Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 153


__ADS_3

"Cut!" Henry merasa kesal, bagaimana bisa aktris kelas A memiliki akting yang terlalu buruk. Ini kali ke tiganya mereka melakukan pengambilan gambar. Dan tiga kali itu Mischa benar-benar hancur, tidak ada yang jadi sedikit pun.


"Istirahat 10 menit!" Henry berlalu duduk di kursinya menenangkan kekesalannya.


Mischa dikenal sebagai aktris berbakat, tapi kali ini ia benar-benar buruk, bahkan anak kecil pun akan mengalahkannya jika mereka disandingkan saat ini.


Sialan! Ini semua kesalahan Ken, ia terlalu tampan! Tidak, ia sangat sempurna. Tapi baru saja ia menolaknya, jadi Mischa masih tidak bisa menenangkan diri. Ia terus kepikiran, dan rasa kesalnya terus meluap hingga ia tidak bisa mengendalikannya. Apa lagi ini merupakan pertama kalinya ia ditolak, bukan ditolak biasa, ditolak mentah-mentah!


Lebih buruk lagi orang yang menolaknya menjadi lawan mainnya, ia akan gila jika terus begini!


"Ahha, itu dia kemampuan akting aktris kelas A, aku sudah berharap film ini akan berjalan lancar, tapi sekarang aku harus mengakui kalau ini akan berakhir buruk!"

__ADS_1


"Kau benar, tapi kita tetap senang karena sudah ada dua orang songong yang diberi pelajaran oleh pangeran es kita"


"Ya, aku juga merasa lega, biarlah kita terjebak karena syuting terlalu lama, dengan begitu pula kita bisa lama-lama menikmati wajah tampan pangeran Es kita"


Keti memperhatikan suasana dan ia tersenyum geli. Mia sialan! Ia benar-benar membuat masalah kali ini.


"Kalian lihat, sekarang tempat ini akan kacau karena seorang pria yang terlalu tampan" Chito melirik ke arah Ken "Sebenarnya ini tidak akan kacau kalau Ken tidak memiliki kepribadian yang buruk, ia sangat dingin. Bukan saja pada wanita, tapi pada pria juga"


"Aku setuju denganmu Oming, kalau Ken lebih hangat di kepribadian aslinya maka syuting ini akan jauh lebih hancur, semua wanita akan terus melengket padanya hingga mereka tidak akan bisa menahan perasaannya sendiri dan akan mempengaruhi pengambilan gambarnya" Rases melirik ke arah para gadis yang sednag mencibir Mischa "Lihat para gadis yang lebih tahu tempatnya, mereka hanya berani berargumen dari jauh, itu adalah pilihan yang tepat untuk situasi seperti ini. Lagi pula jika ia memiliki sikap yang hangat maka kita para pria akan rugi besar! Kita akan tersisihkan di pojokan dengan semua gadis mengerumuni Ken, bukankah itu lebih buruk?"


"Kalian ini, kenapa kalian membela Ken? Bukankah kita sedang bersaing dengannya?" Chito tidak akan memberi muka sedikit pun pada Ken. Seharusnya film ini dibintangi olehnya, tapi berandal itu datang entah dari mana.

__ADS_1


"Kau berpikir begitu? Lihatlah bagaimana ia benar-benar sempurna untuk karakter Gilang. Meski aku juga menginginkannya, tapi aku jelas tahu diri. Ia adalah aktor pemula tapi bakatnya jelas bukan main-main, ia menghayati peran dengan sangat sempurna" Rases jelas melihat bagaimana akting Ken ketika pengambilan gambar.


"Ya, lihat bagaimana hangat dan lembutnya ia ketika keluar dari ruang ganti, ia benar-benar mencerminkan sosok Gilang"


"Dan dengan cepat ekpresinya berubah dingin ketika Mischa menghampirinya, lalu berubah hangat lagi ketika syuting dimulai" Rases membenarkan perkataan Oming.


Chito tidak yakin, tapi kali ini kedua orang lelaki disebelahnya sudah benar-benar terperangkap dalam kharisma yang dipancarkan Ken. "Kalian ini" Chito bangkit dan berjalan menghampiri Mischa.


Pembaca Tercinta ❤️


jangan lupa like 👍

__ADS_1


dan vote ⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2