
Carri tidak tega melihat adiknya seperti itu, bahkan jika mereka baru bertemu, ia tahu bahwa adiknya ini menerimanya sepenuh hati, ia juga adalah orang pertama yang ia tempati melepaskan beban hatinya.
Ia mendekat dan menepuk punggung Regan dengan pelan. "Kalau kau belum bisa menceritakannya sekarang, kita masih punya banyak waktu ok?
Regan hanya diam dan suara tangisnya telah mereda, namun ia masih berusaha menenangkan hatinya.
Ia masih remaja dan harusnya sekarang ia menikmati kehidupan seorang remaja, mendapatkan perhatian dan cinta dari orang tua dan belajar disekolah serta bergaul dengan teman seusianya tanpa memikirkan masalah keluarga.,
Namun kini malah sebaliknya ia menjadi seorang remaja yang harus mengemis perhatian pada orang tuanya dan harus melampiaskan kekesalannya pada rokok dan alkohol.
Hingga ia bergaul dengan teman sebayanya yang suka nongkrong dan hidup tidak jelas karena merasa lebih mendapat perhatian di lingkungan itu.
Sebenarnya dulu paman dan kakeknya sangat menyayanginya, namun setelah pamannya menikah, Istrinya tidka menyukai Regan karena ia juga memiliki anak dari pernikahan masa lalunya yang sebaya dengan Regan.
Bibinya dan anaknya itu pun mulai menyiksanya dan selalu mnegahalangi kebahagiannya, bahkan beberapa kali mereka menjebak agar ia tidak lagi mendapat perhatian dari paman dan kakeknya, sehingga perlahan ia berubah menjadi pribadi yang buruk.
Namun kakek dan pamannya tidak pernah tahu karena permainan mulus yabg dialkukan mereka. Bahkan mereka lebih dipercaya dibanding dirinya sendiri.
"Kak"
"Ya"
"Aku harus menceritakannya, sebelum menjadi lebih buruk, tapi aku tidak tahu harus mulai mengatakan apa"
"Aku akan mendengarkan"
Regan terdiam untuk waktu yang lama, namun Carri tetap menunggu sampai ia siap.
Hening.
Hening.
__ADS_1
Hening.
"Kak"
"Ya"
"Aku memperkosa seorang gadis"
Carri seperti dibanting ke jurang yang dalam, ia berusaha menenangkan diri lalu dengan lembut berkata "Apa yang terjadi?
Tangis Regan kembali terdengar, meski itu pelan namun sagat menyedihkan. Ia tidak merubah posisinya, bahkan ia tidka berani bergerak apa lagi mengangkat wajahnya untuk menatap kakaknya.
Ia berpikir bahwa kakaknya kan memarahinya, tapi nyatanya Carri hanya diam dan dengan sabar terus menepuk punggungnya dengan lembut, sebuah sentuhan yang tidak pernah ia dapatkan, sentuhan yang membuatnya merasa nyaman.
Setelah lama menangis akhirnya ia melanjutkan ceritanya
"Aku menyukainya dan begitu juga dia, ia adalah gadis yang cantik dan baik, ia sangat manis dan juga berkepribadian riang, kami bertemu ketika baru masuk sekolah
Ketika suatu kali aku sednag bersama temanku, kami minum sangat banyak, dan saat pulang aku melihatnya bersama pria lain di depan sebuah warung.
Aku tidak mempedulikannya hanya aku berjalan sendiri di seberang jalan, namun sepertinya ia melihatku dan kemudian menghampiriku.
Ia datang sendirian lalu memberiku sebotol pereda mabuk. Namun aku tetap tidak menghiraukannya dan terus berjalan, karena saat itu juga sednag mabuk dna beberapa perasaan kesal padanya muncul karen amelihatnya bersama lelaki lain.
Tapi aku tidak tau apa yang berikutnya kualakukan sampai paginya kami sudah berada di villa dan kami telaha melakukan hal itu.
Aku mendengarnya menangis di dalam kamar mandi sendirian, laku aku memungut pakaianku dan miningalkannya sendiri.
Aku merasa frustasi dan pergi dengan emosiku. Aku bahkan sudah tidka kesekolah selama satu minggu dan hanya diam di kamar.
Namun ketika itu ibu menelpon dan memberi tahu bahwa aku harus kemari untuk bertemu denganmu.
__ADS_1
Aku tidak mau tapi ibu terus memaksa hingga sekarang aku ada disini"
"Kita akan memikirkannya besok, sekarang pergila tidur, kau harus menjaga kesehatanmu demi orang yang kamu cintai ok"
Carri berdiri meningalkan adiknya lalu menuju ke kamarnya.
Carri tidka bisa tidur dan hanya duduk bersandar di kepala ranjang memikirkan apa yang akan terjadi pada adik lelakinya.
Sepanjang malam ia hanya merubah posisinya berharap akan menemukan ide, namun tidak ada hang bisa terpikirkan.
Ia baru tidur ketika malam menjelang pagi, higga ia bangun kesiangan, dan buru-buru bersiap untuk pergi belajar.
Ketika ia turun ke bawa ia mendapati adiknya masih tertidur hingga ia menelpon pelayan untuk membuat sarapan buat Regan.
Ketika sore hari ia kembali, ia kaget mendapati suaminya sudah asik mengobrol dengan Regan.
Ia berjalan perlahan menghampiri mereka "Sayang"
Ia seperti orang yang habis dipergoki selingkuh, bahkan ia takut kalau Geri akan marah karena telah membawa seorang laki-laki ke rumah ketika ia tidak ada disana.
Namun di luar dugaan Geri malah memeluknya "Maaf aku tidak menjemputmu"
Cari bengong dan menatap suaminya "Kau tidak marah"
"Kenapa harus marah, nanti aku jadi cepat tua, memang kau mau punya suami yang terlihat tua?
Carri menggeleng pelan lalu tersenyum.
"Ehemmmm"
Regan merasa konyol melihat kemesraan orang yang telah menikah.
__ADS_1