraih tongkat besi yang diletakkan di dinding dan memukul pria itu, karena pukulan yang keras saat pria itu lengah sebab *********** yang telah di tendang Carri maka pria itu langsung jatuh dan pingsan.


Semua orang terkejut melihatnya hingga mereka langsung berdiri dan berjalan ke arah Carri.


Carri tidka memiliki jalan untuk kabur, jadi satu-satunya cara adalah dengan melawan kelima orang yang masih tersisa.


Dengan pegangan mantapnya ia menyerang sala seornag yang lebih dulu sampai, hingga ia melukai lengannya.


Pria itu sepertinya menganggap lemah Carri dan hanya mengeluarkan sedikit kekuatannya, tapi pada akhirnya darah merembes keluar dari kulitnya karena paku yang ada pada tongakat Carri menusuk dalam ke tulangnya.


Mereka semua maju dan menyerang Carri tapi akhirnya mereka berhenti karena Geri telah muncul sendirian di ruangan itu.


Dengan memanfaatkan kelengahan mereka ketika fokus pada Geri, Carri memukul kepala seorang pria yang lebih dekat dengannya.


Segera pria itu jatuh dengan darah bersimbah di lantai. Namun melihat itu seorang dari mereka mengeluarkan pistol dan mengarahkannya pada Geri.


"Huh, ini masalah kecil, sekarang gadis kecil, lepaskan tongkat itu"

__ADS_1


Carri yang kaget langsung menjatuhkan tongkatnya ke lantai dan semua pria itu tersenyum meliahat ketidakberdayaan pasangan itu.


"Baiklah gadis kecil sekarang lepaskan semua pakaianmu dan menarilah untuk kami dan suami tercintamu"


Carri bergetar dan jatuh ke tanah karena omongan pria itu


"Jangan lukai istriku dan katakan apa mau kalian"


"Mau kami? Hahahah kami ingin tubuh istrimu dan nyawamu juga"


Segera sala satu dari pria itu tidak tahan lagi dan berjalan mendekati Carri, Carri hanya merontah kecil dan bunyi sobekan terdengar di ruangan itu.


Tatapan Geri langsung berubah dingin dan dipenuhi aura membunuh. "Sekarang!!!!!!!


Dalam sekejao semua pria disana jatuh dengan kepala tertembus peluru.


Carri ketakutan dan gemetaran pikirannya kosong dan tidka tahu harus berbuat apa.


Geri segera menghampirinya dan membeikan mantelnya pada istrinya.


"Tenanglah sayang aku ada disini"


Geri segera mengangkat tubuh istrinya dan membawanya keluar tanpa memperhatikan orang-ornagnya yang sudah masuk menemui mereka.

__ADS_1


Karena takut Carri akan merasa lebih buruk, Geri segera membawa mereka ke atas helikopter yang baru saja sampai. Hanya mereka berdua dan seorang pilot disana.


Carri menagis dalam pelukan Geri sampai mereka tiba di apartemen.


__ADS_2