
Setelah 2 hari Mia akhirnya meningalkan rumah membosankan itu dan kembali ke apartemennya.
"Selamat datang kembali!!"
Semua orang yang ada di sana menyambutnya dengan ceria. Mereka membuat pesta perayaan kembalinya Mia.
Keti tersenyum bahagia dengan sebuah kue tart kecil di tangannya dengan lilin berjumlah 15 sesuai dengan tanggal pada hari itu.
Disampingnya ada deon dengan terompet seukuran telapak tangan. Ia tidak berhenti meniupnya dengan gembira. Disisi lain adalah Wixel dengan sebuah buket bunga mawar yang besar.
Mia tersenyum dan meniup lilin di atas kue tart yang dibawa keti. Ia menerima bunga dari Wixel dan kemudian pesta mereka dilanjutkan dengan makan makanan yang dimasak oleh ketiga orang itu. Sebagian besar adalah maknan sehat yang cocok untuk pemulihan Mia yang baru saja keluar dari rumah sakit.
__ADS_1
Asisten Min sudah kembali ke kantor karena urusan lain, jadi hanya ada 4 orang saja yang ada disana.
Karena hari sudah sore ketika mia kembali dari rumah sakit maka mereka mengobrol sampai malam. Ada beberapa botol alkohol di atas meja. Hanya ketiga orang itu yang mencicipi, tapi Mia tidak menyentuhnya sedikit pun karena ia masih harus menjaga kesehatannya beberapa hari kedepan.
Semua brolan panjang mereka ditujukan untuk menghibur Mia, mereka bahkan menyanyikan beberapa lagu untuk Mia. Semua orang terkejut ketika mereka tahu bahwa Wixel adalah seorang yang pandai menyanyi.
Bahkan Mia memberi beberapa pujian tulus yang membuat Wixel semakin bersemangat. Ia tidak pernah membayangkan akan secepat itu ia bisa akrab dengan Mia.
Saat malam makin larut Mia merasa lelah sudah menghampirinya sehingga ia pamit untuk tidur. Wixel pun pamit saat itu, tidak ada gunanya lagi ia tinggal di antara dua orang yang aneh itu. Mereka berdua sudah sama-sama mabuk dengan pipi memerah sehingga mereka mulai berbicara tidak karuan. Mereka bahkan bertengkar hanya karena hal sepeleh dimana Keti tidak sengaja mengangkat gelas yang salah hingga ia menghabiskan minuman milik Deon.
Tidak mudah, tapi semakin menantang seorang wanita untuk ditaklukan semakin menunjukkan seberapa pantas wanita itu untuk dimiliki.
__ADS_1
Karena rasa bahagia yang berlebihan Wixel duduk di kursi malasnya dan meraih ponselnya. Ia sama sekali belum berpikir untuk tidur.
Ia sedang bahagia, jadi ia berpikir untuk berbagi kebahagiaan dengan orang itu. Akan menyenangkan kalau ia bisa menceritakan kejadian malam ini pada orang itu.
Dengan sekali tekan ponsel pintar di tangannya menghubungkannya dengan seseorang di luar sana.
"Tuan" Suara patuh dan menghormati menyambutnya dengan cepat. Itu adalah orang kepercayaannya yang sedang menjaga seseorang di sebuah bangunan tidak jauh dari kota G.
"Aku ingin berbicara dengannya" senyum Wixel mengembang sempurna menunjukkan kebahagiaan sedang melingkupinya.
"Maaf Tuan, tapi kami baru saja memberinya obat tidur karena ia terus merontah meminta obat dan membuat kacau seluruh ruangan" Orang di seberang telpon berbicara dengan cemas.
__ADS_1
"Berikan obatnya dengan rutin selama seminggu, aku membutuhkannya" Wixel mengakhiri telponnya.
Ia tidak menyangkah bahwa ide untuk menyiksa orang itu malah merusak momen bahagianya. Tapi Wixel tetap tersenyum dan melangkah ke kamar mandi.